Makan Sepuasnya Cuma 3ribu di Jakarta, Khusus Buat Fakir Miskin, Salut!

Komentar

foto via kumparan.com

Mungkin Anda berpikir ini cuma strategi promosi...

Tapi setelah tahu, bukannya merugikan sesama penjual nasi tapi malah menguntungkan....

Salut dengan pendiri yang menginisiasi warung ini

Spanduk berwarna hijau kuning terpampang di pinggir Jalan Yos Sudarso kav 28, Jakarta Utara. Di sana tertulis "Warung Nasi Kuning Podjok Halal, Khusus untuk Fakir Miskin dan Duafa.

Di belakang spanduk terlihat dua tenda ukuran sedang untuk tempat makan dan menaruh barang dagangan.

Warung nasi kuning ini ternyata bukan warung biasa, sesuai namanya, tempat makan ini memang dikhususkan untuk mereka yang kurang mampu.

Pemilik warung, Yusuf Hamka (60) membuka warung ini sejak 6 Februari 2018 lalu. Awalnya warung nasi murah ini dibuka hanya khusus saat bulan Ramadhan. Sudah 7 Ramadhan warung ini memberikan makan gratis untuk warga miskin sebagaimana dikutip kumparan.com. 

"Kita berpikir kok kalau berbuat baik kenapa bulan Ramadhan, kalau bisa setiap hari aja," kata Yusuf  Jumat (23/2).

Baca Juga : Hanya Disini! Bisa Makan Gratis, Cukup Bayar Pakai Doa

Awal Februari kemarin, Yusuf mulai membuka warung murahnya seminggu 5 hari, yakni setiap hari Senin-Jumat. Waktunya tak lama, hanya saat makan siang yakni dari pukul 11.30-12.30.

Pemilihan waktu itu karena Yusuf dan teman-temannya yang membuka warung ini masih bekerja di perusahaan. Mereka terbatas pada jam istirahat kerja kantor.

"Ini kan ada yang kasih sedekah lewat tenaga, dan itu pegawai perusahaan ini. Nah itu hanya bisa di waktu itu, dan itu hanya bisa  segitu saja sejam nggak boleh nyuri waktu kerja kantor," ucap pria yang berprofesi sebagai penasihat di perusahaan itu.

Menurut Yusuf, sistem warung murah ini tidak merugikan warung-warung di sekitar. Justru malah membantu karena Yusuf membeli makanan dari warung sekitar dengan harga normal dan menjualnya dengan harga lebih murah.

"Kita beli dari warung-warung setempat. Tidak mau bersaing sama mereka tetapi kita berdayakan mereka," ucap Yusuf.


foto via kumparan.com

Makanan di sini sengaja dijual Rp 3 ribu per porsi, namun bila ingin tambah silakan saja. Bila ada pembeli yang membawa keluarga mereka dan hanya punya uang Rp 3 ribu juga tidak masalah.

"Makan di sini Rp 3000 sekenyangnya. Terus kalau pun membawa anak dua atau tiga anaknya tapi uangnya cuma Rp 3000 yang lain bisa gratis. Gratisin saya bilang, bawa 10 juga nggak apa-apa yang penting mereka kaum duafa kita kasih gratis," katanya.

Baca Juga : MasyaAllah, Pedagang Bakso ini Gratiskan Penghafal Al Qur'an Hingga Seumur Hidup


Uang Rp 3 ribu itu sengaja ditarif untuk tujuan yang baik.

"Kalau kita nggak pungut biaya, kita kasi gratis nanti kurang mendidik. Kita mendidik supaya saling subsidilah gitu," katanya.

Selain itu juga tidak boleh dibungkus, hanya bisa makan di tempat. "Dikhawatirkan kalau dibungkus nanti diperjualbelikan," kata Yusuf.


foto via kumparan.com

Baca Juga : Enam Tahun Pria ini Diberi Makan Gratis Oleh Pedagang Kaki Lima, Lihat Balasan Apa yang Dia Berikan

Warung ini memberikan kebahagian untuk mereka yang punya uang terbatas. Misalnya Uvi, warga Sunda Kelapa yang datang untuk membeli makanan seharga Rp 3 ribu.

"Baguslah ini kan murah sekali, ini bisa membantu kita yang ekonominya menengah kebawah. Punya uang tiga ribu bisa makan kan enak," ucap Uvi sumringah.

Uvi makan dengan lahap nasi kuning, ati ampela, tempe dan sayur daun singkong di piringnya. Dia berharap warung ibu bisa buka tidak hanya saat jam makan siang.

"Kalau bisa ini berlanjut ya ke depan tidak hanya beberapa waktu aja. Bisa bisa membantu yang lain yang kesusahan makan," kata Uvi
Top