Kurangnya Ilmu Agama Pada Orangtua, Hingga Suka Menyumpahi Anak, Bagaimana Meyikapinya?

Komentar


Foto via idntimes.com

Bagaimana sih menghadapi orangtua yang buruk dan suka berbuat kejelekan?

Ridho Allah ada pada ridho orangtua, tapi bagaimana jika orangtua egois, keras dan bersikap buruk pada anak, dan juga tidak jarang jika permintaannya tidak dituruti sering berburuk sangka dan menyumpahi-nyumpahi serta mendoakan jelek anaknya, bagaimana seharusnya sikap anak?

Bagaimana seharusnya sikap anak...?

Apa bisa sukses hidup kita kalau seperti itu...? Kan doa orangtua ke anak itu mustajab,,,

Terkadang sebagai anak mungkin kita sering merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tua baik itu ayah maupun ibu, ini itu dilarang dan mereka seperti maunya menang sendiri atau EGOIS.

Seperti misalnya ketika kita ingin memilih sekolah ini tapi orangtua mengharuskan ke sekolah itu atau dalam hal pernikahan, ketika kita ingin menikah dengan pasangan pilihan kita tetapi orangtua memaksa untuk menikah dengan pasangan pilihan mereka dan masih banyak contoh yang lainnya. 

Sangat menjengkelkan memang dan rasanya pasti ingin memberontak.

Baca juga : Didiklah Anakmu dengan Agama Bukan dengan Uang Agar ia Menjadi Anak yang Begini

Pertanyaan:

Assalamu alaikum ustadz, ada teman titip pertanyaan. Afwan mengganggu.

Bagaimana cara bermuamalah dengan baik kepada ibu dan kedua orangtua, yg terlalu ingin mengendalikan anaknya dan selalu memaksa memenuhi keinginannya mengarahkan dalam hal cinta dunia. 

Perbuatan bid’ah dan syirik disebabkan kurangnya ilmu agama yang dimiliki dan selalu merasa paling benar dan tidak jarang jika permintaannya tidak diikuti sering berburuk sangka, berghibah, menyumpah- nyumpahi serta mendoakan jelek dan mengatakan hal-hal jelek tentang anaknya apalagi jika si anak pernah melakukan kesalahan yang selalu diingatnya walau si anak sudah bertaubat dan berubah. 

Bagaimana seharusnya si anak dalam bersikap selain mendoakannya karena ridho Allah ada pada ridho orangtua. Jazakallahu khairan ustadz

Jawaban: 

Sebagaimana dikutip dari markazdakwah.or.id, dijawab oleh Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Anda sebagai seorang anak bersabar menghadapi orang tua seperti ini. Sabarkan hati, mulut, tangan dan semua anggota tubuh dari menyakitinya.

2. Tampakkanlah kepadanya akhlak yang mulia dan ucapkanlah ucapan yang lembut lagi sopan. 

Kekasaranya jangan membuatmu kasar kepadanya. Justru tampilkanlah akhlak sopan dan jangan sekali-kali menyakiti hatinya, agar akhlak baikmu menutupi segala kesalahan dan keburukanmu yang sudah tertanam di pikirannya.

3. Doakanlah orang tuamu agar diberi hidayah dalam mengamalkan sunnah.

4. Sesering mungkin anda memberikan hadiah dan oleh-oleh kepadanya agar hatinya senang dan lunak kepadamu.

Baca juga : Bahaya MPASI DINI, Anak ibu ini Hampir Meregang Nyawa "Akibat MPASI DINI anakku begini"

5. Hindarilah kondisi dimana anda akan berdebat dengannya, kecuali bila anda melihat atau mendengar kemungkaran yang harus ditolak, maka tolaklah dengan cara yang lembut dan penuh kesopanan. Pilihlah kata-kata yang paling halus.

6. Berilah nasihat hikmah kepadanya dari Al-Qur`an, sunnah atau kalam bijak para ulama. Jangan pernah bosan memberinya nasihat. 

Boleh jadi awal nasihat, ia tak terima, tapi mungkin saja kali yang lain, hatinya akan tersentuh. Pernahkah anda membaca kisah Nabi Ibrahim shallallahu alaihi wa sallam dalam menasihati ayahnya? Beliau melakukannya berkali-kali.

7. Bila orang tua tidak menerima nasihat anda, maka doakan agar hatinya terbuka.

8. Mengikuti perintah orang tua dalam perkara yang halal, mubah atau sunnah adalah hal yang wajib, kecuali bila ia memerintahkan dosa (bid’ah, maksiat, kekafiran atau syirik), maka wajib anda tolak, tapi dengan cara yang baik, halus, lagi sopan.

9. Ajaklah orang tua menghadiri majelis ilmu. Kalau tidak bisa, maka bawakanlah rekaman, kaset, kitab atau buku. Undanglah teman-teman yang baik yang bisa diharapkan memberi nasihat dan pengaruh positif kepada orang tua anda, sebab terkadang orang tua lebih menerima nasihat orang lain, dibanding nasihat anaknya.

10. Bila anda sudah tidak bersabar hidup serumah dengannya, maka mintalah izin kepadanya dan carilah jalan/alasan biar anda hidup di rumah atau tempat lain, agar ia merindukanmu. 

Sebab sering kali timbul problema antara seorang anak dengan orang tuanya, karena adanya ketidakcocokan ide atau pendapat. Di tempat lain anda bisa bebas berkreasi, dan ia pun bebas berkreasi. Namun perpisahan ini janganlah anda jadikan jalan untuk menjauhi orang tua dan melupakannya.
Top