Menikahlah Sebelum Mapan "bicara aja sih enak, nyatanya banyak yang hancur karena pria belum mapan"

Komentar

Foto via ruangmuslimah.com

Masihkah ada yang bercita-cita menikah sebelum mapan?

Mapan dulu baru menikah, atau menikah dulu baru mapan bersama? perasaan ini pasti membuat anak muda dilematis, apalagi jaman sekarang, pasti calon mertua lebih memilih untuk anaknya yang lelaki mapan sudah punya rumah, punya mobil, ya ini sudah jelas cita-cita seperti ini tak ada lagi.

Mapan bukan alasan logis untuk menunda atau mencegah pernikahan.

Mengapa harus risau dengan kemapanan padahal Allah sudah berjanji akan menolong dan melancarkan rezeki bagi siapapun yang menyempurnakan separuh agamanya.

Baca juga : Karena Suatu Alasan, Jadi Suami Tak Mau Menggauli Istri, Bagaimana?

Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan.

Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan dan anak-anaknya kelak.

Padahal Allah akan memampukan siapa saja yang dengan penuh keyakinan menjalankan sunnahnya.

Bukan kah suatu penghinaan kepada sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya.

Tahukah Anda kelebihan daripada menikah sebelum mapan?

1. Lebih Baik Berjuang Bersama dalam Pernikahan daripada Merasa Bahagia dalam Ikatan yang Belum Halal

kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar halal. kalian akan menikmati jengkal demi jengkal keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian. Kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi dari barisan puisi romntis dan gombalan manja.

2. Berjuang Bersama dari Nol, Membuat Kesetian Kalian Merekat Erat

Pasangan kita akan lebih menghargargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran, dan ketabahan yang telah dilalui bersama. Sehingga perpisahan adalah satu kata yang pantang untuk di ucapkan. Karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

3. Anak-Anak Kita Lebih Menghargai Hasil Jerih Payah dan Kerja Keras Orang Tuanya

Rasa hormat anak kepada orang tuanya, adalah bukti cinta terbesar anak. Hanya akan didapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya. kedekatan emosional orang tua kepada anak tentang arti sebuah perjuangan lebih dari cukup dari pendidikan dasar tentang hidup. Bagaiman sebuah doa dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

“Menikahlah sebelum mapan. Agar anak-anak Anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan Anda. Agar Anda dan anak-anak Anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai Anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan,”

Baca juga : Ketika Akad Telah Terucap, Resepsi Usai Digelar, Saatnya Malam Pertama, ini yang Dianjurkan Sesuai Syari'ah

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan.

Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga.

Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi.

Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.

Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah.

Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih.

Baca juga : Agar Istri Tak Merasa Kurang Diperhatiin Suami, ini 13 Hal Sederhana yang Harus Dilakukan Suami

Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) <1>

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya.

Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Munkin anda juga berfikir, menjalankan tak semudah berbicara. Nyatanya pun juga banyak yang pernikahannya bubar karena sang pria belum mapan?

Nah jika dalam rumah tangga anda bubar karena masalah rezeki anda harus tau penyebabnya ini, Allah sudah memberikan rezeki dalam pernikahan tapi apakah anda sudah menjalankan perintahnya? 

Penghambat utama rezeki dalam rumah tangga adalah jika suami isteri itu gak kompak. Isteri merasa bener sendiri, suami juga begitu merasa pinter dan bener sendiri. Tiap hari bukannya saling sayang, malah saling tuding. Apa-apa dipertengkarkan. Gak ada kasih sayang, gak ada cinta, gak ada rasa hormat dan menghargai satu sama lain. Ini penghambat rezeki paling utama. 

Baca juga : Mendoakan Pengantin "Semoga Bahagia dan Banyak Anak" Dilarang Rasulullah, ini Doa yang Tepat

Salah perlakuan.
1. Rumah tangga umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Ada yang merasa rumah tangganya bagai neraka karena isteri gak taat, gak setia, suka membangkang perintah suami. Begitu juga dengan anak-anak yang bandel, gak menurut kata orang tua, kerjanya hanya bikin masalah melulu.

2. Lalu gimana kita mengatasi hal ini? Umumnya sih salah perlakuan. Salah perlakuan, salah menangani isteri dan anak yang bermasalah. Tapi gak nyadar kalo salah. Mungkin ada yang protes, "Gimana ceritanya isteri dan anak bermasalah, kok suami atau ortunya yang mesti benahin diri?"

