Sukses Mendidik Anak Berawal dari Kompak dan 3 Kunci ini Diamalkan Oleh Ayah Bunda

Komentar

sumber gambar google.com

"Orangtua, pendidik yang paling penting, tapi paling tidak dipersiapkan untuk mendidik."
(Anies Baswedan)

Kesuksesan anak di masa depan terletak pada kunci orang tuanya dalam mengasuh.

Sudah siap menerapkan 3 kunci sukses mendidik anak?

Dalam konteks mendidik anak, Fery Farhati Ganis, S.Psi, M.Sc, pemerhati masalah psikologi dan parenting education, mengartikan kompak itu dengan berjalannya sebuah sistem secara baik.

Salah satu syarat untuk kompak, menurut Fery, orangtua memiliki kesamaan tujuan dalam mendidik anak.

Hal ini bisa dicapai dengan membangun kesadaran bahwa menikah dan memiliki anak bukan melulu berisi hal-hal yang menyenangkan, tapi juga merupakan tanggung jawab besar. Kesadaran ini akan mendorong orangtua untuk bersiap diri, terutama membekali diri dengan ilmu untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya.

Kapan persiapan itu sebaiknya dilakukan? Idealnya, kata Fery sebelum menikah atau memiliki anak. Pada tahap perkenalan menuju pernikahan, sebaiknya calon pasangan sudah membicarakan rencana-rencana masa depan. Termasuk hal apa saja yang dianggap penting untuk mendidik anak agar menjadi generasi terbaik.

Mama, Papa hebat, inilah cara mendidik anak yang bisa kalian lakukan untuk menerapkan pola asuh yang berkualitas dikutip dari rockingmama.id.

1. Anak-anak adalah bagian dari Mama Papa, dan mengasuh mereka merupakan tanggung jawab bersama


sumber gambar google.com

Mengotak-kotakkan peran orang tua tentu bukan pilihan yang bijak, karena cara mendidik anak seperti ini sudah sangat ketinggalan zaman.Saat ini perempuan boleh mencari nafkah dan menyejajarkan diri, dan ini berarti Papa juga perlu andil dalam merawat si kecil. Ibaratnya ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul.

Lagipula, kombinasi antara cara mendidik anak yang dianut oleh Papa dan Mama akan memperkuat karakter mereka. Mama dan Papa bisa saling menguatkan, juga saling mengingatkan jika ada yang tergelincir.

Logikanya sederhana saja, sih. Bikinnya saja bareng, berarti merawatnya juga bareng-bareng. Deal, kan?

2. Maklumi keterbatasan Papa, jika ia tidak bisa melakukan tugas sebaik Mama


sumber gambar google.com

Bagi seorang Mama, mengurus anak adalah wilayahnya. Sehingga kebiasaan demi kebiasaan membuatnya mampu dan mahir untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Tapi bagi Papa yang hanya sesekali terjun, tentu akan mengalami kendala. Atau minimal membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu.

Cara mendidik anak yang dipercaya oleh Papa mungkin juga berbeda.

Jadi maklumi saja, dan beri dukungan moral, agar si Papa merasa nyaman saat membantu mengurus si kecil.

3. Ulurkan tangan saat pasangan membutuhkannya


sumber gambar google.com

Ada kalanya pasangan akan merasa lelah dan kehabisan energi, pada aktivitasnya. Entah karena banyak pikiran ataupun karena kurang sehat.

Mama atau Papa bisa saling membantu satu sama lain, lho. Saat Mama lelah, tidak ada salahnya jika Papa mau turun tangan tanpa diminta, untuk mengurus anak-anak sementara waktu.

Bagaimana mama, papa sudah siap untuk kompak mendidik buah hati? semoga sukses.

Karena Anak Perempuan yang Bisa Mengantarkan Orang Tua ke Surga, 3 Syarat ini Harus Dipenuhi

Top