Subhanallah, Kembali Terjadi Salju Turun Di Utara Arab Saudi

Komentar

Ilustrasi gambar via ihtram.co.id

Tidak hanya di Arab perubahan cuaca juga terjadi hampir di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir. Wilayah tropis akan mendapati hujan yang lebih lebat, wilayah subtropis akan lebih sering mendapati hujan salju  dan badai yang biasanya jarang terjadi, dan wilayah temperate akan mendapati hujan salju yang lebih lebat.

Perlindungan Lingkungan Arab Saudi memperkirakan wilayah Kerajaan akan turun hujan salju pada Kamis (18/1) dan Jumat (19/1). Dilansir dari Arab News, Kamis (18/1), suhu di Arab Saudi akan berada di bawah nol derat celcius dikutip dari ihram.co.id.

Hussein Al-Qahtani, juru bicara otoritas tersebut, mengatakan kepada Saudi Press Agency (SPA) bahwa bagian pertama suhu udara dingin akan terjadi di utara Arab Saudi. Suhu pun akan berlanjut beberapa hari ke depan. Beberapa daerah yang diperkirakan akan turun salju yakni perbatasan utara dan wilayah Jawf. Dikatakannya, kondisi cuaca itu disertai suhu yang sangat rendah mencapai -2 derajat Celcius.

Baca Juga:Benarkah Dilarang Shalat Diantara Tiang Masjid? Lantas Bagaimana yang Benar?

Bagian pertama cuaca itu juga akan menyebabkan hujan sporadis pada Jumat pagi dan sore. Sementara wilayah Kerajaan yang luas, termasuk wilayah utara, Riyadh dan Provinsi Timur, akan mengalami badai debu yang dapat mengurangi jarak pandang horizontal hingga sekitar 1.000 meter atau kurang.

Walau salju bukan hal yang istimewa di Arab namun kasus badai salju belakangan memang lebih sering terjadi dan cangkupannya lebih luas. Hal ini tidak lain karena pengaruh global warming alias pemanasan global yang membuat temperatur udara menjadi naik, penguapan air laut bertambah, sehingga kelembaban pun naik. Seperti yang dijelaskan di atas, Arab memang dingin di malam hari, dan ketika kelembaban naik maka uap air yang dikandung dalam udara akan cepat diubah menjadi es dan turun sebagai salju.

Top