Status Ibu ini Bantah Nasihat Orangtua Dulu, "Karena Ibu Super Pun Butuh Waktu Tidur"

Komentar

Foto via wajibbaca.com

Karena Wonder Mama Juga Butuh Cukup Tidur

Status ibu ini bantahkan nasihat yang sering dipesankan orang tua jaman dahulu "jika anak tidur kesempatan buat ibunya pegang kerjaan". 

Nasihat itu seolah-olah memandang dan menganggap bahwa ibu adalah seorang wondermama sakti mandraguna otot kawat balung wesi yang selalu baik-baik saja, on fire, anti lelah, anti lemes dan anti sakit. 

Status ibu ini pun viral di medsos, banyak dari para ibu-ibu yang terispirasi dari penjelasan menohok ibu ini:

Baca juga : Jawab Soal "4+3=0" Adek ini Dikira Bodoh. Setelah Diteliti Ternyata Si Adek Jenius

Berikut ini status asli yang diungkapkan ibu ini :

“Nek pas bocahe turu, kesempatan nggo mbokne iso nyekel gawean, ngopo2,” begitu nasihat yang sering dipesankan orangtua jaman dulu untuk anak atau mantu wedoknya. 

(translate:”Kalo pas anaknya tidur, kesempatan buat mboknya buat pegang kerjaan, ngapa-ngapain”). 

Ngapa2in di sini maksudnya sebangsa (ngumbai, nyetliko, sah-asah, nglempiti, nyapu, ngepel, mangsak, ndondomi daster suwek, kathok bolong dan rekan2nya). Pokoknya pekerjaan domestik buibu gitu lah.

(Translate: nyuci baju, setrika baju, sah-asah, menata baju, menyapu, mengepel, memasak, menjahit daster robek, celana bolong dan teman-temannya)

Nasihat yang logis kan ya? Memang benar waktu yang paling efektif bagi seorang ibu buat ngapa2in itu tadi adalah saat anak-anaknya tidur. 

Aman, bebas hambatan, dan tanpa gangguan. Gak ada teriakan menggelegar STOP! Gak boleh masuk rumah dulu, lagi dipel, basah, licin, nanti kepleset.

Gak ada drama si ibu masukin mainan ke kotak mainan sementara si anak bayi mengeluarkannya lagi dan mencecerkannya sepanjang jalan kenangan hingga 7 episode. 

Gak ada acara sah-asah yang tertunda karena bayi minta gendong atau nen. 

Gak ada potensi kegosongan pada tempe goreng karena si bayi merengek2 minta main mobilan atau minta disuapin es krim hula2 kacang ijo gula aren. 

Dan gak ada gak ada yang sebangsanya itu. Semua undercontrol. Aman terkendali.

Tapi menurut saya, nasihat ini kok rasanya kurang berperikemanusiaan buat buibu ya. 

Menurut saya lho yaaa… Gak tau kalo menurut Om Dani, Mas Anang, Papa Bebi, Kak Agnes, Coach Tulus, atau kalian…

Apa pasal??

Yaaak, nasihat itu seolah-olah memandang dan menganggap bahwa ibu adalah seorang wondermama sakti mandraguna otot kawat balung wesi yang selalu baik-baik saja, on fire, anti lelah, anti lemes dan anti sakit. 

Menafikkan bahwa bahkan seorang wondermama pun bisa juga merasa males, bete, capek, ngantuk, lemah, letih, lesu, lunglai dan laper.

Bayangkan, setelah semalaman kurang tidur karena ngurusin bayi sakit atau rewel, paginya masih dihadang dengan segunung pekerjaan rumah tangga dan berjilid-jilid tugas mulia mengasuh dan mendidik anak-anak.

Ketika anak tidur katanya kesempatan emas buat ibu melakukan pekerjaan2an itu. 

Saat tugas kelar, anak pun bangun dengan tubuh segar dan mata berbinar. 

Ibu terpaksa mengurungkan niat untuk leye2 dan ngeluk boyok barang sebentar. 

Menemani anak-anaknya bermain dan belajar. Padahal perut sudah lapar dan mata mulai nanar.

Oke ini mendramatisir aja sih.

Intinya itu, kalo pas anak tidur ibu harus ngapa-ngapain, njuk wayahe ibu ngaso atau istirohat atau me time itu kapan? 

Justru saat bocah tidur itulah kesempatannya ibu buat ikut tidur. Jeda sejenak dari rutinitas melelahkan tiap harinya. 

Lha kalo anak tidur ibu ikutan tidur, pekerjaan rumah tangga gak kepegang no mba?

Duuuhh belom tau diaa. Ibu itu adalah salah satu makhluk tercerdas di alam semesta. 

Tanpa diinstruksi begini begitu pun dia akan mampu menyelesaikan ‘pekerjaan’ nya dengan baik. 

Kalopun ikutan tidur pas anak tidur, gak bakalan juga selama tidurnya si anak. 

Paling lama 15-setengah jam. Soalnya di alam bawah sadarnya, seorang ibu tahu bahwa akan terjadi kekacauan besar jika ia tertidur terlalu lama. 

Dia hanya butuh 10 menit rehat dari hirukpikuk harinya kok, bukan 2 jam.

Masalahnyaaa anak tidur ibu ikutan tidur ini hanya bisa dilakukan oleh buibu yang tinggal di rumah sendiri. 

Rumahku aturanku. Beda perkara dengan buibu yang karena satu dan lain hal mesti masih harus tinggal bersama dengan ortu atau ortu mertuanya. 

Akan menjadi sulit kawan. Sulit sekali. Karena bagaimanapun juga saat kita masih tinggal bersama orangtua, kita tetap harus bisa menjaga perasaan dan menghargai aturan yang mereka buat. 

Oleh karenanya sebisa mungkin, setelah menikah bikinlah sarang baru untuk hidupmu sendiri sesederhana apapun sarang itu.

Namun jika belom memungkinkan yaaa gakpapa juga sih. Asahlah kesabaranmu hingga level sinuhun dan anggaplah ini sebagai tambahan ladang pahala yang bisa kau rasakan manisnya kelak.

So ibu, gak perlu terlalu sungkan saat kau ingin memanfaatkan waktu tidur anak2mu untukmu ikut tertidur barang sejenak. 

Tak perlu juga terlalu memaksakan diri untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan ini, itu, anu yang belom terjamah tanganmu. 

Karena pekerjaan2 itu bisa menunggu, sedangkan kewarasan dan kesehatanmu tak boleh terganggu.

Take your time. Ambillah seberapapun yang kaubutuhkan untuk menjaga kestabilan dan kesehatan jiwa ragamu. 

Karena pekerjaan rumah itu tak terbatas sedang kesehatan dan kekuatanmu berbatas. 

Kau sendiri yang bisa mengukur ambang batas kemampuanmu dalam menanggung load pekerjaanmu sehari-harinya.

Dan sepertinya kadang kita perlu sedikit abai dan mbudeg dengan kata orang dan pandangan mereka.

Salam perdjoeangan penoeh tjinta!!
Top