Membongkar Cara Belajar Rizky Bocah SD yang Putus Sekolah Karena Terlalu Cerdas

Komentar

Foto via liputan6.com

Mengungkap dan membongkar cara belajar Rizky

Di kabupaten Agam bocah bernama Rizki Ramadhan, putus sekolah karena tingkat kecerdasannya melebihi anak-anak sebayanya, ia mampu mengusai 4 bahasa dalam usianya yang masih 10 tahun, untuk itu mari kita membongkar rahasia belajar Rizky

Bocah berusia 10 tahun, Muhammad Rizki Ramadhan putra pasangan Mayunis-Armadanis, harus diakui genius. Ia menguasai empat bahasa asing hanya dengan menonton televisi.

Sekali saja guru bicara, dia langsung jelas. Dua kali? Dia keluar kelas, main. Guru belum mengajarkan, dia sudah tahu. Belajar lewat buku, koran, dan televisi. Anak genius seperti ini memerlukan sekolah khusus.

Baca juga : Ibu ini Hina dan Anggap Anak Autis Berisik Lewat Status Facebooknya, Pantaskah Kita Bully?

Warga Lurah Surau Baranjuang, Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Agam ini dikunjungi banyak orang, karena cerita tentang dia tersebar begitu cepat.

Bungsu dari tiga bersaudara itu pandai bicara pada usia mendekati dua tahun. Begitu pandai bicara diikuti kemampuannya dapat membaca.

Mulai saat itu ia suka membaca buku. Maka, sebelum masuk Taman Kanak-Kanak ia sudah mampu berdialog dengan bahasa Inggris secara lancar.

Meski hanya sempat mengenyam pendidikan SD selama 6 bulan, alias satu semester, tapi kemampuan belajarnya bertambah naik. Setiap menonton televisi ia selalu membaca semua tulisan yang ditayangkan. Kesukaannya, mengikuti berita di televisi.

Kalau bahasa Inggris sudah dikuasainya sebelum TK dengan fasih, maka kemampuannya berbahasa Mandarin, Jepang ,dan Melayu (Malaysia) diperolehnya melalui televisi dan membaca buku-buku kakaknya yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Bukittinggi.

Semua buku kakaknya ia dibaca. “Dengan cara itulah ia dapat mengucapkan kata-kata dengan bahasa asing. Rizki sudah bisa berhitung dengan bahasa Jepang,” kata ibunya, Armadanis.

Saat mau makan, Rizki selalu meminta buku atau mencari sendiri buku apa yang ada, dan dibacanya sambil makan. Uniknya, kalau buku tidak tersedia maka dia tidak mau makan.

Seharian ia hanya di rumah dan tidak mau bermain dengan teman sebaya. Ia lebih suka membaca dan menonton televisi atau menggunakan peralatan elektronik. Namun shalat tetap ia lakukan, begitu juga membaca surat-surat pendek Alquran.

Tersebarnya kabar ada bocah laki-laki punya kemampuan berbahasa asing sekalipun hanya sempat duduk di bangku sekolah enam bulan, mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan untuk melihat bocah yang bernama Muhammad Rizki Ramadhan ini.

Dari SDN 27 Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek tempat Rizki pernah bersekolah didapat informasi, dalam belajar ia tidak ingin materi pelajaran diterangkan dua atau tiga kali, baginya sekali saja sudah cukup. Kalau satu materi disampaikan berulang kali dia maunya ke laur ruangan.

“Apabila ada pelajaran matematika ia selalu yang pertama tunjuk tangan untuk menyelesaikan. Bahkan bila temannya disuruh ke depan kelas menyelesaikan soal matematika tetapi pengerjaannya terlalu lama, Rizki langsung saja ke depan tanpa disuruh untuk menyelesaikannya. Apa yang sedang dikerjakannya ia tidak mau diganggu. Jika diganggu ia akan menangis dan berteriak. Menangisnya itu terkadang sampai 15 menit. Guru dengan sabar dan tabah menghadapi,” kata Kepala SDN 27 Cangkiang, Rista Duwitri.

Baca juga : Wanita ini Ambil Uang di ATM Saldo Terpotong Tapi Uang Tidak Keluar, Ternyata Mesin Dimodifikasi

Ketika ada berita menyebutkan ia dikeluarkan di sekolah, banyak pihak terkejut. Yang benar, ia tetap tercatat sebagai murid SDN 27 Cangkiang. Cuma saja, ia tak mau lagi sekolah.

“Dia adalah murid kami, masih tercatat di sini, cuma tak mau datang-datang lagi. Sampai saat ini kami pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan Rizki,” kata kepsek.

Berbalikan dengan Rizki yang hebat, kedua orangtuanya hidup berpindah-pindah lantaran tekanan ekonomi yang hebat …

Lihat videonya berikut ini : 

Top