Kotoran Menumpuk di Telinga Pria ini, Gara-Gara Cutton Bud yang Malah Mendorong Masuk Kotoran

Komentar

Foto via tribunstyle.com
Hindari menggunakan cotton bud biasa
Jangan malas membersihkan telinga, ini akibatnya jika anda tidak pernah membersihkan telinga, seperti peristiwa yang menimpa pria ini, meu membersihkan telinga dengan cotton bud malah kotoran semakin masuk kedalam karena terdorong hingga kotoran telinga menumpuk. seharusnya seperti ini cara yang tepat.
Salah satu bagian tubuh yang rentan menjadi sarang kotoran adalah telinga.

Beberapa orang memilih menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga mereka.

Padahal, menurut para ahli, penggunaan cotton buds hanya kan membuat kotoran telinga masuk lebih dalam.

Baca juga : Ciri-ciri dan Tanda ini Ada Ditubuh Anda? Bisa Jadi Mengidap Kolesterol Tinggi

Itulah yang membuat beberapa orang enggan membersihkan kotoran telinganya hingga menumpuk dan menyebabkan masalah pendengaran.

Saking menumpuknya kotoran yang ada, pasien sampai tidak bisa mendengar.

Melalui prosedur endoskopi yang dikembangkan oleh Raithatha, melibatkan pemeriksaan bagian dalam rongga telinga pasien.

"Kotoran telinga itu mengering dan bercampur dengan rambut telinga, yang menempel di dinding kanal telinga," terangnya seperti dikutip dari TribunStyle.com, Kamis (1/2/2018).



"Pasien tidak dapat mendengar, dan saya menemukan tumpukan kotoran telinga yang menyakitkan itu," lanjutnya.

Untuk mengeluarkan kotoran tersebut, Raithatha harus mengunakan kaitan telinga untuk memisahkan telinga dari dinding saluran telinga dan menariknya keluar dari sana.

Raithatha merekomendasikan orang untuk mendapatkan bantuan profesional saat membersihkan telinga mereka.

"Ini tidak mengancam jiwa, kecuali pasien sampai tidak mampu mendengar," tuturnya.

Kotoran telinga bisa sangat mengisolasi individu.



"Tidak disarankan membersihkan kotoran telinga menggunakan cotton buds karena hanya akan mendorong kotoran masuk ke dalam saluran telinga.
Benda itu juga bisa melukai dinding saluran telinga dan dalam skenario terburuk akan melubangi gendang telinga," pungkas Raithatha.
Kotoran Telinga Ternyata Bisa Tunjukkan Kondisi Kesehatan Tubuhmu, Ketahui 8 Jenisnya Ini!

Baca juga : Ciri-ciri dan Tanda ini Ada Ditubuh Anda? Bisa Jadi Mengidap Kolesterol Tinggi

Apakah kamu tipikal orang yang membiarkan telinga dalam keadaan kotor?

Sebaiknya rutin dibersih kan.

Lihat video pembersihan telinga ini :




Melansir dari Brightside.me, Bahwa bau dan kotoran telinga juga bisa menunjukkan tingkat kesehatan seseorang.





Apa iya?

Berikut jenis kotoran telinga yang bisa menggambarkan kondisi kesehatan kita.
1. Kotoran Telinga Kering

(brightside.me)
Kekeringan kotoran telinga adalah kurangnya lemak tanpa lemak di dalam tubuh kita

Selain itu, bisa sebabkan dermatitis dan penyakit kulit lainnya, yang bisa membuat kulit menjadi kering.

2. Kotoran Telinga Cair
(brightside.me)
Kotoran jenis ini bisa menunjukkan dimulainya proses peradangan telinga.

Apabila ada yang mengalami seperti ini, sebaiknya mulai diperiksakan ke Dokter.

3. Kontoran yang Disertai Bau Tak Sedap


(brightside.me)
Jika ada bau tak sedap yang kuat dari kotoran telinga kita, itu bisa menandakan adanya infeksi di telinga tengah.

Hal itu disertai seperti saat kita sering mendengar suara bising atau merasakan telinga dari waktu ke waktu.

