Kisah Pilu Anak 9 Tahun yang Sekujur Tubuhnya Melepuh Setelah Minum Obat ini

Komentar

foto via detik.com

Bukannya sembuh malah tambah parah....

Itulah yang dialami oleh anak ini yang kulitnya melepuh seperti habis dibakar hanya gara-gara minum obat penurun panas.

Ari Yuliarti, bocah 9 tahun warga Desa Bulakamba, Kecamatan Bulakamba, Brebes, melepuh setelah meminum obat turun panas. Pasien tersebut kini dalam penanganan Rumah Sakit (RS) Bhakti Asih, Brebes.

Mengutip detik.com, Sri Usyanti (30), ibu dari pasien Ari Yuliarti, mengatakan kulit anaknya melepuh di bagian dada hingga wajah. Kulit anak ini menghitam seperti terbakar. Di beberapa bagian tubuh, kulit Ari ini bahkan mengeras dan pecah-pecah. Ari juga sering mengeluh sakit karena rasa perih yang dialami.

Menurut Sri, kulit anaknya ini melepuh setelah meminum obat turun panas. Obat tersebut diberi oleh Padmi, seorang bidan di Pakijanga.

Baca Juga : Tangan Anak Melepuh Terkena Air Panas, Atasi Dengan Pertolongan Pertama ini Dijamin 1 Menit Sembuh

"Jumat pagi anak saya periksa di Ibu Padmi karena panas. Terus diberi beberapa jenis obat dan langsung diminumkan. Saat pertama kali minum, bibir anak saya melepuh dan muncul bintik-bintik merah. Besoknya setelah diminumkan lagi, bagian wajah hingga dada melepuh semua," ujar Sri Usyanti saat ditemui Kamis (4/1/2018) siang.

Ari kemudian dilarikan ke RS Bhakti Asih, Brebes, untuk mendapatkan penanganan medis pada Minggu sore. Direktur RS Bhakti Asih, dr Khosiatun Azmi, menjelaskan sejak menjalani perawatan, kondisi pasien saat ini berangsur membaik.

"Yang dialami pasien ini kemungkinan oleh virus akibat alergi obat. Jenis virusnya apa, masih dalam pemeriksaan. Kondisi ini bisa saja dialami siapa saja," ungkap Direktur.

Sementara Padmi, bidan yang memberikan obat untuk menangani Ari, mengaku sebelum memberikan obat sudah menanyakan terlebih dulu kepada keluarga tentang kondisi pasien. Termasuk apakah pasien alergi terhadap obat tertentu atau tidak.

Baca Juga : Akibat Memakai Henna yang Kelihatan Indah Itu Tidak Tau Kalau Akhirnya Berujung Operasi Untuk Menyembukannya

"Karena ibu bapaknya merantau di Jakarta, yang mengantar berobat adalah kerabatnya bukan orang tua. Waktu ditanya apakah alergi atau tidak, keluarga pasien jawab tidak. Mungkin karena bukan orang tua kandung jadi tidak tahu kondisi pasien," ucap Padmi.

Setelah mendengar keluhan dari pasien maupun keluarga, Padmi memberikan beberapa jenis obat. Diantaranya paracetamol untuk turun panas, vitamin C karena bibirnya pecah-pecah dan obat batuk dosis ringan.

Beberapa hari setelah berobat, Padmi mendengar bahwa pasiennya mengalami gejala alergi karena kulitnya melepuh dan sudah dibawa ke rumah sakit.
Top