Tampik Hijrahnya Hanya Ikut Tren, Ternyata ini Satu Sebab Dimas Seto dan Istri Hijrah

Komentar


Untuk apa? Tujuannya apa? ya hanya mendekatkan diri dengan Allah, agar hidup di ridhoi Allah

Sepasang suami istri ini sepakat untuk berhijrah, Dini membuat keputusan besar dengan berhijab, sedangkan Dimas Seto semakin tertatik mendalami pengetahuan seputar agama, Dimas Seto juga menampik jika hijrahnya bukan sebuah tren melainkan kebutuhan.

Banyaknya kalangan artis yang memutuskan berhijrah membuat kata hijrah sering diartikan sebagai sebuah tren. Terkait hal ini, artis Dimas Seto, yang juga kini tengah memperdalam ilmu agama, menanggapi hal tersebut.

Baca juga : Penyesalan ibu,"Bayiku sayang, maaf karena ibu terlalu mendengarkan omongan orang lain"

Menurut Dimas, memperdalam ilmu agama adalah kebutuhan, bukan hanya sekadar mengikuti tren.

“Aku sih gak nganggep (hijrah) itu sebuah tren, aku ngelihat itu sebagai sbuah kebutuhan. Itu bukan tren buat aku karena kita sebagai manusia memang harus kembali ke track yang benar,” kata Dimas melansir dari Tribunnews.com, Minggu (21/1/18).

Diketahui jika Dimas dan sang istri, Dhini Aminarti, saat ini semakin mendekatkan diri kepada agama. Mereka berdua kompak berhijrah ke kehidupan yang lebih baik.

Pria berusia 38 tahun itu juga mengatakan, bahwa sebagai manusia akan selalu membutuhkan ilmu serta lingkungan yang baik.

“Untuk apa? Untuk mendapatkan ridho Allah, hidup kita, langkah kita bener. Tujuannya apa? Agar kita semua masuk surga. Kan simpel sbnrnya. Jangan anggap itu sebagi tren, kita harus berprasangka baik,” ujarnya.

Memang benar yang dikatakan Dimas Seto Hanya Ada satu sebab ya untuk mendapatkan Ridho Allah dan juga kembali ke jalan yang benar, tujuannya untuk menghuni surga yang diimpikan banyak orang.

Dimas juga menggarisbawahi peran publik figur dalam tanggung jawabnya menyebarkan hal-hal yang positif. Terlebih, melalui media sosial.

“Mudah-mudahan temen-temen semua punya tanggung jawab yang sama. Kita sebagai pelaku seni tanggung jwbnya besar. Followers kita yang ratusan jutaan, apa (media sosial) yang kita pake itu apa sudah menyebar kebaikan?,” tutup Dimas

Keputusan itu diambil Dini dengan satu sebab. Dia tidak ingin membebani almarhum sang ayah dengan dosa yang telah dia lakukan. Pun demikian pula, Dini tidak ingin membebani sang suami di akhirat kelak.

Baca juga : Cuma Gara-Gara Casing Hp, Pelanggan Tega Bacok Pemilik Counter Hingga Lengan Nyaris Putus

Sebagaimana dikutip dari dream.co.id, Dini dan Dimas berkenan membagi kisah hijrah mereka. Berikut petikan wawancara Dini dan Dimas.

Percakapan dengan Dini :

Bisa diceritakan bagaimana proses Anda berhijab?

Dimas pingin banget aku berhijab, dari awal menikah setiap aku berhijab dia selalu bilang 'Masyallah istri aku cantik banget'. Tapi namanya hidayah baru datang beberapa minggu lalu.

Pengalaman spiritual apa yang menandai hidayah itu?

Pertengahan Januari aku baca artikel dari teman aku. Aku baca di Sosmed dan aku penasaran. Setelah baca, aku nangis dan bergejolak.

Aku lari ke mama. Orang yang pertama kali aku ceritakan itu ya mama. Terus mama bilang, kalau kamu udah niat, sudah bulet jangan buka tutup ya, mama nanti malu dan Dimas juga malu.

Dua malam aku nggak bisa cerita sama Dimas, nanti aku diceramahin lagi. Tapi akhirnya, bismillah, aku cerita ke Dimas.

Apa yang membuat Anda mantap untuk akhirnya berhijab?

Aku baca artikelnya itu satu minggu sebelum aku pakai (berhijab). Aku memang mau pakai saat ulang tahun almarhum papa pas tanggal 22 Januari.

Dan sebenarnya niat memang sudah lama, sudah pingin banget pakai tapi masih aduh-aduh terus. Jadi, masih setengah-setengah. Aku tersentil saat baca artikel itu.

Apa isi artikel tersebut sehingga Anda begitu terpengaruh?

Isinya itu menceritakan ada dua orang perempuan. Satu sudah berhijab dan satu lagi belum. Anggap saja yang belum itu aku, karena itu seperti apa yang selalu aku rasakan ketika orang nanya 'Din kapan berhijab?’

