Allah Selalu Bukakan Jalan Untuk yang Bersungguh-sungguh, Berkat Jualan Belalang Goreng Bisa Umroh

Komentar

Gambar diolah dari intisari.grid.id

Belalang dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai hama yang merugikan petani.

Namun siapa yang menyangka, belalang itu membawa nasib yang baik bagi pasangan suami istri Sukir dan Suliani, warga Dusun Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Tak hanya untuk menghidupi keluarga, bahkan sampai membawa mereka terbang ke tanah suci untuk beribadah umroh.

Awalnya, Sukir hanya menjual belalang gorengan kemasan, seiring respon masyarakat yang baik dia terpikir untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan dengan memproduksinya secara langsung.

"Saya belajar dahulu ke orang-orang yang sudah memproduksi belalang goreng, tanya-tanya kepada mereka yang ahli. Tahapnya cukup lama. Sampai akhirnya kita bisa berjualan sendiri," ujarnya.

BACA JUGA: Benarkah Mimpi itu Petunjuk? Jangan Abaikan 5 Mimpi ini Ada Hubungannya Dengan Hidup Anda


Awal-awal berjualan, tak banyak pembeli yang membeli belalang goreng buatannya.

Hanya satu atau dua orang yang lewat di Jalan Yogyakarta-Wonosari.

Namun Sukir dan istrinya tak patah arang Mereka tekun berusaha.

Sejak pagi pukul 07.30, mereka sudah berjualan, menanti para pembeli.

Selama dua tahun terakhir omset penjualan belalang goreng yang dijual dadakan ini terus meningkat.

Rata-rata dia bisa menjual 20 sampai 40 toples kecil, satu toples dihargai Rp 25.000.

"Kadang menghabiskan 2 sampai 6 kg belalang mentah sehari. Kami datangkan dari kebumen, dan kulonprogo karena disini sudah tidak banyak," ujar Sukir.

Tak hanya berjualan di pinggir jalan, anak semata wayangnya Rahmat Setiyawan mengembangkan bisnis yang dirintisnya ini.

Rahmat berjualan belalang menggunakan akun media sosial Facebook.

Tak lagi menggunakan toples tetapi menggunakan wadah lebih bagus menggunakan plastik flip sehingga nilai jualnya lebih tinggi.

Produknya pun bisa dikirim ke berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

"Untuk luar kota, langganan pesanan berasal dari Bali. Untuk luar negeri, pesananan datang dari Hongkong, Singapura dan Malaysia," ucap Sukir.

Berkat jerih payah merek, kini Sukir san Suliani dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Rahmat, putra tunggal mereka yang dahulu merupakan harus putus sekolah karena keterbatasan biaya saat itu, kini kehidupannya semakin membaik.

Tak hanya itu, berkat dari penjualan belalang goreng bahkan mampu membawa pasangan suami istri ini terbang ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh.

"Rejeki ini hanya titipan. Bagi kami, yang paling penting adalah akhirat nanti mas," katanya.
Top