3 Tujuan Ketua BEM UI yang Nekat Beri "Kartu Kuning" Pada Jokowi

Komentar

Foto via planet merdeka.com

Aksinya menuai kencaman dari netizen

Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, tiba-tiba memberikan "kartu kuning" pada Presiden Jokowi pada acara Dies Natalis UI ke-68 saat pak Jokowi menyampaikan pesan-pesannya, netizen pun dibuat geger mempertanyakan apa maksud dari aksi Zaadit itu?.

Aksi 'kartu kuning' yang dilakukan ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa, membuat geger netizen. Banyak yang mempertanyakan maksud dari aksi nekatnya tersebut.

Baca juga : Sudah Diingatkan Jangan Memakai Kombinasi Pin ATM Gini, Wanita ini Menyesal Telah Kebobolan

Diketahui Zaadit tiba-tiba muncul memberikan 'kartu kuning' kepada Jokowi saat acara Dies Natalis UI ke-68, sebagaimana dilansir dari planetmerdeka.com

Aksi tersebut kemudian dihalau Paspampres tanpa kekerasan dan tanpa perlawanan. Pihak Istana sudah menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tidak tersinggung dengan kejadian tersebut.

Zaadit lalu menyampaikan bahwa aksinya ini murni adalah inisiatif BEM UI dan BEM 6 fakultas lainnya.

Tidak ada unsur paksaan atau dibayar oleh oknum tertentu. Aksi ini tidak terkait dengan aksi lain atau difasilitasi organisasi lain termasuk Jaringan Aktivis Kampus (JAK)

Tujuan Zaadit sendiri melakukan ini bukanlah untuk menghina, mempermalukan, atau menjelek-jelekkan nama baik Jokowi.



Ia hanya ingin memperingatkan Jokowi untuk bisa melaksanakan tugas-tugasnya yang belum selesai. 

Adapun aksi Zaadit ini membawa 3 pesan untuk Jokowi agar dijadikan perhatian. Tiga pesan tersebut antara lain:

Pertama, terkait masalah gizi buruk di Papua. Ia ingin agar hal ini menjadi perhatian dan segera dilakukan tindakan khususnya di Kabupaten Asmat.

Kedua, yakni terkait Plt atau jabatan gubernur yang berasal dari perwira tinggi TNI/Polri.

Ketiga, adalah soal Permenristekdikti tentang Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang dapat mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

Baca juga : Pesan Terakhir Bocah SMP yang Dituduh Mencuri Hp "Guruku adalah neraka bagiku"

M. Zaadit Taqwa juga memberikan penjelasan tentang visualisasi mimpi yang ingin ia capai.

“Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing.”

Kalimat itu menjadi pembukaan dari visualisasi mimpi seorang pemuda bernama Mohammad Zaadit Taqwa. Ia menulisnya dua tahun lalu, tahun 2016.

Ketua BEM UI 2018 itu belakangan memang menjadi perbincangan di media sosial. Sebab ia memberikan kartu kuning untuk Presiden Jokowi saat dies natalis ke-68 Universitas Indonesia.

Sebuah keresahan anak muda tentang kondisi bangsa yang makin memprihatinkan. Jokowi dinilai tak piawai mengelola tiga isu.

Tiga Isu tersebut yaitu gizi buruk yang menimpa Suku Asmat, isu Penjabat Gubernur dari Polri dan terkait Permenristekdikti tentang Organisasi Mahasiswa.

“Barangsiapa mengetahui jauhnya perjalanan, maka ia akan bersiap-siap.”

“Maka izinkan aku menceritakan rencana perjalananku,” ungkap pemuda yang akun Instagramnya dirubung 847 komentar itu.

Ia pun memulai menggambarkan tentang tahun per tahun impian yang harus ia rajut.

2016. Di sini aku sekarang. Mahasiswa Fisika FMIPA UI. Ketua HMD Fisika FMIPA UI. Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

2018. Lulus dari Fisika UI. Melanjutkan studi S2 di Inggris

2021. Menemukan pendamping hidup

2022. Lulus S2. Mohammad Zaadit Taqwa, S.Si, M.Sc

2026. Kembali dan mengabdi sebagai dosen di Fisika FMIPA UI

2027. Mengakuisisi dan membangun kembali Yayasan SMA Hayatan Thayyibah Sukabumi

2028. Kembali melanjutkan studi S3 di Eropa

2030. Naik haji sekeluarga

2032. Dr. H. Mohammad Zaadit Taqwa, S.Si, M.Sc

2036. Membangun sekolah di pelosok Jawa Barat

2042 Memberikan beasiswa kepada 1000 anak yatim

2052. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik 2052

2058. Gubernur Provinsi Jawa Barat

“Jalan yang harus kulalui masih sangat panjang. Ke depan, mungkin jalan ini akan semakin sulit dan membingungkan. Tapi kuyakin satu hal, bahwa Allah akan berikanku petunjuk dan arahan. Agar aku dapat menempuh jalan yang selalu kuimpikan. Dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Ini jalanku. Mohammad Zaadit Taqwa.”
Top