Ya doain aja ya, yang penting hati aku dihijabin dulu. Pada akhirnya kepikiran kok sama ya. Dan kelanjutan di mana kedua orang ini pergi ke taman surga, lalu yang belum berhijab bilang:

‘Masyallah ini indah banget, dimana ini?
Ini taman surga
Kalau surga letaknya dimana?
Surga ada di balik taman ini
Tiba-tiba perempuan yang belum berhijab ini jalan menuju ke pintu surga dan bilang, loh kok aku nggak bisa masuk sih.
Loh kamu kan bilang kalau kamu mau berhijab tapi hati kamu dulu yang dihijabin. Begitu pula dengan surga kamu tidak akan bisa melihatnya. Kamu lihat saja surga dari neraka.’

Habis itu perasaan saya, ya Allah.

Anda segera memutuskan berhijab waktu itu?

Aku masih belajar jadi muslim yang baik sejauh ini. Salat, alhamdulillah pasti lima waktu dan melaksanakan kewajiban lainnya.

Tapi aku ingin apa yang sudah aku perjuangkan tidak sia-sia. Kasihan Papa aku sudah nggak ada, apalagi di saat aku masih muda, sehelai rambut pun itu dosanya ditanggung sama bapaknya.

Aku ngerasa bersalah. Duh, aku nggak mau gara-gara aku papa aku jadi susah untuk masuk surga. Mungkin ini memang sudah jalannya dan aku nggak mau suami aku juga berdosa.

Aku sampai bilang nggak mau semua orang yang jadi menanggung dosa-dosaku.

Siapa orang pertama yang Anda beri tahu tentang niat berubah ini?

Pertama kali sharing, beraninya aku bilang sama mama. Dua hari kemudian aku baru berani bilang ke suami, sebenarnya aku deg-degan mau bilang ke suami.

Aku takut banget kalau mau ngomong sama Dimas, bingung aja kalau mau ngomong sama dia.

Dimas sangat amat ingin aku berhijab, setiap aku ada acara pengajian dia selalu bilang 'Masyallah istri aku cantik banget kalau pakai hijab'. Itu nyentil aku banget. Aku selalu bilang ya sudah doakan saja.

Baca juga : Agar Istri Tak Merasa Kurang Diperhatiin Suami, ini 13 Hal Sederhana yang Harus Dilakukan Suami

Adakah orang lain di luar keluarga yang memberi pengaruh besar kepada Anda untuk berhijab?

Ada seorang teman yang dari dulu memang sudah berteman. Lalu satu pengajian juga. Dia yang kirim link dari Facebook yang judulnya 'Kisah Wanita Taat Beribadah Namun Tak Bisa Masuk Surga karena Menyepelekan Hal Ini'.

Aku sampai serem banget lihatnya apalagi aku di rumah sendirian malam-malam. Lihat gambar pakai kain kafan dan aku jadi penasaran. Jadi langsung buka.

Aku sharing sama sepupu yang sudah berhijab dan yang membuat aku yakin kemudian adalah setelah aku sharing sama mbak Pipik.

Beliau bilang hidayah Allah itu datang pada orang-orang pilihan Allah. Jadi kalau sekarang kapan lagi, seperti saat mengenang almarhum Uje, bahwa tentang umur siapa yang tahu.

Perubahan besar apa yang dirasakan setelah berhijab?

Lebih nyaman dalam artian segalanya. Hati lebih tenang dan tidak terlalu ngoyo ya. Ketika ditanya apa nggak panas, Alhamdulillah tidak, saya dikasih kemudahan dan kelancaran.

Apakah ada kesulitan saat awal-awal mengenakan hijab?

Kesulitan nggak ada, karena dari dulu aku pakai baju sudah tertutup. Hanya saja sekarang lebih tenang batin dan tenang hati. Alhamdulillah, apa yang aku kerjain selama ini, rezeki aku semakin bertambah.

Inspirasi gaya berhijab biasanya datang dari mana?

Aku suka banget gayanya Inneke Koesherawati. Tapi kalau untuk konsultasi ke mbak Pipik, jadi aku sharing sama beliau. Beberapa hari sebelum berhijab aku bertemu sama beliau dan aku bilang deg-degan banget.

Lalu konsultasi juga baju-baju aku kaya kaos-kaos digimanain, dan sama mbak Pipik disarankan buat disumbangkan atau diberikan ke salah satu tempat di Solo yang jadi pengrajin baju-baju yang tidak terpakai.

Kalau style berhijab lebih suka seperti apa?

Kalau aku pada dasarnya sebelum dan sesudah berhijab sama saja, lebih suka bergaya kasual. Lebih suka pakai celana.

Jadi, tergantung acara dan momen apa. Sedangkan untuk hijab aku lebih suka simpel, kadang kalau pakai pashmina cuma dililit kaya orang Saudi.

Apakah ada penggemar yang ikut terbawa dengan perubahan Anda saat ini?

Iya, ada. Apalagi dengan adanya sosmed ya. Jadi, ada yang komentar begini ‘dengan adanya mbak Dini berhijab aku tersentuh’, dan mendengar kisahku dia sekarang jadi berhijab.

Namanya juga kewajiban muslim untuk berhijab cuma waktu nggak bisa dipastikan kapan hidayah akan datang. Cuma diri kita sendiri yang harus mencari hidayah itu sendiri.

