Wahai Bunda Jangan Biarkan Orang Lain yang Mengajarkan Al Fatihah untuk Anakmu, Karena ini Alasannya

Komentar

Foto via momonganak.com

Jangan sampai orang lain mengajarkan Al Fatihah pada anak anda

Apakah anak anda sudah menghafal surah Al Fatihah? siapakah yang mengajarinya? apakah guru ngajinya? pengasuhnya? neneknya?guru disekolah? kakaknya? atau anda sendiri sebagai orangtuanya? jika ia beruntunglah anda, tapi jika TIDAK sungguh anda merugi dan menghilangkan sesuatu yang istimewa.

Banyak orangtua saat ini yang menyerahkan anaknya pada pengasuh, pada mertua, atau pada guru-guru di sekolah.

Dan hanya menyisakan anak-anak fasilitas mewah serta banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya.

Baca juga : Ini Tubuh Kita Nanti Setelah Mati Dalam Hitungan 0 Menit Hingga 1 Tahun

Padahal anak adalah investasi akhirat, sungguh rugi jika kita kehilangan banyak investasi hanya gara-gara malas meluangkan waktu setidaknya satu jam saja sehari untuk mendidik dan mengajari anak.

Salah satunya adalah mengajari anak-anak surah Al Fatihah, sebuah surah pembuka di Al Quran yang juga dikenal dengan sebutan ‘7 yang berulang-ulang’, saking seringnya Al Fatihah ini diulang bacaannya dalam shalat atau dalam doa.

Pertanyaannya, apakah Anak Anda sudah hafal surah Al Fatihah? Siapakah yang mengajari anak Anda surah Al Fatihah? Apakah guru ngajinya? Pengasuhnya? Guru di sekolah? Atau Anda sendiri selaku orangtua kandungnya?

Boleh jadi Anda bukanlah seorang penghafal Quran yang menghafal ratusan atau ribuan ayat. Tapi masa’ sih bahkan sekadar surah Al Fatihah saja Anda serahkan pahalanya pada guru di sekolah?

Wahai, Umi, Abi, Ayah, Bunda, sadarkah bahwa setiap kali anak kita membaca surah Al Fatihah sepanjang hidupnya, pahalanya akan mengalir pada orang yang mengajarkannya?

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461).

Mari pastikan kitalah yang mengajarkan anak kita menghafal Al Fatihah dan surah-surah lainnya dalam al Quran.

Baca juga : Ingin Selamat Dunia Akhirat? Tapi Seumur Hidup Tidak Melakukan Hal ini Sama Saja Bohong

Jangan biarkan orang lain yg mengajarkan Al Fatihah Untuk Anakmu

“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim).

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).

Dua hadits diatas, dengan jelas, menggambarkan betapa pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Bahkan seorang anak berhak untuk menuntut orangtuanya jika tidak mampu memberikan pendidikan yang baik dan benar kepada anak-anaknya.

Satu contoh kecil dan mudah yang bisa kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari adalah, tentang Al-Fatihah.

Berapa banyak kita sebagai seorang muslim membaca Ummul Kitab setiap harinya? Berapa banyak kita berdzikir sembari melafadzkan ayat-ayatnya? Saking seringnya surat ini dibaca, sampai-sampai Allah swt menyebutnya sebagai As-Sab’ul Matsani, yang berarti “Tujuh (ayat) yang berulang-ulang”.

Sementara setiap kita melafadzkan ayat-ayat Al-Quran, Allah swt membalasnya dengan sepuluh kebaikan tiap hurufnya, dengan sejumlah huruf dalam surat Al-Fatihah, dan membacanya berulang-ulang, tentu akan ada banyak pahala mengalir ke dalam tabungan amal kita.

Baca juga : 7 Tanda Paling Umum, yang Sering Digunakan Para Malaikat Sebagai Tanda Mereka Memperhatikan Anda

Tapi, jangan lupakan hadits diatas, DUA HADITS TENTANG MENGAJARKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN, dimana orang yang mengajarkan suatu kebaikan, akan mendapatkan pahala sebesar orang yang melaksanakannya tanpa mengurangi pahala orang yang melaksanakannya, dan tetap akan terus mengalir meski kita telah meninggal dunia.

Oleh karena itu, ada salah satu cara termudah untuk menabung amal bagi tiap orang, terutama bagi yang sudah dan akan memiliki anak keturunan. CAMKAN DALAM PIKIRANMU, AZZAM-KAN DALAM HATIMU, (sekali lagi) JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENGAJARKAN AL-FATIHAH UNTUK ANAKMU!

Pertanyaannya adalah, sejauh mana bacaan surat Al-Fatihah kita? Apakah sudah sesuai dengan apa yang Rasulullah saw ajarkan kepada para sahabatnya? Apakah sudah sesuai dengan riwayat Imam yang kita ikuti? Ataukan sudah sesuai dengan yang diajarkan oleh guru TPA kita? Ataukah kita hanya sekedar bisa membaca saja? Bahkan belum mampu membaca dengan sempurna? Belepotan sana-sino, tabrak sana, tabrak sini?

Wahai saudaraku dalam iman, mulai hari ini, Marilah kita tekadkan, mumpung masih ada waktu, kita benarkan bacaan Al-Quran kita, setidaknya untuk surat Al-Fatihah dulu, syukuur, bisa seluruhnya, sehingga kita bisa meng-khatam-kan Al-Quran dengan Mutqin. Cari guru yang engkau sukai asal ilmunya jelas, bersanad baik, dan benar sesuai tuntunan darti Rasulullah saw.

Sekali lagi…

JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENGAJARKAN AL-FATIHAH UNTUK ANAKMU!
Top