Berkat Grup Facebook 'Info Cegatan Blitar', Aksi Penculikan Anak Terungkap

Komentar

foto diolah wajibbaca.com via akun faccebook Yuni Rusmini

Nah, ini penggunaan positif dari media sosial....

Penculik ini awalnya tak bayar bensin, lari begitu saja, siapa yang menyangka anak yang dibawanya itu hasil penculikan....

Seorang pria pengendara sepeda motor Yamaha Vixion melakukan tindak kejahatan di Blitar, Jawa Timur.

Pengguna akun Facebook Bastian Sisilver mengunggah sebuah video dan menceritakan ketika pria itu membeli bensin di kiosnya melansir dari tribunnews.com, Minggu (25/2/2018) malam.

Ia mengungkapkan bahwa pria tak berhelm tersebut membeli 9 liter bensin dan sekantung plastik jajanan.

Namun, pria itu mengaku lupa membawa dompet dan hendak pergi mengambilnya. Ia berniat meninggalkan kalung di kios itu sebagai jaminan.

Baca Juga : Ini Kata Kapolri Terkait Isu Perdagangan Organ Tubuh dan Penculikan Anak

Pemilik kios pun tidak mempercayainya dan meminta keponakannya untuk ikut dengan pria tersebut.

Keponakannya, yang bercelana pendek dalam video, kemudian turut menaiki sepeda motor pria yang datang dengan seorang gadis kecil itu. Setelah menunggu cukup lama, keponakan Bastian Sisilver tidak kunjung kembali.

Rupanya dia diturunkan di dekat pabrik di Karangrejo, Garum, Blitar. Fakta lain pun mengungkapkan bahwa ternyata bocah berbaju merah muda yang diboncengkan tadi adalah korban penculikan.

Sebuah unggahan di Facebook dari pengguna akun Sakura Kembange Prasetya, Minggu (25/2/2018) siang, berbunyi,

"Lur nyuwun tulung lekne ketemu ponakan kulo namine Dhea umur 7 tahun, dibawa orang naik Yamaha Vixion putih sekitar jam 11an waktu bermain di halaman. Ini fotonya. Tadi waktu dibawa kabur memakai baju kembang pink. Mohon jika melihat hub no 085649884226. Terima kasih."


Beruntung, polisi telah berhasil menangkap pelaku dan mengembalikan korban penculikan pada keluarganya.

"Radio ANDIKA 07.14. BRIPKA EKO HARI PRASETYO Kasi Humas Polsek Selopuro Blitar menginformasikan anggota Polsek Selopuro semalam berhasil menangkap pelaku penculikan anak usia 7 tahun.

Anak tersebut berinisial D, warga Desa Selokajang Kecamatan Srengat Blitar.

Baca Juga : Pesan Untuk Orang Tua, Waspada Modus Baru Penculikan Anak, Pelaku Pura-pura Jadi Driver Ojek Online

D dibawa oleh R, warga Desa Purwokerto Kecamatan Srengat yang mengalami gangguan jiwa dengan mengendarai sepeda motor Vixion warna putih.

Informasi tersebut didapatkan Polsek Selopuro dari Polres Blitar Kota. Setelah mendapat informasi jika R mengarah ke Selopuro Blitar, Polsek Selopuro melakukan penghadangan.

R berhasil dihadang dan diamankan ke Mapolsek Selopuro.

Kejadian ini juga telah dilimpahkan ke Polres Blitar Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (mif)," tulis pengguna Facebook @ag243 pada sebuah unggahan beritanya, Senin (26/2/2018) pagi.

BERIKUT VIDEO DETIK-DETIK PENCULIKAN



Akhirnya pelaku terungkap berkat grup facebook 'Info Cegatan Blitar'

Aksi penculikan anak berhasil digagalkan berkat partisipasi komunitas medsos. Adalah anggota
komunitas Info Cegatan Blitar (ICB) yang melaporkan awal kasus penculikan itu.

Dengan akun FB Erlya Meika, anggota ICB ini meminta bantuan netizen menginformasikan keberadaan keponakannya yang bernama Dhea (7). Dalam postingan Minggu (25/2) sekitar pukul 11.00 wib, Dhea dikabarkan hilang saat bermain di halaman rumahnya wilayah Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar sebagaimana dikutip detik.com.

Baca Juga : Bunda.. Waspadai Kasus Penculikan Anak, Bocah 6 Tahun Di Culik Pria Tak Di Kenal Dan Di Jadikan Pengemis

Informasi yang dihimpun beberapa tetangga, korban diketahui dibonceng seorang pria naik sepeda Vixion warna putih. Korban saat itu memakai baju berwarna pink.

Akun FB 'Mas Ichi' merespon 17 menit kemudian. Dia menceritakan kakaknya bertemu pelaku di wilayah Bendo Tugurante, sekitar 15 km arah timur dari lokasi penculikan. Kakak Kang 'Mas Ichi' melihat pelaku menurunkan salah satu anak perempuan dari boncengannya.

Sedangkan bocah perempuan lain yang diduda Dhea tetap dibonceng dan melaju ke arah timur.


foto via detik.com

Sementara bocah perempuan yang diturunkan dalam keadaan menangis dan kondisi badannya kusut. Dan sekitar pukul 13.00 wib, akun FB 'Demit Pring' juga mengunggah posisi pelaku saat membeli bensin dan makanan kecil, di Dusun Sumberejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum. Bahkan akun ini juga sempat merekam dalam videonya.

Tampak pelaku beserta korban naik motor, lalu diikuti seorang pria lain membonceng di belakang. Ternyata ceritanya, pelaku tidak membayar bensin senilai Rp 90 ribu dan makanan kecil satu kresek penuh. Dia berdalih dompetnya ketinggalan dirumah.

Baca Juga : Waspada Modus Penculikan Baru! Pelaku Menyamar Sebagai Tamu

Pemilik warung lalu menyuruh anak lelakinya mengikuti pelaku, untuk mengambil uang di rumah pelaku.

Namun pelaku justru menurunkan anak lelaki itu di perbatasan des, dan meninggalkannya melaju ke arah timur. Unggahan di grup ICB ini berakhir pada pukul 23.00 wib. Admin ICB, Sinyo mengupload pelaku berhasil ditangkap polisi di wilayah Selopuro.

Sementara Kapolsek Selopuro, AKP Muhaimin membenarkan peristiwa itu.


foto via akun facebook Yuni Rusmini

"Tempat kejadian perkara di Kecamatan Srengat yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota. Lalu kami mendapat laporan dugaan pelaku mengarah ke wilayah hukum Polres Blitar. Hasil koordinasi, saya perintahkan anggota melakukan pengawasan, dan benar mencurigai seorang pengendara Vixion putih yang membonceng bocah perempuan. Alhamdulillah pelaku sudah kita amankan sekitar pukul 22.30 wib saat melintas di wilayah Selopuro," kata AKP Muhaimin dikonfirmasi, Senin (26/2/2018).

Kepada detikcom, polisi mengaku memantau posisi pelaku melalui setiap unggahan foto dari anggota ICB. Admin ICB, Sinyo sangat berterima kasih pada semua anggota yang berpartisipasi dalam mengungkap kasus penculikan anak ini.

"Kami sepakat menggunakan medsos untuk hal-hal positif, yang bermanfaat untuk seluruh warga Blitar Raya. Dan Alhamdulillah postingan dulur-dulur dalam kasus ini, dinilai sangat membantu pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya," pungkasnya.
Top