Hanya Gara-Gara Knalpot Brong, Pemuda ini Tewas Mengenaskan Dibacok Tetangganya

Komentar

foto via detik.com

Inilah akibat kalau ugal-ugalan dijalan...

Awalnya senang karena suara knalpotnya nyaring dan besar, tapi kalau akhirnya bisa berujung fatal dan memakan korban jiwa, seperti yang dialami pemuda ini yang meninggal dibacok tetangga akibat knalpot brongnya.

Ngeri lihatnya....

Memang pemuda jaman now katanya kalau motornya tak pakai knalpot brong itu nggak keren.

Keren si keren, tapi kalau akhirnya bisa membahayakan diri sendiri gimana?

Kalau nggak ditangkap polisi ya dikroyok warga yang merasa terganggu akan suara knalpot brong. Bahkan ada yang berujung tragis.

Seperti yang dialami oleh pemuda ini, hanya gara-gara knalpot brong akhirnya nyawanya melayang karena dibacok tetangganya.

Pemuda itu adalah Roni Wijaya (22) warga Dukuh Sombro, Desa/Kecamatan Sooko, Ponorogo. Sementara si tetangga adalah Fery Setiawan (39).

Baca Juga : Biar Jera, Polisi Paksa Pemilik Motor Ini Dengerin Knalpot. Setuju?

"Memang benar ada pembacokan di Desa Sooko," ujar Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi Minggu (11/2/2018).

Suryo mengatakan, kasus itu berawal saat korban melintas di jalan gang depan rumah tersangka sebagaimana dikutip detik.com,  Korban melintas dengan menekan gasnya kuat-kuat (bleyer). Suara yang ditimbulkan pun sungguh berisik karena motor korban menggunakan knalpot brong.

Kebetulan saat itu tersangka sedang menjalankan salat Maghrib. Karena merasa terganggu dengan suara motor korban yang berisik, tersangka kemudian keluar sambil membawa sebilah pedang mencari pemilik motor.

"Setelah ketemu, tersangka marah-marah kepada korban dan langsung membacokan pedangnya ke korban. Bacokan itu mengenai lengan bagian kiri," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek sekitar lengan sepanjang 20 cm. Kemudian korban lari teriak minta tolong namun tersangka terus mengejar korban. Warga yang melihat itu lantas meredakan amarah tersangka.

"Setelah kejadian tersebut tersangka menyerahkan diri ke Polsek Sooko," terangnya.

Korban kemudian ditolong warga dan dibawa ke Puskesmas Sooko. Namun karena pendarahan terlalu banyak akhirnya korban dirujuk RSUD Harjono Ponorogo.

Baca Juga : Jelang Tahun Baru 2017, Polisi Larang Bengkel Layani Pasang Knalpot Brong

"Korban hingga saat ini masih menjalani perawatan medis disana, barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Polres Ponorogo," pungkasnya. 

Nah, ini sebagai pelajaran buat anak, pemuda yang suka memodif kendaraannya. Janganlah yang aneh dan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kalau tak mau kejadian yang menimpa pemuda ini terjadi pada kalian semua.

Dan buat para orangtua, jangan biarkan anakmu yang belum cukup umur untuk mengendarai motor.
Top