Dianggap Warga Rumah Unik, Namun Nasib Pria yang Tertidur ini Sangat Memprihatinkan

Komentar

Gambar diolah dari liputan6.com

Saya Bangga Punya Rumah Mungil Ini

Rumah unik bin aneh ini tanpa dinding. Namun, Kusno sangat menikmati dan kerasan tinggal di sana. Kusno adalah anak Mbah Sayem, seorang manula yang tinggal tak jauh dari rumah mungil itu.

Apakah ada rumah mungil dengan atap sangat rendah, yakni kurang dari 1 meter? Ada. Itulah tempat tinggal Kusno warga Dusun Gentan, RT 003 RW 005, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Mungkin bukan rumah, tetapi lebih tepat disebut sebuah bivak yang hanya cukup untuk berteduh.

Rumah unik bin aneh ini tanpa dinding. Namun, Kusno sangat menikmati dan kerasan tinggal di sana. Kusno adalah anak Mbah Sayem, seorang manula yang tinggal tak jauh dari rumah mungil itu.

"Niku larene pancen damel piyambak. Jarene mboten tega ngrepoti ibune sing pun sepuh. (Itu anaknya memang bikin sendiri. Katanya enggak tega merepotkan ibunya yang sudah tua)," kata Mbah Sayem.

BACA JUGA Ibu Meninggal Saat Berjuang Melahirkan 4 Hari Kemudian Ayahnya Meninggal, Malang Nasib Bayi Kembar Ini


Mbah Sayem lalu bercerita bahwa Kusno menderita kelainan jiwa. Karya yang ia banggakan kepada Mbah Sayem ini, sejatinya hanya tiang-tiang yang berdiri untuk menyangga genting. Luasnya tak sampai satu meter. Hanya cukup untuk berteduh dada hingga kepala, tentunya dengan posisi badan bertekuk.

"Larene remen kok. Awan bengi nggih teng mriku. Sing penting mboten ngganggu sanes. (Anaknya senang kok. Siang malam ya di situ. Yang penting tak mengganggu orang lain saja)," kata Sayem seperti yang dikutip dari liputan6.com.

Bagi orang umum mungkin memprihatinkan, tetapi bagi Kusno, "rumah" itu kebanggaan. Mbah Sayem menjelaskan bahwa Kusno selalu menyebut rumah-rumahan buatannya itu sebagai rumah, sehingga masyarakat menganggapnya sebagai rumah unik.
Top