Kekurangan Perawat yang Pandai Memasang Infus, Nyawa Bayi Baru Lahir ini Jadi Taruhan

Komentar

Foto via grid.id

Curhatan pedih sang ibu yang ditinggal bayinya

Baru merasakan udara luar dan melihat dunia, bayi yang baru lahir ini harus terpaksa meninggalka semua keluarganya, tak terbayang betapa kehilangannya setelah 9 bulan menanti kehadirannya.

Kematian seorang bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, Aceh, ramai dibicarakan netizen.

Dari media sosial tersebar, kalau bayi yang baru lahir kamis (28/12/2017) meninggal dunia karena telat penanganan.

Baca juga : Curhatan Pilu Nur, Penderita Penyakit Aneh yang Awalnya Dikira Sakit Gigi biasa

Jadi pada pagi hari dr. spesialis anak menyarankan bayi tersebut diinfus.

Namun setelah 7 jam, bayi tersebut dapatkan penanganan sesuai saran dokter.

Dilansir dari Serambi Indonesia (1/1/2018), dr. Darul yang saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD Aceh Singkil menyatakan masih belum bisa memberikan jawaban.

Alasan dr. Darul karena dirinya belum serah terima jabatan dari pejabat terdahulu.

RSUD Aceh Singkil memang sedang transisi setelah Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid melakukan mutasi pada 29 Desember 2017 dan termasuk di dalamnya direktur juga kepala bagian di RSUD.

Masih dari Serambi Indonesia, dr. Eko Saputra Anugroho sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD Aceh Singkil menolak memberikan komentar.

“Saat ini direktur adalah dr Darul, bisa tanyakan langsung sama beliau,” ujar dr Eko Saputra Anugroho.


Foto via grid.id

Sebelumnya berita kematian bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, diposting oleh akun @Herawati Hera.

Baca juga : Bukan Akibat dari Ibu Memaku Saat Mengandung, ini Fakta Lubang Kecil Didekat Telinga

Perempuan yang mengaku sebagai tante bayi tersebut, merasa kecewa dengan pihak rumah sakit.

Seperti ini postingannya yang kemudian jadi viral di media sosial.

"Kami sekeluarga sangat kecewa bayi lahir secara sc hari kamis jam 15.30 keluar dari kamar operasi bayi dlm keadaan nangis dng bb 2,6 langsung d bawak k ruang anak,hari jumat jam 9 pagi dr spesialis ank visite dan menyarankan unk pemasangan infus agar bisa di masukan antibiotika tapi Apa??? Infus tak terpasang juga dng alasan yg pande ambil infus bayi lg otw ke medan setelah keluarga marah2 infus baru terpasang jam 4 sore sementara keadaan bayi sudah memburuk jam 7 mlm dr spesialis nya dtg dan keadaan bayi uda memburuk jam 8 mlm sibayi di nyatakan meninggal dan dr spesialis nya mengatakan maaf ini mmg kelalaian kami pihak Rs yg saya pertanyakan apakah Rsud sebesar ini cuma punya ahli pemasangan infus unk bayi cuma 2 org???
Tolong unk petinggi Aceh singkil supaya d tambah ahli pemasangan infus unk bagi d rsud ini, klo lah ahli pemasangan infus tdk d tempat uda mati lah bayi2 yg ada d Rsud ini
Foto Herawati Hera"

Postingan asli dari Hera Wati :


Kendati demikian dr Darul mengatakan dalam waktu dekat akan meminta dokter anak memberikan penjelasan secara rinci.

“Bagusnya nanti dokter anak langsung yang menjelaskan kronologisnya, karena berita di medsos beberbeda versinya,” ujar dr Darul.

Beberapa netizen pun ramai ikut geram dan ada juga yang menyemangati mendoakan agar diberi ketabahan.

Top