Tak Dijamah Sama Sekali Oleh Pemerintah, Disekolah ini Para Guru Digaji Rp.7000,- Per Bulan

Komentar


Sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah

Masih banyak sekolah yang jauh dari kata layak, tenaga pendidik pun harus rela digaji tak genap 10 ribu dalam sebulan, sama sekali masih belum terjamah oleh pemerintah,  keadaan yang mengkhawatirkan, kapanpun siap mengambruki siswa-siswa yang belajar dibawahnya.

Dunia pendidikan pada tanah air belum sepenuhnya merdeka. Buktinya, masih poly sekolah yang jauh berdasarkan istilah layak buat dianggap menjadi forum pendidikan.

Salah satunya dialami Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Mathlaul Anwar yang terletak di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya Bogor.

Baca juga : Haruskah Pelakor Disalahkan dalam Perselingkuhan? Atau Sebenarnya Srigala Berbulu Domba itu Suamimu

Di sekolah yg hanya punya empat kelas ini, poly genteng yg bocor.
Kusen pintu, ventilasi serta kursi dan meja banyak yg lapuk karena dimakan rayap.



Pintu-pintu kelas juga jebol dampak cuaca lembab dan sebagai santapan rayap.

Tuh pintu kelas banyak yang jebol akibat cuaca dan dimakan rayap

Sekolah ini pun tidak mempunyai fasilitas toilet. Para anak didik atau guru yang ingin buang air, harus berjalan ke masjid yg berada pada seberang sekolah.

Ditambah lagi sekolah ini juga tidak memiliki jaringan listrik karena pihak pengelola tidak punya dana buat memasang listrik.

Akses buat mencapai sekolah ini pun masih sangat sulit, lantaran letaknya jauh berdasarkan jalan raya.



Terletak di perkampungan, pada mana jalanannya belum beraspal. Mirisnya lagi, guru tetap yang berjumlah tiga orang hanya digaji Rp 7.000 per bulan.

Adanya Lubang Antara Kelas satu dengan Kelas Lainnya

Membuat siswa lain bisa melihat kelas yang temboknya lubang, sehingga kondisi kelas tidak kondusif.

Itu pun apabila pihak sekolah memiliki dana. Apabila di ketika eksklusif sekolah tak punya dana, maka para pengajar tidak menerima honor.



Kondisi ini terjadi karena sekolah nir menerima dukungan sama sekali dari pemerintah.

Dana yang terdapat didapat hanya dari inisiasi masyarakat. Tak jarang sekolah ini menerima bantuan tenaga pengajar menurut para mahasiswa yg terjun langsung ke lapangan buat mendapatkan ijazah dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Tapi ini pun tak setiap ketika.

Baca juga : Bikin Ngeri, 8 Tradisi Kejam yang Wajib Dijalankan Wanita di Berbagai Suku

Jika di lihat, kursi dan meja belajar para siswa sudah banyak sekali yang tidak layak di gunakan

Nah syarat inilah yg menciptakan Rotaract Jakarta Metropolitan, komunitas anak-anak belia yg punya kepedulian terhadap pendidikan, tergerak buat membantu.



Mereka pun menggalang dana menurut para anggota & kolega.

Dari dana yg terkumpul mereka bisa merenovasi sekolah. Cara yang sama juga dilakukan buat membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Mathlaul Anwar adalah sekolah ketiga yg dibantu Rotaract Jakarta Metropolitan.

Atap yang bocor mulai diperbaiki nih

Menurut President of Rotaract Jakarta Metropolitan Grace Felicia Grayson, waktu ini bukan saatnya mencaci apalagi menyalahkan pihak lain waktu melihat syarat sekolah seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Mathlaul Anwar.



Sebaliknya, justru harus melakukan aksi buat membantu.

“Kita tidak sanggup berharap sesuatu akan berubah jika tidak melakukan apa-apa. Perubahan itu wajib  dimulai menurut kita sendiri.

Di waktu orang lain melihat apa yg telah kita lakukan buat memulai suatu perubahan, mereka pun akan lebih terdorong buat ikut ambil bagian pada menciptakan suatu perubahan tadi,” istilah Grace kepada Brilio.Net yang terbaru.

Kerangka atap pula diganti biar   lebih kuat dan para anak didik bisa nyaman belajar

Baca juga : Naudzubillah Fenomena Pabrik Bayi, yang Wujudkan Bayi dengan Cara Tak Lazim

Rotaract Jakarta Metropolitan ketika ini masih berusaha mengumpulkan dana melalui crowd funding maupun charity event. Salah satunya dilakukan melalui kitabisa.Com.

Untuk renovasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Mathlaul Anwar prosesnya telah berjalan.

Rotaract Jakarta Metropolitan yg berhubungan menggunakan Rotary Kwinana (Australia bagian Barat) telah melakukan penggantian genteng menggunakan fondasi baja ringan & genteng yg tahan menurut cuaca ekstrim.

Bahkan kusen aluminium dalam pintu, jendela dan pula lobang jendela telah dipasang. Diharapkan proyek ini rampung Mei mendatang.

Top