Terenyuh, Lihat Kondisi Dede Rahman Setiap 5 Menit Merintih Kesakitan Akibat Penyakit Ini...

Komentar
Gambar diolah dari tribunnews.com

Semakin merasakan sakit hingga berat badan menyusut hanya 17 Kg

Dede hanya bisa berbaring ke kanan dan ke kiri merasakan sakitnya penyakit tersebut.

Dede Rahman (11), siswa kelas 5 di SDN 3 Kertawinangun Cirebon, menderita tumor ganas selama sembilan bulan terakhir.

Dede merupakan anak ketujuh dari tujuh bersaudara dari bapak Tambra (60) dan Ibu Ruheni (50).

Selama empat bulan terakhir ini juga Dede semakin merasakan sakit pada benjolan di lehernya.

Tak hanya itu, penyakit tersebut membuat berat badan Dede turun drastis menjadi 17 kg.

Kini, badan Dede sangat terlihat sekali kurusnya bahkan pada kaki dan tangannya hampir terlihat tinggal tulang berbalut kulit.

Anak yang tingginya sekitar 130 cm itu kini hanya dapat berbaring di atas kasur di rumahnya.

Setengah dari lidahnya sudah tidak dapat merasakan rasa makanan, bicaranya semakin tidak jelas, pendengarannya juga menjadi berkurang.

Dede hanya bisa berbaring ke kanan dan ke kiri merasakan sakitnya penyakit tersebut seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

Hampir lima menit sekali Dede merintih kesakitan dan meminta Ruheni untuk mengelus tubuhnya.

Lihat videonya:

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor

Hingga saat ini, penyebab tumbuhnya tumor masih belum diketahui secara pasti. Tumor jinak dan ganas memiliki penyebab dan faktor risiko yang hampir sama, antara lain seperti yang dikutip dari alodokter.com.

Merokok

Merokok seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker sel darah putih (leukimia), serta kanker pada berbagai organ lain seperti kerongkongan (esofagus), paru, mulut, pankreas, ginjal, dan lambung. Di Amerika Serikat tercatat bahwa merokok bertanggung jawab terhadap 30% dari seluruh kematian akibat kanker.

Infeksi

Ada sejumlah virus dan bakteri memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker, antara lain:
  1. Human papillomavirus (HPV) yang meningkatkan risiko kanker mulut rahim (serviks), penis, vagina, anus, dan orofaring.
  2. Virus hepatitis B dan hepatitis C yang meningkatkan risiko kanker hati.
  3. Epstein-Barr virus yang meningkatkan risiko limfoma Burkitt.
  4. Helicobacter pylori yang meningkatkan risiko kanker lambung.
Radiasi

Terdapat dua jenis radiasi yang diduga berpotensi meningkatkan risiko kanker, yakni radiasi ultraviolet dari sinar matahari serta radiasi ion dari peralatan medis seperti sinar-X, CT scan, fluoroskopi, dan radiasi terapi nuklir.

Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Obat-obatan jenis ini digunakan pada kondisi tertentu, seperti pada pasien yang baru saja mendapatkan transplantasi organ. Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker karena menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel kanker.

Pola makan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, serta berfungsi melindungi tubuh dari kanker di mulut, kerongkongan, lambung, dan paru-paru. Selain itu, pola makan yang tinggi lemak, protein, kalori, dan daging merah diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Konsumsi alkohol

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berkaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker mulut, kerongkongan, payudara, hati, dan kolorektal.

Aktivitas Fisik

Sejumlah penelitian berkesimpulan bahwa orang yang aktif secara fisik memiliki risiko yang lebih rendah untuk menderita kanker kolorektal dibanding mereka yang tidak aktif. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat membantu melawan kanker endometrium dan kanker payudara pada wanita pasca-menopause.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Berbagai jenis kanker yang mungkin terjadi akibat obesitas antara lain adalah kanker payudara pasca-menopause, kanker kolorektal, rahim, esofagus, ginjal, dan pankreas. Namun, belum ada bukti jelas apakah penurunan berat badan pada pengidap obesitas mampu menurunkan risiko terjadinya kanker.

Diabetes

Diabetes dan kanker memiliki faktor risiko yang hampir sama, yaitu usia tua, obesitas, merokok, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, sulit ditentukan apakah faktor risiko kanker meningkat akibat diabetes atau karena faktor-faktor risiko tersebut.

Faktor risiko lingkungan

Paparan terhadap berbagai bahan kimia di lingkungan telah banyak dikaitkan dengan risiko terjadinya kanker. Misalnya, risiko kanker paru akan meningkat akibat asap rokok, polusi udara, dan asbestos. Air minum yang mengandung tembaga dalam jumlah cukup tinggi akan meningkatkan risiko kanker pada kulit, paru, dan saluran cerna.

Genetik atau keturunan

Tidak semua jenis kanker bersifat keturunan. Namun pada beberapa kasus, mutasi gen dapat diturunkan ke anggota keluarga, misalnya gen BRCA1. Wanita yang sejak awal memiliki gen BRCA1 punya kemungkinan 80 persen untuk menderita kanker payudara. Jenis kanker lain yang dapat diturunkan pada anggota keluarga meliputi kanker ovarium, rahim, prostat, melanoma, retinoblastoma, limfoma Hodgkin, dan limfoma non-Hodgkin.
Top