3. Isteri dan anak gak akan bermasalah kalo gak ada penyebabnya. Sederhananya sih siklusnya kek gini :

  • Isterinya gak taat / anaknya bandel, berujung pada murkanya suami / orang tua terhadap anaknya. Pernah gak sih ada suami yang pasrah isterinya gak taat, atau ortu yang diam aja ngeliat anaknya bandel dan suka buat masalah? Kebanyakan suami dan orang tua pasti murka dengan isteri dan anak-anak seperti itu.
  • Karena suami / orang tua murka, maka Allah juga murka.
  • Karena Allah murka berakibat gak turunnya rahmat / rezeki yang lancar pada keluarga itu.
  • Karena gak ada rahmat Allah pada keluarga itu akhirnya keluarga itu punya banyak masalah. 
  • Karena keluarga itu banyak masalah sehingga bikin isteri gak betah di rumah,  gak nurut kata suami, maunya minggat dan cari ketenangan di luar. Begitu juga anak anak yang hidup dalam keluarga yang penuh masalah bikin mereka gak nyaman dalam rumah, berontak mulu dan tambah bandel.
  • Siklus berulang kembali isteri yang makin gak taat dan anak makin bandel membuat suami atau orang tuanya makin murka.  Begitu seterusnya, bagai lingkaran setan tanpa pernah ada habisnya. 

Ridhalah pada keluargamu agar rezekimu lancar.

1. Inti dari siklus di atas adalah ridha Allah ada pada ridha suami atas istrinya. Suami istri yang bahagia akan membawa ketenteraman dalam keluarga sehingga turunlah rahmat Allah dan rezekinya untuk keluarga itu. Begitu besar hak suami atas isterinya, sehingga sepanjang hidup berumah tangga isteri harus mendapatkan keridhaan suaminya.

2. Begitu juga ridha Allah terletak pada ridha orangtua. Sehingga anak yang diridhai orangtuanya senantiasa didoakan dan jauh lebih bahagia dibanding anak nakal pembuat masalah.

3. Murka Allah ada pada murkanya suami terhadap istri dan murka orangtua terhadap anak.
4. Strategi untuk memutus siklus dan lingkaran setan ini terletak di awal yaitu cara menghadapi dan menangani anggota keluarga dengan baik dan penuh keridhaan.
5. Sedapat mungkin mencegah kemurkaan suami terhadap isteri dan kemurkaan orang tua terhadap anaknya. Hadapi masalah rumah tangga dengan penuh kasih sayang.  Hal itu menunjukkan pada Allah bahwa suami ridha pada istrinya dan orangtua ridha pada anak anaknya. Bukan ridha pada masalah yang ditimbulkannya tapi ridha pada diri mereka yang menjadi tanggung jawabnya. Gak ada masalah yang bisa terselesaikan dengan kemurkaan. Kita tetap mencintai isteri dan anak-anak kita sampe kapanpun. Yang gak kita sukai adalah kelakuannya. Yang mana kelakuan itu sangat bisa dirubah dan diperbaiki.
6. Seorang kepala rumah tangga yang baik harusnya melakukan hal hal di bawah ini :

  1. Saat menghadapi masalah rumah tangga terkait dengan kelakuan istri dan anak anaknya sedapat mungkin menghindarkan kemarahan dan kemurkaan pada mereka. 
  2. Berusaha membangun komunikasi terbuka dengan isteri dan anak yang fokusnya pada solusi menyelesaikan masalahnya, bukan menyalah-nyalahkan dan menyerang diri pribadi isteri dan anak yang dianggap sebagai pembuat masalah. Hindari kata-kata istri atau anak durhaka,  bukankah kata kata itu doa? Dengan mengatai isteri dan anak durhaka seolah olah kita mendoakan mereka benar-benar durhaka pada kita, suami atau orangtuanya. Padahal yang kita inginkan sebaliknya. 
  3. Bekerjasama melaksanakan solusi atau menyelesaikan masalah dengan terlebih dahulu membuka hati memaafkan kesalahan istri dan anak. Memaafkan bukan berarti menyetujui tindakan salah mereka, tapi mengakui bahwa mereka adalah manusia biasa yang bisa khilaf dan salah. Dengan memaafkan akan membuat mereka merasa dicintai kembali. Seringkali selesai membuat masalah, isteri dan anak mempertanyakan apakah mereka masih pantas untuk dicintai. Memaafkan adalah salah satu bentuk mencintai.
  4. Memberi kesempatan untuk memperbaiki diri sambil mendoakan mereka. Seseorang bisa berubah menjadi baik bisa terwujud dengan pendekatan kasih sayang, bukan pendekatan kekerasan. Ada tahapan kekerasan boleh digunakan jika pendekatan lain mandek, itupun tujuannya bukan untuk menyakiti tapi untuk mendidik.
  5. Jangan suka mengulang-ulang kesalahan mereka. Diingatkan boleh tapi dengan cara yang ma'ruf.

Al Quran surah ke 64 ayat 14 menceritakan bagaimana memperlakukan isteri dan anakmu saat melakukan kesalahan, seperti di bawah ini.

"Ingat nikah itu untuk ibadah,bukan untuk senang senang/main-main.Kalau memang sudah siap lahir,batin,dan mental segeralah nikah" semoga yang membaca artikel wajibbaca.com ini sampai akhir, diberikan kemudahan, kelancaran rejekinya, sehingga segera cepat melangsungkan pernikahannya, menghalalkan pasangannya menggapai Ridha Allah. dan yang belum dapat pasangan, semoga dipermudah dan dipercepat jodohnya. Aamiin .. Aamiin...
Top