Tak Ada Yang Perlu Dibuktikan Di Hari Valentine, Buktikan Cinta Hanya Dengan Ini

Komentar

Foto via ruangmuslimah.com

Stop rayakan valentine days dengan zina

Besok hari dimana diperingati valentine day 14 Februari 2018, Jangan rayakan valentine day dengan hal yang malah menjerumuskan dalam hal zina, tak ada dan tak perlu yang kamu buktikan di valentine day dengan pasanganmu, jika memang benar cinta buktikan dengan ini.

Pernyataan cinta dan kepastiannya tentu perlu bukti, bukankah pengadilan pun perlu bukti? Klaim tuntutan perlu bukti? Keimanan perlu bukti dan tentunya cinta juga perlu pembuktian!

Baca juga : Dicibir Warganet, Anaknya Disumpahi Diperk0sa Ramai-Ramai, Begini Tanggapan Denada

Di hari kasih sayang atau yang kita kenal dengan sebutan valentine, sebagian umat muslim ikut-ikutan merayakannya dengan berbagai cara. Wal’iyadzu billah, padahal itu sama sekali tidak dikenal dalam Islam.

Jika ada mengaku mencinta tapi tidak menikahi atau segera menikahi maka itu semua hanya cinta kasih yang menjelma dalam pandangan mata yang fatamorgana.

Walaupun yang diumbar adalah sajak romantis yang mengalahkan merdu kicauan burung, walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embuh dan walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita. 

Semuanya tanpa pernikahan adalah semi palsu bahkan tipu daya.

Mengapa? karena orang yang paling mengetahui hakikat pembuktian cinta mengatakan bukti cinta adalah menikah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai dibanding pernikahan“. [HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Al Bazzar, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash Shahihah, 2/196-198]

Ulama pakar hati Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata,

وقد اتفق رأي العقلاء من الأطباء وغيرهم في مواضع الأدوية أن شفاء هذا الداء في التقاء الروحين والتصاق البدنين

“Sungguh para dokter dan yang lainnya bersepakat dalam pandangan orang-orang yang berakal mengenai pengobatan, bahwa obat dari penyakit ini [mabuk cinta] adalah bertemunya dua ruh dan menempelnya dua badan [yaitu menikah]”. [Raudhatul Muhibbin hal. 212, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, 1403 H, Asy-Syamilah]

Baca juga : Sungguh Tega, Baru Lahirkan Anak Kedua, Dede Dinyinyir Netizen Perihal Wajah Anaknya.

Maka dari itu, pembuktian cinta bukan dengan bunga mawar yang diberikan dengan berlutut.

Bukan dengan coklat dalam bingkisan pita. Apalagi pembuktian cinta dengan melepas keperawanan, wal’iyadzu billah.

Sekali lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah ya !
Top