Jika memiliki gejala ini, ada baiknya mengunjungi dokter THT.

Baca juga : Daripada Beli Mahal, ini Cara Mudah Membuat "Black Garlic" Cukup dengan Rice Cooker

4. Kotoran dengan Warna Sedikit Putih



(brightside.me)
Warna putih dari kotoran telinga kita juga dapat menandakan bahwa ada kekurangan vitamin dan zat mikro di dalam tubuh.

Itulah sebabnya dianjurkan untuk menambahkan kacang dan oatmeal ke dalam makanan yang kita konsumsi.

5. Kotoran Berwarna Hitam

(brightside.me)
Warna hitam dari kotoran telinga menandakan infeksi jamur di dalam indera pendengaran kita.

Jika itu terjadi hanya sekali, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, jika telinga gatal, dan rasa gatal menjadi lebih kuat, maka segera mengunjungi dokter

6. Kotoran Berwarna Kecoklatan

(brightside.me)
Jenis ini bisa menunjukkan bahwa tubuh Anda telah mengalami masa-masa sulit, seperti stres.

Bila demikian, kita harus meluangkan beberapa hari di lingkungan yang tenang dan damai.

7. Kotoran seperti warna darah


(brightside.me)
Bila melihat bekas darah saat membersihkan telinga, ini bisa menunjukkan bahwa gendang telinga berlubang.

Ini terjadi karena infeksi, yang dapat menyebabkan otitis dan akibatnya memburuknya pendengaran.

8. Kotoran Berwana Abu-abu

(brightside.me)
Jika kotoran telinga berwarna abu-abu tanpa gejala lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Mungkin disebabkan hanya karena debu saja.

Hal ini terjadi ini biasa bagi yang tinggal di kota, karena udara di kota agak tercemar.

Nah, itulah beberapa kotoran yang menandakan kondisi kesehatan kita. alangkah baiknya mulai sekarang membersihkan telinga tidak menggunakan Cotton Bud.

Karena Kotoran akan terdorong masuk.

Sebaiknya menggunakan beberapa metode lain, seperti, obat tetes telinga dan pergi ke dokter.

Hindari Menggunakan Cotton Bud
Memasukkan cotton bud, lidi yang dilapisi kapas, klip kertas, ataupun jepit rambut sebagai cara membersihkan telinga dalam justru berisiko merusak saluran atau gendang telinga.

Selain itu, alih-alih berhasil dikeluarkan, kotoran telinga dapat berisiko makin mengendap di saluran telinga.

Apa saja cara yang dapat dilakukan? Anda mungkin bisa mencoba cara berikut:

Gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Obat ini dapat melunakkan gumpalan sehingga mudah dikeluarkan. Bisa juga menggunakan minyak bayi (baby oil), gliserin, atau hidrogen peroksida.

Dua sampai tiga hari kemudian, miringkan kepala dan teteskan air hangat ke dalam saluran telinga yang bermasalah, kemudian miringkan kepala ke sisi lain untuk mengeluarkan kotoran telinga. Keringkan air dari saluran telinga, lap dengan handuk lembut.

Anda mungkin perlu mengulang proses ini beberapa kali hingga seluruh kotoran telinga keluar. Meski demikian, jangan gunakan cara ini jika Anda:
  1. Merasakan nyeri pada telinga. 
  2. Munculnya cairan dari telinga yang bukan terlihat seperti kotoran telinga. 
  3. Pernah menjalani operasi telinga. 
  4. Menduga mengalami gangguan gendang telinga. 
  5. Di sisi lain, metode ini pun juga berisiko membuat kotoran telinga yang melunak menjadi masuk lebih dalam ke saluran telinga.
Oleh karenanya, jika kotoran telinga tidak berkurang, segera periksakan telinga Anda ke dokter. Biasanya dokter dapat mengeluarkan kotoran telinga dengan alat kecil yang disebut kuret atau memakai alat sedot (suction).

Langkah lain, dokter mungkin akan merekomendasikan irigasi telinga, yaitu pengaliran air bertekanan untuk menghilangkan kotoran telinga.

Lihat videonya berikut ini :

Top