Banyak dapat ucapan atau kiriman barang-barang dari artis lain setelah Anda berhijab?

Alhamdulillah, ada beberapa yang menawarkan, tapi minta diposting. Tapi dengan berat hati dan minta maaf aku nggak bisa melakukan hal itu.

Adakah pesan kepada para artis yang belum berhijab dan sempat merasakan kegalauan seperti Anda?

Ada satu artis ketika aku sudah berhijab dia ngomong, ‘aduh kak aku pingin banget berhijab tapi aku bingung setiap aku syuting selalu dapat karakter antagonis.’ Aku bilang ke Dimas, ‘Bagaimana ya yang aku balasnya biar tidak terkesan menggurui.’ ‘Ya sudah kamu bilang saja banyak-banyak berdoa minta petunjuk sama Allah’ dan itu memang saran yang paling tepat menurutku.

Dalam kesempatan tersebut, Dream juga berkesempatan mewawancarai suami Dhini Aminarti, Dimas Seto. Kami mencoba menggali perasaannya setelah mengetahui sang istri berhijab

Percakapan dengan Dimas Seto

Bagaimana tanggapan Anda saat melihat istri Anda berhijab?

Dari awal menikah Dini sudah tahu kalau suaminya sangat menginginkan istri yang berhijab. Melalui proses yang panjang, Alhamdulillah, sekarang sudah terealisasi dengan kesadaran dia sendiri.

Sebagai seorang muslimah yang punya niat baik dan karena dia sayang sama suaminya. Bagaimanapun dosa seorang istri yang menanggung itu suaminya. Jadi, insya Allah ini akan mempermudah langkah suaminya untuk masuk surga.

Sebagai kewajiban dalam hal ini Dini tidak mengalami pemaksaan. Aku hanya ingin memberikan pengarahan istriku ke jalan yang lebih baik. Lambat laun ya, Alhamdulillah, hasilnya seperti sekarang.

Apakah ada cara khusus untuk mengarahkan istri agar segera menutup aurat?

Aku sistem pengarahannya tidak memaksa karena memakai hijab kan kewajiban pribadinya sebagai muslimah.

Aku hanya mengarahkan dengan membagi pemahaman ilmu agama aku tentang hukum berhijab itu seperti apa. Lalu lingkungan yang mendukung dan teman-teman yang baik juga.

Kebetulan Dini kan dekat dengan Umi Pipik dan Oki Setiana Dewi. Jadi, informasi-informasi gampang didapat.

Dengan lingkungan yang baik, insya Allah, kita akan dapat ilmu yang baik-baik juga. Alhamdulillah lingkungan yang baik mempermudah tugas aku menjadi suami yang baik.

Dan sepertinya kalau ngomong sesama perempuan itu akan lebih pas ya, lebih mudah dipahami.

Di mana Anda terbiasa memperdalam pengetahuan keagamaan?

Banyak tempat dan ada juga kajian rutin yang kami ikuti. Dan itu terbuka untuk umum. Sedikit banyak dengan mengikuti kegiatan semacam ini tak hanya berpengaruh sama Dini tapi ke aku pribadi.

Ilmu kan selalu kita cari, nggak ada batasan apalagi saat kita yang porsinya masih belajar, masih jauh dari cukup, jadi masih perlu banyak bertemu dengan orang-orang yang lebih pandai ilmu agamanya.

Anda suka memuji istri saat mengenakan hijab. Benarkah?

Ya cara-cara seperti itulah, cara-cara sederhana dengan pujian dalam arti yang gombal tidak sepenuhnya gombal. Dengan sentilan-sentilan seperti itu mendorong dia untuk berpikir lebih jauh.

Kadang hal kecil, perilaku kecil dan omongan yang singkat akan lebih mengena dibandingkan dengan omongan panjang lebar.

Kembali lagi pada satu hal, kalau kita ingin membawa orang ke arah lebih baik tidak harus dibicarakan lebih dahulu. Contohnya kaya seperti itu tadi malah lebih mengena.

Ada ayat atau hadits yang sering digunakan untuk mengingatkan istri Anda?

Tidak ada. Saya bukan ustaz dan ilmu agama saya masih minim. Dari orang-orang yang saya anggap sumber ilmu itu yang banyak membantu posisi istri saya. Dini yang ingin memperdalam ilmu agama, saya sebagai suami otomatis juga termotivasi ingin memperdalam agama.

Bagaimana perasaan Anda melihat istri pertama kali mengenakan hijab?

Senang pastinya, senang karena saya selalu memuji dia kalau pakai hijab apalagi sekarang dia benar-benar sudah memakai hijab yang datang dari keinginannya sendiri.

Apakah ada tawaran pekerjaan bersama setelah Dini berhijab?

Mengalir sajalah kalau job apa saja yang Allah berikan. Di balik saja pemikirannya, kalau kita di jalan Allah dan ikhlas melakukannya.

Tidak ada maksud apa-apa dengan unsur-unsur yang duniawi. Insya Allah akan diberi lebih dari apa yang kita inginkan.

Top