Kerasnya Pro dan Kontra, Atas Diungkapnya Nilai Kuliah Zadit Ternyata Nol

Komentar

Foto diolah wajibbaca.com dari berbagai sumber

Dibalik carut marutnya dunia politik, tiba-tiba muncul ke permukaan menjadi trending topik dimana-mana.

Tragedi aksi seorang mahasiswa Universitas Indonesia tiba-tiba meniup peluit dan mengangkat kartu kuning buat Presiden Jokowi, sontak saja viral di media sosial.

Sebenarnya apa sih yang terjadi dan kenapa mahasiswa ini sampai beri kartu kuning?

Di situs Spredfast, tagar #KartuKuningJokowi digunakan dalam lebih dari 30.000 cuitan sejak Jumat (02/02) siang sampai Minggu (04/02) siang, sementara tagar lain, #KartuKuningUntukJokowi juga digunakan, meski lebih sedikit, yaitu dalam hampir 3.000 cuitan.

Dia adalah Ketua BEM UI Zaadit Taqwa.

Aksi Zaadit itu dilakukan saat Presiden Jokowi memberikan pidato di acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia, Depok, pada Jumat (02/02).

Karena aksinya, Zaadit diamankan oleh Pasukan Pengamanan Presiden dan lansung dimintai keterangan oleh satuan pengamanan lingkungan kampus serta polisi yang ada disana.

Nah itu kejadian awalnya yang hingga saat ini komentar netizen di berbagai media jadi ramai.

Sebelumnya sampai diungkap bahwa nilai kuliah Zaadit ternyata tidak seperti prasangka banyak orang.







Ya...! Nilai kuliah Zaadit dibocorkan asisten dosennya. Meskipun akhirnya Angga Dito Meminta Maaf Secara Resmi seperti yang tertera dalam gambar diatas..

Berikut adalah isi surat dari Angga untuk Zaadit.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama                                   : Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si.
tempat dan tanggal lahir : Makassar, 6 Mei 1992
alamat tinggal                   : Jalan K.H.Ahmad Dahlan No.59 Depok

menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf kepada Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa , Ketua BEM UI 2018, dan pihak-pihak terkait sehubungan dengan tindakan saya menyampaikan kepada publik informasi nilai mata kuliah yang diambil oleh Sdr. Muhammad Zaadit Taqwa di Program Studi S1 Fisika FMIPA UI, di mana saya adalah asisten dosen untuk mata kuliah tersebut, melalui media sosial Twitter pada tanggal 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, Saya mengakui bahwa tindakan saya tersebut tidak etis secara akademik.

Dengan pernyataan ini, saya berharap semua pihak dapat memaklumi dan membuat permasalahan yang terjadi akibat tindakan saya tersebut tidak menjadi bertambah panjang.

Demikian surat pernyataan permohonan maaf ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa tekanan dari pihak manapun.

Depok, 6 Februari 2018.

Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si.

Sontak hal ini pun menjadi cercahan pro dan kontra para netizen. Ada yang mendukung Zaadit, namun banyak pula yang setuju dengan Angga Dito Fauzi,S.Si.,M.Si. yang bertindak sebagai asisten dosen untuk mata kuliah bersangkutan.


Sebelumnya anda baca dulu berita terkait hal ini:
- Tak Sulit Mengadu Domba Indonesia, Semudah Membalikkan Telapak Tangan





Yang pro dengan Angga Dito, mereka curiga bahwa Angga mendapat tekanan dari pihak tertentu setelah membocorkan nilai akademis ini, hingga akhirnya membuat pernyataan permintaan maaf resmi.

Dan lagi mereka menilai Zaadit tak pantas bila memberikan kartu kuning atas kinerja pemerintahan, sedang tugas-tugas kuliahnya saja belum diselesaikan.

Ada yang mendukung Zaadit, asalkan caranya sopan, dan yang lebih pro suka dengan sikap Zaadit yang dianggap mereka luar biasa karena tetap diam meski dia dikritik atas nilai nilainya...

Berita ini dimuat diberbagai media online dengan berbagai sudut pandang berbeda.

Berikut adalah judul-judul berita yang wajibbaca.com pantau.





Dan masih banyak lagi yang lain, pemberitaan tentang Zaadit masih ramai hingga saat ini.
Top