Kaki Melepuh, ini Cerita Polos Anak SD yang Disetrika Ibu Kandung Karena Jengkel Salah Kerjakan LKS

Komentar

Foto via tribunstyle.com

Sengaja ibu kandungnya menyiapkan setrika yang sudah dipanaskan

Anak polos ini mengakui perbuatan ibu terhadapnya, ibunya ini dengan sengaja telah mempersiapkan strika yang sudah dipanaskan, karena merasa jengkel dan marah sebab anak polos ini selalu salah mengerjakan LKS. 

Tak tega melihat kakinya yang melepuh akibat strika, meski begitu ibunya tetap menyuruh ia pergi kesekolah dengan kesakitan.

MR (7), siswa sekolah dasar yang disetrika NS (32), ibunya, memberi pengakuan dalam sebuah video.

Baca juga : Naudzubillah Fenomena Pabrik Bayi, yang Wujudkan Bayi dengan Cara Tak Lazim

Dengan wajah memelas dan suara yang agak lirih, bocah itu menceritakan tentang perlakuan yang ia dapat dari sang ibu kandung.

Korban mengaku bahwa ibunya sengaja memanaskan setrika untuk menghukumnya karena bandel.

Usai mendapat tindakan penganiayaan, korban tetap berangkat ke sekolah.

Kejadian yang dialami korban sebelum ke sekolah itu diketahui guru ketika ia tidak mau ikut upacara dengan alasan sakit.

Kemudian, ketika diperiksa, guru menemukan luka hampir di sekujur tubuhnya.

Barulah korban mengaku disetrika dan menceritakan kejadiannya.

Selain itu, disebutkan juga bahwa guru menemukan banyak luka bekas hasil kekerasan lainnya.

Video itu diunggah oleh pengguna akun Facebook Rie Olsen, Kamis (22/2/2018).


Menurut cerita polos anak ganteng ini,dia kena marah ibunya hanya gara2 salah melulu ngerjain LKS sehingga ibunya jengkel lalu ibunya dg sengaja memanaskan setrika utk melukai bagian paha anak ganteng ini.

Tp meskipun kesakitan dia tetap berangkat sekolah.Kendati begitu anak ini ijin utk tdk mengikuti upacara,ketika ditanya oleh pihak sekolah alasan anak ini tdk mau mengikuti upacara,disitulah permulaan terbongkarnya tindak kekerasan ibunya trhadap anak ini.krn setelah ditanya lebih detail,anak ini mengaku kesakitan sembari menunjukan luka setrika td.Tidak sampai disitu,pihak sekolah juga menemukan banyak luka disekujur tubuhnya.
Krn merasa sudah diluar batas kewajaran,barulah pihak sekolah melaporkan kejadian ini pada pihak berwenang.

Diketahui, insiden ini terjadi di rumah korban di Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (19/2/2018).

Baca juga :Bukan Dikubur Didekat Rumah, ataupun Harus Diberi Lampu, Begini Cara Mengubur Ari-ari Menurut Islam

LIHAT VIDEO PENGAKUANNYA INI :

Video pertama :





Video kedua :



Dilansir dari Kompas.com, Rabu (21/2/2018), pihak sekolah telah melapor kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), yang kemudian dilakukan penindakan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Korban sebelumnya telah mendapatkan perawatan oleh tim RSU Dr Slamet," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

"Pelaku tidak mengalami gangguan, mungkin kaget setelah kami amankan," tambah Budi.

Pelaku pun dijerat Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Tindakan Kekerasan terhadap Anak dengan ancaman 10 tahun penjara.
Top