Tubuhnya Hanya Tulang yang Dibalut Kulit, Cerita Kondisinya Pria ini Karena Kehendak Tuhan

Komentar

Foto via dailymail.co.uk

Kondisinya bak sebatang kayu

Sudah berada di tempat tidur selama 24 tahun, selama itu pria ini berbaring tak bisa apa-apa karena tubuhnya yang kaku dan tak bisa digerakkan, awal kejadian sehingga kondisinya seperti ini karena terlempar dari bus. Ia menceritakan kondisinya saat ini karena kehendak tuhan atas kelakuan masa mudanya.

Tazul Munir, seorang pria asal Kalimantan Barat telah menghabiskan 24 tahun hidupnya terbaring di tempat tidurnya.

Setelah terlempar dari bus pada tahun 1994, bapak dari lima orang anak ini tak dapat melakukan apa pun.

Bagaikan sebatang kayu, tubuhnya kaku dan tak dapat digerakkan

Tubuhnya hanyalah tulang yang berbalut kulit.

Kuku-kuku di kakinya tampak panjang dan mengeras.

Baca juga : Suasana Pemakaman Guru Korban Pukulan Siswa Menyisakan Rasa Duka dari Keluarga


Foto via dailymail.co.uk

Bahkan, kulit di sekitarnya pun telah menghitam.

Ia pun tak mampu untuk sekadar memalingkan kepalanya.

Dilansir dari Daily Mail Online, Jumat (2/2/2018), kondisinya ini telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Semua berawal dari insiden nahas yang menimpanya pada 1994.


Foto via dailymail.co.uk

Baca juga : 3 Tujuan Ketua BEM UI yang Nekat Beri "Kartu Kuning" Pada Jokowi

Kala itu, mantan sopir bus ini kembali dari sebuah pesta setelah minum bersama teman-temannya.

Dalam keadaan mabuk, Munir mengendarai busnya hingga tiba-tiba seekor anjing tiba-tiba melompat ke depan kendaraannya.

Kehilangan kendali atas bus, Munir pun banting setir hingga mengakibatkan bus berbalik dan ia terlempar.

"Malam itu saya sedang minum bersama rekan-rekan saya. Kemudian kami memutuskan membeli lebih banyak minuman keras.


Foto via dailymail.co.uk


Saat saya mengendarai, seekor anjing tiba-tiba menyeberang.

Saya harus menyelamatkannya, tapi saat melakukan itu bus kehilangan kendali dan berguling dua kali.

Saya terlempar keluar dan dilempar dua kali ke udara," kisahnya.

Selama berbulan-bulan, Munir teraring di ranjang rumah sakit.

Dia benar-benar tidak bisa bergerak.

"Saya rasa ini adalah kehendak Tuhan," lanjutnya.

Munir pun divonis mengidap rematik.

Baca juga : Sudah Diingatkan Jangan Memakai Kombinasi Pin ATM Gini, Wanita ini Menyesal Telah Kebobolan


Foto via dailymail.co.uk


Ia telah melakukan perawatan medis maupun pengobatan alternatif.

"Saya telah mengunjungi setidaknya 80 pengobatan alternatif," imbuh Munir.

Namun, tidak ada yang mampu menyembuhkan kondisinya.

Kini, Munir hanya bisa mengandalkan keempat anaknya untuk memberinya makan dan membersihkan tubuhnya setiap hari.

Munir benci selalu menggantungkan diri pada orang lain.

Ia selalu menunggu keajaiban akan membantunya bangkit kembali.

"Saya ingin tahu apa yang terjadi pada saya. Saya dulu orang yang bahagia dan merawat keluarga dengan baik," tuturnya.

Munir berharap untuk bisa mendapatkan perawatan dan berjalan normal kembali.

"Saya ingin suatu hari nanti bisa menjalani kehidupan normal lagi," harap pria 55 tahun ini.

Dokter mengatakan jika Munir mengalami komplikasi asam urat, radang sendi, dan rematik.

Kendati demikian, Munir enggan untuk mendapatkan perawatan medis.

"Saya tidak senang menjalani perawatan medis di rumah sakit, jadi saya mencari pengobatan alternatif," pungkasnya.
Top