Mengasuh Anak Yatim Bisa Memperluas Pintu Rezeki, Benarkah?

Komentar

Ilustrasi gambar via google.co.id

Manusia dianjurkan untuk saling berbagi khusunya bagi mereka yang membutuhkan. Ini merupakan salah satu amalan yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 177,

"Menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu bukanlah suatu kesempurnaan, tapi sesungguhnya yang sempurna adalah orang yang beriman kepada Allah dan kepada Nabi-Nya, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, orang yang meminta-minta dan membebaskan hamba sahaya, dan mendirikan shalat serta menunaikan zakat."

Salah satu bentuk sedekah dalam surat tersebut adalah dengan menyantuni anak yatim.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini", kemudian beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, serta agak merenggangkan keduanya" (HR. Bukhari,  Shahih Bukhari, Sahl bin Sa'ad As-Sa'idiy: 5304)

Baca Juga : Subhanallah, Kembali Terjadi Salju Turun Di Utara Arab Saudi

Selain menyantuni, merawat anak yatim akan memiliki pahala yang setara dengan pahala jihad.

Sebagaimana Rasulullah bersabda,  "Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah." (H.R. Ibnu Majah)


Ilustrasi gambar via google.co.id

Merawat anak yatim juga akan mendapat perlindungan di hari kiamat dan masuk surga dengan mudah.
Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni." (H.R. Tirmidzi)

Yakinlah bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta bahkan dapat memperluas pintu rezeki.

Baca Juga:Demi Beli Pakaian Dan Sabu, Seorang Ibu Tega Menjual Bayinya

Sebagaimana Allah berfirman, "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39)

Dalam ayat tersebut, Allah akan mengganti sedekah yang kita keluarkan segera di dunia. Allah pun akan memberikan balasan dan ganjaran di akhirat. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Baqarah: 261)

Rezeki banyak bentuknya. Dengan merawat anak yatim, kita dapat memperluas pintu rezeki yang datangnya dari mana saja diantaranya dapat perlindungan di hari kiamat, setara dengan pahala jihad, masuk surga dengan mudah, menempati kedudukan yang tinggi di surga, menutup aib di dunia, membawa berkah dan menumbuhkan harta.

Dengan merawat anak yatim tidaklah sama sekali mengurangi harta, harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan kebiasaan. Walaupun secara bentuk harta berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak

Top