Bukan Karena Hamil Perut Wanita ini Membesar, Ternyata Kebiasaan Sepele ini Penyebabnya

Komentar
Gambar diolah via tribunnews.com

Kebiasaan buruk yang dianggap sepele berakibat fatal.

Kanker hati adalah salah satu jenis kanker yang mematikan dan terbanyak kasusnya terjadi pada pria. Namun, tidak menutup kemungkinan kanker hati juga diderita oleh wanita. Jenis kanker yang satu ini cukup mengkhawatirkan karena gejalanya hampir diketahui saat berada pada stadium lanjut dan efeknya adalah kematian.

Dilansir dari Good Times, wanita 23 tahun bernama Xiao Jia dikirim ke UGD. Ia berkata pada dokter bahwa ia mengalami sakit perut yang parah dan menstruasinya berhenti.

Perutnya membesar seperti sedang hamil.


Xiao Jia (Good Times)

Setelah didiagnosis, dokter melihat bahwa Xiao Jia tidaklah hamil.

Perutnya membengkak dan menimbulkan rasa sakit karena adanya cairan abnormal yang terkumpul dalam perutnya.

Tapi sayang, cairan itu bukanlah alasan utama sakit yang dialami Xiao Jia.

Ternyata, sakit itu berasal dari kanker hati.

Xiao Jia adalah seorang mahasiswi yang berhasil masuk universitas impiannya.

Karena berasal dari keluarga yang miskin, Xiao Jia memiliki semangat yang kuat untuk belajar. Ia belajar dengan giat hingga mampu meraih beasiswa.

Tetapi, sakit perut dan demam yang baru-baru ini dialaminya diabaikan begitu saja.

Xiao menganggap ia hanya sakit biasa.

Namun, perutnya makin hari makin membesar seperti ibu hamil 6 bulan.

Gosip langsung menyebar di universitas.

Karena Xiao yakin ia gadis baik-baik dan rasa sakitnya sudah tak tertahankan, ia periksa ke dokter.

Gambar via Good Times

Ketika di rumah sakit, doker mengetahui bahwa perutnya itu bukan disebabkan oleh tumpukan cairan yang tak normal melainkan karena kanker yang sudah mencapai stadium 4.

Tiga bulan sebelum kematian Xiao Jia, sakitnya bertambah parah.

Hingga akhirnya, Xiao tidak tahan lagi dan ia kalah oleh kanker.

Dokter kemudian menjelaskan penyebab kanker hati yang dilamai Xiao Jia.

Ada 2 faktor, yaitu:

1. Terlalu sering begadang

Kurang tidur akan mengacaukan jam biologis kita yang bertugas mengendalikan waktu tidur dan ribuan fungsi lainnya seperti hormon pertumbuhan.

Ini juga mempengaruhi penyembuhan diri di malam hari.

Hati kita akan memperbaiki dirinya sendiri saat kita jatuh tertidur nyenyak.

Jika kita begadang, hati kita tidak bisa sepenuhnya menghilangkan toksin dan meregenerasi sel baru, sehingga memungkinkan racun terbentuk di tubuh kita.

Dalam jangka panjang, sel hati yang rusak akan berubah menjadi sel ganas yang bisa mempengaruhi organ lain di dalam tubuh.

2. Depresi dan tekanan mental

Depresi jangka panjang atau tekanan psikologis yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati yang menyebabkan sirkulasi darah buruk dan penyakit lain.

Jadi, dokter menyarankan agar tidur cukup, makan makanan yang sehat, minum air putih dan berolahraga untuk menjalani gaya hidup sehat.

Mengenali Gejala Kanker Hati

Gejala penyakit ini biasanya berbentuk  umum atau kurang spesifik seperti misalnya kelelahan dan mual. Banyak orang yang baru merasakan gejala secara jelas setelah kanker mencapai stadium lanjut.

Gejala kanker hati meliputi:

  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam tubuh manusia)


Gaya hidup sehat tidak hanya mengurangi risiko terkena kanker, tapi juga membantu kita menghindari komplikasi kesehatan lainnya.
Top