Meski Punya Istri Cantik dan Perhatian, Ternyata Bukan Penyebab Utama Suami Selingkuh

Komentar

Foto diolah via wajibbaca.com, ilustrasi suami selingkuh 

Fakta penyebab utama selingkuh, meski istrinya sudah cantik...

Memiliki istri yang perhatian, cantik, jago masak, dan juga didalah kebutuhan diranjang, ternyata bukan ukuran seorang suami betah di rumah. Ada penyebab utama yang membuat seorang pria akhirnya berseingkuh.

Lihat berbagai kasus selingkuh di masyarakat, bahkan ada yang ketangkap basah sampai diekspos pula ke media, apa sih sebab seseorang bisa selingkuh padahal sudah punya pasangan yang sah?

Baca juga : Beredar Video Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Waspadai Pelecehan Di Jalan Raya

Menurut Zoya, dari banyak penelitian, ternyata faktor utama laki-laki selingkuh adalah tidak mampu mengkomunikasikan kebutuhannya.

Misalnya dia sedang ingin mendapat perhatian dari istrinya, tapi tidak bisa memintanya.

"Istri bukan peramal. Kalau ingin sentuhan halus, disayang, kecupan, pelukan, apa salahnya minta sama istri sendiri. Ada banyak laki-laki yang ingin mendapatkan cinta dalam bentuk tertentu, tapi dia tidak memintanya," kata Zoya dalam Sexpedia,

Dan khususnya di Indonesia, secara emosi perempuan lebih memerankan diri sebagai ibu dibanding sebagai istri.

"Ada berapa banyak perempuan yang mengingatkan suami seolah dia anak kecil, misalnya saat mengepak baju seakan laki-laki tidak berdaya. Perlakukan suami sebagai orang dewasa, tanya apa yang Anda bisa bantu atau bisa sendiri," katanya.

Selain itu, kebanyakan pasangan saling memanggil ayah, mama, papa, dan sebagainya. "Saya mau ingatkan istri Anda bukan hanya ibu anak-anak, sebaliknya demikian.

Panggilah pasangan Anda dengan nama sendiri atau nama lain yang tidak mencerminkan peran ibu atau bapak."

"Dalam psikologi perkembangan pada masa remaja atau sekolah, Anda pasti tahu anak laki-laki cenderung memisahkan diri dari ibunya karena misalnya malu dicium di depan umum.

Apalagi dengan pria dewasa, lakukan suami sebagai pria dewasa karena selingkuh adalah pilihan," ujarnya.

Baca juga : Biar Gak Lirik Istri Orang, Buat Istrimu Tampak Cantik dan Bening Dengan 2 Cara ini

Ini beberapa penilaian kami:

  1. Istri tidak menjaga diri ketika keluar rumah, lebih-lebih ketika bekerja di kantoran. Beberapa kasus, selingkuh terjadi dengan atasan, ada juga dengan rekan kerja. Mungkin karena sering bertemu, akhirnya fall in love.
  2. Suami merasa kurang puas dengan pelayanan istri di rumah.
  3. Ingin mendapatkan kesenangan sementara dan sesaat, tak mau berpikir panjang.
  4. Lingkungan masyarakat yang tidak mendukung, termasuk juga lingkungan kerja.
  5. Ingin sekedar menghambur-hamburkan uang dengan berfoya-foya melampiaskan syahwat dengan mencari teman selingkuhan.
  6. Bergaul bebas dengan lawan jenis baik di dunia nyata maupun di dunia maya termasuk lewat handphone tanpa sepengetahuan pasangan.
  7. CLBK = Cinta Lama Bersemi Kembali. Ingat akan mantan pacar, akhirnya berzina dengannya. Itulah akibat dari maksiat bisa berbuah maksiat selanjutnya.
  8. Kurang menundukkan pandangan.
  9. Wanita yang berpenampilan menor dan menggoda saat keluar rumah.
  10. Memenangkan hawa nafsu dari akal sehat. Karena ingatlah bahwa manusia memiliki akal dan hawa nafsu, sedangkan binatang hanya memiliki hawa nafsu saja. Jika manusia memenangkan hawa nafsu dari akal, maka sifat binatang yang dimenangkan.

Sebab Utama Perselingkuhan


Jauh dari agama.

Ilmu agama tentu saja akan lebih membentengi dan mengantarkan pada kebaikan. Dengan ilmu akan selalu menjaga seseorang dari maksiat dan seseorang akan selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga muncullah rasa takut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Seseorang juga akan mudah meraih kebaikan dengan ilmu termasuk selamat dari zina. Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).

Coba bandingkan dengan orang yang tidak paham agama, peluang untuk berselingkuh lebih besar.

Kurang menjaga kehormatan diri dan tidak menutup aurat ketika keluar rumah (bagi wanita).

Padahal Allah Ta’ala memerintahkan,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al-Ahzab: 33).

Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ

“Apabila seorang wanita memakai wewangian, lalu keluar menjumpai orang-orang hingga mereka mencium wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.” (HR. Ahmad, 4: 413. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)

Dari Abul Ahwash, dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, no. 1173. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih)

Tidak bisa menahan pandangan karena awalnya zina adalah dari memandang.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”. (HR. Bukhari no. 2465)

Baca juga : Gadis ini Nyanyi di Nikahan Mantan, Tak Kuat Mempelai Pria Langsung Lakukan ini

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Kurang menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina.

Seperti berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram atau bentuknya bermesraan lewat telepon genggam.

Dalam ayat disebutkan,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amir, yaitu Ibnu Rabi’ah, dari bapaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shahih lighairihi)

Wanita bekerja di luar rumah.

Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”

“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Semoga Allah menjauhkan kita dan keluarga kita dari perbuatan zina

Tips mencegah suami selingkuh dari aspek yang bisa dilakukan oleh istri, hingga pencegahan selingkuh yang komprehensif dari sisi penerapan aturan yang tepat.

Sehingga para suami benar-benar tidak berkutik lagi untuk selingkuh dengan wanita lain.

1. Tingkatkan Ketaqwaaan

Ketaqwaan individu merupakan benteng pertama bagi suami. Untuk itu, istri harus senantiasa mengkondisikan suami dan rumah kuat dengan suasana Islami.

Jika suami sudah menjadikan syariat sebagai penentu keputusan. Insyaa Allah tidak akan berani selingkuh dengan wanita lain, jangankan untuk itu, berduaan dengan wanita yang bukan mahram nya pun tidak akan berani.

Maka point pertama ini menjadi hal penting pertama yang bisa dilakukan oleh istri agar bisa mencegah suami selingkuh.

Baca juga : Suami Wajib Paham 12 Penyebab Istri Ogah Diajak Berjima' dan Solusinya

2. Menciptakan Suasana Baru

Jadikan suasana rumah laksana istana untuk sang raja. Tidak harus mewah, namun cukup dengan menjaga suasana rumah bersih dan nyaman membuat suami betah dirumah.

Buat kejutan dengan menciptakan suasana baru, terutama di kamar suami istri, sehingga menjadi tempat mengasyikkan dan romantis untuk melakukan hubungan diantara dua sejoli.

Tak cukup dengan itu, hadiah kecil juga akan menjadikan suami makin cinta dengan Anda.

Dalam hal ini, sejalan dengan hadist Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengenai pemberian hadiah berikut : “Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani  dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

3. Ciptakan Kehidupan Romantis

Seharian di kantor atau kerja diluar tentu membuat suami capek dan jenuh seharian. Apalagi jika tinggal di kota-kota besar.

Tentu makin menambah stress karena terjebak macet bukan? Bagi laki-laki, hal tersebut akan menjadi berkurang manakala saat dirumah disambut dengan keceriaan istri serta penampilan istri yang menarik.

Coba bayangkan jika sudah dalam kondisi seperti itu, istri lusuh dan marah-marah dengan suami.

Tentu tidak nyaman bukan? Rasa tidak nyaman yang terus menerus ini akan mendorong suami yang tidak kuat iman untuk mencari wanita idaman lain.

Maka sambutan mesra serta kejutan romantis lain diperlukan untuk menjaga suami tetap hangat dengan keluarga.

4. Ciptakan Keintiman Yang Penuh Gelora

Hubungan suami istri adalah sebuah ibadah. Baik bagi suami maupun bagi istri. Berikan yang terbaik untuk suami semata-mata untuk mendapatkan ridho Nya.

Lakukan kejutan dan hal baru untuk suami saat berhubungan agar bisa menambah rasa sayang dan cinta suami kepada istri.

Yang pada gilirannya akan mencegah suami dari melakukan perselingkuhan.

5. Komunikasi Yang Baik

Komunikasi memang hal yang penting dalam menjalin hubungan suami istri.

Dengan adab komunikasi yang baik, santun dan elegan dari istri kepada suami, diharapkan muncul rasa cinta dan sayang suami kepada istri.

Termasuk saat menyelesaikan masalah bersama, jalin komukasi dengan penuh kesantunan.

Ingatkan suami dengan baik agar tetap terikat pada hukum syariat agar terhidar dari perselingkuhan.

Komunikasi yang baik juga diperlukan saat terjadi kejadian khusus, misalnya saat istri hamil dan melahirkan.

Saat itu istri akan sibuk dengan masalahnya sendiri dan terkadang melupakan suami. Akibatnya muncul bagi suami celah untuk menjalin hubungan dengan yang lain.

Perlu dikuatkan kembali komitmen pernikahan dan kerja sama dalam membangun keluarga serta mendidik anak.

6. Menjaga Penampilan Menarik

Dalam Islam, seorang istri yang merias diri agar terlihat cantik kepada suaminya adalah salah satu bentuk amalan yang berpahala.

Ingat terus hal tersebut agar tetap semangat mendapatkan ridho dari Nya. Hindari kesan bahwa istri jika sudah menikah dalam waktu lama tidak akan menarik lagi untuk suami.

Bila perlu, lakukan perawatan tubuh untuk membuat suami makin cinta dengan Anda, atau memberikan surprise dengan memakai pakaian yang ‘berkesan’ untuk suami saat dirumah.

