7 Fakta Diungkap dari Peristiwa Wanita yang Sengaja Simpan Mayat Suami dan Anaknya

Komentar

Sumber gambar intisarionline

Fakta-fakta jasad yang disimpan selama 2 tahun


Jauh sebelum penemuan dua mayat yang telah menjadi kerangka tulang belulang, warga setempat kerap mencium aroma busuk jika melewati rumah itu.

Polisi terus melakukan penyelidikan paska penemuan dua jasad, di sebuah rumah di Gang Nusa Indah 6 RT 07/17 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Kini Anggota Satreskrim Polres Cimahi akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari kebenaran daging kerangka mayat, Hera Sri Herawati (50) dan Nanung Sobana (85).

Berdasarkan informasi yang dihimpun warga pernah melihat istri Hanung, Neneng Hatidjah, membuang sesuatu di dalam kresek yang diduga bangkai atau daging.

Fakta-fakta jasad yang disimpan selama 2 tahun

Jauh sebelum penemuan dua mayat yang telah menjadi kerangka tulang belulang, warga setempat kerap mencium aroma busuk jika melewati rumah itu.

Sejumlah fakta terungkap bersama penemuan kedua mayat itu, seperti yang dikutip dari Grid.ID berikut.

1. Jenazah itu merupakan ayah dan anak.

Dua jenazah yang berada di tengah rumah Neneng, merupakan suami dan anaknya.

Nanung Sobana, suami Neneng, meninggal pada 2016 lalu di usianya yang ke-85.

Sementara, jenazah satunya lagi merupakan anak pertama dari pasangan Neneng-Nanung, Hera, yang menutup usia pada umur 50 tahun pada Desember 2017.

Menurut, Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, rumah tersebut dihuni satu keluarga sebanyak 5 orang dan 2.

2. Diletakkan di dua tempat yang berbeda

Walau diletakkan di satu ruangan yang sama. Jenazah Nanung dibaringkan di atas kursi dengan ditutupi sarung.

Sedangkan, Hera dibaringkan di atas kasur yang digelar di atas lantai.

3. Warga Sering Mencium Bau Bangkai

Salah seorang warga RT 07, Katrin (47) mengatakan dirinya kerap mencium bau seperti bangkai tikus itu selama satu tahun ketika melewati rumah tersebut.

"Ketika melewati rumah itu, sering mencium bau tidak sedap, seperti bau tikus," ujar Katrin saat ditemui dilokasoli penemuam mayat, Selasa (30/1/2018).

Namun, kata dia warga tidak pernah menanyakan terkait kecurigaan tersebut, karena pemilik rumah yakni Neneng Hatijah (74) tidak pernah terbuka.

4. Ditemukan oleh Petugas Kesehatan

Pegawai Puskesmas Melong Asih Zaki Rahman (42), terperanjat ketika membuka dua kerangka manusia yang ditutup dengan kain sarung di rumah milik Neneng Hatijah (74) di Gang Nusa Indah 6 RT 07/17, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Zaki merupakan salah seorang pegawai Puskesmas Melong Asih yang melakukan pendataan kesehatan ke rumah milik Neneng.

"Di dalam rumah itu kondisinya sangat berantakan dan bau tidak sedap serta ada dua orang dewasa yang ternyata anak ke dua dan anak ke tiga Neneng," ujar Zaki Rahman saat ditemui dilokasi kejadian, Selasa (30/1/2018).

Zaki mengatakan, ketika kain sarung tersebut dibuka ada kerangka manusia dengan posisi telentang, tak lama dari itu, Zacki dan Ketua RT langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Cimahi Selatan.

5. Ditemukan Keris, Botol Pewangi, Bunga dan Benda Klenik Lainnya

Aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan dua kerangka manusia, menemukan sejumlah botol pewangi yang sudah kosong dan sejumlah keris serta bunga.

Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan hingga saat ini masih melakukan pengembangan kasus penemuan dua kerangka tersebut.

BACA JUGA: Wanita Ini Simpan Jasad Suami dan Anak Hingga Tinggal Tulang, Begini Menurut Islam

6. Percaya Anak dan Suaminya Bangkit Kembali

Neneng menyimpan mayat suami dan anaknya itu karena merasa mendengar bisikan ghaib kalau keduanya akan bangkit lagi.

Sehingga kata dia, Neneng percaya dan enggan untuk menguburkan mayat suami serta anaknya yang telah meninggal sejak satu tahun yang lalu itu.

"Kita sudah mengamankan Ibu Neneng, sedangakan, anak keduanya langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

7. Neneng Sadar Perbuatannya Tak Wajar

Neneng Hatidjah (76), istri yang menyimpan kerangka suami dan anaknya menyadari jika tak wajar menyimpan jasad di dalam rumah. Namun Neneng tak mau memberi tahu warga soal kematian suami dan anaknya.

"Takut warga enggak percaya. Soalnya saya dapat hidayah (tidak menguburkan jasad suami dan anak)," ucap Neneng saat diperiksa di Mapolsek Cimahi Selatan, Selasa (30/1).

Saat petugas memberikan sejumlah pertanyaan, Neneng pun menjawab dengan jelas. Tak ada jawaban yang tak sesuai. Neneng pun menjelaskan alasannya menyimpan kerangka dua anggota keluarganya itu.
Top