Susah Payah Beramal Shalih Namun Pahala Diberikan Orang Lain di Akhirat Kelak, ini yang Ada Dipundaknya

Komentar


Ada seorang… Supaya saya tunjukkan kepada bapak ibu, saking bahaya lidah itu, kalau kita tidak menjaga ucapan kita.

Ini cerita, terjadi sama seorang jamaah haji. Kakak-adik, laki-laki sama adiknya perempuan. Yang laki-laki, karena istrinya sedang hamil, tidak sempat membawa istrinya naik haji. Akhirnya dia membawa adiknya yang perempuan.

Begitu dia menjalankan ibadah haji, thawaf, safa, marwa, dan ibadah-ibadah yang lain, Arafah, Muzdalifah, sampai terakhir, ke lempar jamarat. Kan lempar jamarat, 3 hari; 11, 12, 13. Kata si laki-laki ini kepada adiknya yang perempuan, “Ayuk kita segera lemparkan hanya 11 sama 12, tidak ganjil, lebih cepat. Supaya kita 12 bisa segera pulang, soalnya saya rindu sama istri saya.” Apa kata adiknya yang perempuan?, “Apa yang kamu rindukan sama dia? Pendek, dan tidak cantik.” Itu saja ucapannya. Si laki-laki, kakaknya, pendiam, diam.

Istrinya yang ada di negerinya, melihat mimpi, dirinya sedang berhaji. Dibawakan mimpi itu kepada seorang ulama yang mentafsirkan mimpi. Disampaikan ceritanya begini, begini. Kata ulama itu, “Padahal perempuan itu tidak ibadah haji, tapi kok bisa mimpi? Suami saya saja yang berangkat.”

Apa beliau mentafsirkan?

“Coba tanya sama suami kamu, siapa yang menemani waktu haji?” Dia bilang, yang temani adalah adiknya yang perempuan. Kata beliau, “Ada sebuah kata yang telah diucapkan oleh adiknya yang perempuan, mengakibatkan ibadah hajinya dihadiahkan untuk kamu.” Itu tafsir mimpi.

Berarti, kata, “Apa yang kamu rindukan, dia pendek, kemudian ngga ada cantiknya,” menghapus ibadah hajinya, diambil sama istrinya si laki-laki itu, yang tidak sempat haji.

Itu memberikan tanda, bahaya lidah. Dan saya sudah sampaikan, Allah sengaja menaruhkan lidahnya dalam mulut yang ada dua pintu; dua bibir dan dua gigi. Dia tidak mudah keluar. Jadi kalau mau keluar lidahnya, angkat giginya, angkat bibirnya, berarti proses, kan. Tapi terlalu kita gampang, akhirnya kita tidak sadar.

Kata Rasulullah, “Barangsiapa yang menjaminkan ini (lidah), saya jamin dia masuk surga.” Biarpun kurang ibadah, biarpun kurang shalat malam, lail, yang lain, masih banyak kekurangan, tapi kata Rasul, “Ini (lidah), Kamu jamin ini (lidah)? Saya jamin kamu masuk surga.” Shadaqa Rasulullah seperti yang dikutip dari syahida.com.

Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. 

Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. 

Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

Cara menyelamatkan Diri Dari bahaya Lidah Adalah Diam

Seperti yang dikutip dari bacaanmadani.com, Maka dari itu, sejak mulai saat ini hendaklah kita lebih berhati-hati dalam berucap dan berbicara.

Bicara dan ucapkanlah perkataan yang baik. atau jika tidak mampu maka hendaklah kita diam, karena itu yang lebih selamat. Rasulullah Saw bersabda,   "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw bersabda : "Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga." (HR. Bukhari)

Demikianlah sahabat ulasan tentang bahaya bagi orang yang tidak bisa menjaga lisannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu menjaga lisan dari kemungkaran. Aamiin.
Top