7. Jadilah Istri Yang Bisa Jadi Tempat Berbagi

Menjadi suami bukan perkara yang ringan. Apalagi dikehidupan yang serba sulit seperti saat ini. Permasalahan kerja, masalah dengan relasi bisa menjadikan suami tertekan.

Saat itulah suami butuh partner untuk memecahkan masalah tersebut. Jadilah istri yang bisa menjadi tempat ‘curhat’ yang baik untuk suaminya.

Dukung dengan suasana rumah yang nyaman serta kondisi anak-anak yang baik. Jangan biarkan suami mencari teman curhat wanita lain.

Atau malah membuat suami marah karena tidak bisa menjadi tempat curhat yang baik.

8. Ciptakan Waktu Luang Bersama

Saat era gadget saat ini, bisa jadi keluarga berkumpul namun masing-masing ‘autis’ dengan dunianya sendiri akibat gadget.

Maka penting untuk menjalin kebersamaan dengan keluarga tanpa ada gangguan gadget atau televisi.

Semisal dengan berolahraga bersama, naik gunung bersama, atau menghadiri seminar parenting bersama.

Mencari waktu berdua terkadang perlu, untuk itu sesekali cobalah pergi berdua tanpa anak, tentu dengan menitipkan anak di tempat yang aman, seperti ditempat kakek atau saudara lain setelah itu anda bisa ‘berpacaran’ berdua.

Yang pada gilirannya bisa mencegah suami selingkuh karena suami nyaman dan cinta dengan Istri.

Ke delapan hal diatas adalah hal yang bisa dilakukan oleh istri untuk menjaga suami dari hubungan terlarang dengan wanita lain.

Namun apakah cara islam hanya seperti itu? Tentu tidak, masih ada cara lain yang bisa dijalankan oleh islam, namun bukan dalam ranah individu, yaitu dalam ranah masyarakat serta penerapan sistem oleh negara, semisal :

9. Kebiasaan Amar Makruf Nahi Munkar & Lingkungan Islami

Dengan adanya kegiatan mengajak dalam kebaikan serta mencegah dari kemungkaran yang dilakukan oleh banyak masyarakat.

Kita akan lebih terjaga. Semisal jika kita dikantor, seorang lelaki yang sudah diketahui menikah jalan berduaan dengan wanita lain, maka secara otomatis rekan kerja dikantor akan memberikan nasehat atas dasar amr makruf nahi munkar.

Selain itu, jika lingkungan sudah Islami. Akan menjadi aneh perbuatan ngobrol intens dengan lawan jenis tanpa keperluan.

Akan jadi aneh melakukan ikhtilat (campur baur laki-laki perempuan), apalagi sampai pada khalwat (berduaan pria dan wanita).

Yang pada gilirannya akan mencegah suami pada melakukan perbuatan dosa yang lebih, yaitu selingkuh hingga perzinahan.

10. Sistem Pendidikan Yang Mencetak Individu Bertaqwa

Seringkali terjadinya ‘cacat’ pada pergaulan laki-laki perempuan karena tidak diarahkan dengan baik lewat pendidikan.

Hal tersebut wajar, manakala saat ini orientasi pendidikan hanya untuk menghasilkan individu yang punya kemampuan untuk kerja.

Bukan individu baik (bertaqwa) yang memiliki kemampuan. Untuk itu, jika sistem Islam mengatur pendidikan, orientasi pendidikan akan diubah.

Sehingga saat sudah baligh, individu akan tahu hukum-hukum syariat dan berusaha menjalankannya. Termasuk tentang pergaulan islami.

Jika suami kita sudah menjadi pribadi yang faham akan Islam, harapannya itu menjadi benteng pertama untuk mencegah perselingkuhan.

11. Sistem Pergaulan Nan Islami

Jujur saja, meski negara ini mayoritas pendudukanya muslim, namun sistem pergaulan tidak berlandaskan pada Islam.

Campur baur laki-laki perempuan terjadi dimana-mana, seorang bos biasa memiliki sekertaris perempuan yang cantik di ruang kerja hanya berdua.

Dengan pengaturan laki-laki dan perempuan diruang publik yang baik, diharapkan akan mampu mengurangi keintiman yang tidak diperlukan hingga akhirnya bisa mencegah pergaulan bebas laki-laki dan perempuan.

12. Penerapan Sanksi Oleh Negara

Ini merupakan hal yang berat, dimana saat melihat pasangan kita melakukan kemaksiatan hingga batas berzina.

Kita harus rela melepasnya karena ketaatan kepadanNya saja. Ya, dalam Islam, seorang yang sudah menikah dan kedapatan berzina akan dirajam hingga mati.

Hal ini tentu akan menjadi efek jera bagi para pria. Bagaimana dengan anak istri yang ditinggalkan, ada mekanisme lain yang mengatur dan menjaga mereka, tak perlu dikhawatirkan.

Sehingga baik laki-laki maupun perempuan akan berhati-hari jangan sampai medekati zina, apalagi sampai melakukannya. Naudzubillah min dzalik.

Semoga Allah menjauhkan kita dan keluarga kita dari perbuatan zina

Wallahu alam bishowab
Top