Kasih Tau Para Suami, Iniloh Alasan Kenapa Kalian Para Istri Wajib Dihormati dan Dimanjakan

Komentar

Gambar via gesangsari.com

Istri juga butuh dihormati dan dimanja.

Hey para Suami, istri mengeluh bukan karna manja, malas atau lemah. taukah kalian apa yang dilakukan Istrimu di rumah, taukah apa yang mereka alami, taukah beban apa yang ada dalam diri mereka? 

Ketika seorang wanita memutuskan untuk menikah banyak dari mereka yang berubah total kegiatan sehari-harinya. Seperti saat belum menikah seorang wanita tentu bangun tidur dengan santai tanpa memikirkan dapur.

Untuk para suami.

Pernahkah kamu menyadari bahwa istrimulah yang bangun lebih pagi, sebab harus menyiapkan sarapan untuk keluargamu. Sehingga pada saat kamu bangun pagi, makanan sudah tersedia.

Bahkan istrimu cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah.

Setelah kamu berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istrimu masih harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang.

Lewat tengah hari istrimu memberi makan anak-anak, membimbingnya, mengajak anak-anak tidur siang, kemudian bersih-bersih, dan menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, lalu menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri sebap kamu sebentar lagi pulang dari kantor.

Malamnya itrimu masih harus menemani anak-anak belajar, kemudian saat anak-anak mulai berangkat tidur. setelah anak-anakmu tidur, masih ada kamu yang harus dilayani sebagai tugasnya, sampai kamu tertidur pulas dan mendengkur, barulah istrimu merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan matanya.

Dan di pagi berikutnya terulang hal yang sama sebagai rutinitasnya, begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga.

Jika kalian sudah tahu beratnya menjadi seorang istri.

Masihkah istrimu tidak layak mendapat penghormatan besar darimu, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga?

Bila anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga harus tetap berjalan, sehingga istrimu harus pontang panting menghadapi semuanya.

Kalaupun kamu sebagai suami sedang sakit sakit, segala kehidupan rumah tangga juga harus tetap berjalan.

Namun apa yang terjadi jika istrimu yang sakit, bisa dipastikan aktivitas rumah tangga akan tersendat.

Begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sehingga seakan-akan tidak boleh sakit.

Selain itu, diantara tugas-tugas rutin menyita waktu yang penuh, istri juga harus tampil tetap cantik, kelihatan segar di mata suaminya.

Jika kesibukan rumah tangga membuat penampilannya jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan keletihan, banyak mengeluh, akankah membuat pandanganmu menjadi negatif.

Harus di sadari suami

Kehidupan rumah tangga yang dihadapi seorang istri, akan jauh berbeda dengan ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan segalanya hanya untuk berdua, Semakin hari, perubahan bulan dan tahun, setelah hadir anak-anak, aktivitas istri semakin terus bertambah.

Namun, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, ketika menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga.

Malah ada suami yang menggerutu saat melihat istrinya tidak bisa tampil cantik dan segar, hanya sebab tuntutan kesibukan sehari-hari yang mendera hidupnya.

Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat.

Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu bisa merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.


Gambar via mirajnews.com

Untuk suami yang harus diingat dan dilakukan

Kalau diawal pernikahan, pandangan suami terhadap istrinya ialah kecantikannnya, pada perjalanan berikutnya adalah, pandangan suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga tetap senatiasa terpancar untuk kenikmatan dirinya.

Hati suami sesungguhnya juga cermin, apakah ia mempunyai rasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, atau mengabaikannnya, bahkan mencelanya setelah kondisinya yang keletihan dan tidak bersemangat.

Keadaan lesu sang istri yang keletihan sebab kerja keras setiap harinya itu, terkadang malah dijadikan alasan-alasan suami untuk berniat melirik wanita lain yang lebih muda, bergairah, dan cantik. Dari sinilah sering awal keindahan rumah tangga mulai memudar.

Artinya, pengertian suami sangat diperlukan, kapan saat membutuhkan penampilan istri cantik, segar dan prima.

Apabila istri tidak dapat bersikap seperti yang dikehendaki, sebab dalam kesibukan mengurus anak yang rewel, dan rumah senantiasa berantakan oleh tingkah laku anak.

Ruqayyah Warsi Magsood; “Akuilah kerja keras dan pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan Anda dengan kehormatan.”

Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, sebab menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya.

Sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja. Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW.

Ketika bersama istri-istrinya Beliau senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan.

Sabda Rasulullah:

”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku”

Suatu hal yang harus diketahui suami, bahwa hadiah termahal yang diberikan suami kepada istrinya dan anak-anaknya adalah berdialog, berkomunikasi, menyediakan kesempatan dan waktu untuk dapat bercanda.

Apabila kita lihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama para istrinya, maka kehidupannya merupakan contoh bagaimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban selalu menghiasi dengan pujian-pujian.

Bila suami telah menutup mata dengan hal-hal yang baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sehingga perilaku seperti batu.

Sementara kita hidup dengan ruh, bukan jasad saja, bagaikan batu. Kita bukan seperti batu yang tidak punya ruh.

Kita mempunyai kehangatan yang selalu diiringi senyuman, sapaan manis yang dapat menghilangkan beban kelelahan fisik sitri yang telah bekerja keras dari pagi buta hingga larut malam, sehingga hatinya menjdai berbunga dengan pujian.

Mengapa tidak bercermin pada rumah tangga Rasulullah SAW, yang pantas dijadikan teladan? Firman Allah SWT :

“Sesunggunya telah ada pada Rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran di) Hari Kemudian, serta banyak menyebut nama Allah” (Q.S AL-Ahzab :21)

Pujian memang sangat disenangi wanita dan dapat membesarkan hatinya sesuai dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan pujian. Bagi seorang istri, pujian adalah dasar yang kuat menjadi pondasi hubungan rasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan pembinaan.

Pujian akan menciptakan suasana yang kondusif untuk menguatkan hubungan-hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu kebaikan rumah tangga.

Pujian bagi istri ialah hal yang paling berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan baju baru yang indah, sebab perasaan dicintai akan muncul dari pujian itu, dan merupakan semangat bagi jiwa, tak ubahnya makanan vitamin bagi tubuh yang lelah.

Berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah menyediakan waktunya untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga.

Ucapkanlah selamat dan terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya menjaga rumah dan anak-anak dengan baik.

Katakan semua itu dengan jujur dan penuh mesra, itu sudah membuatnya bahagia dan menanamkan kasih sayang di hati istri kita. Bila hati istri senang, ia akan lebih hangat melayani suami dan hidup menjadi tentram dan tenang.

Rasulullah AW bersabda:

”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik ahlaknya, dan manusia terbaik diantara kalian adalah yang tebaik kepada istri-istrinya”.

Kebersamaan suami istri dalam rumah tangga adalah diwarnai saling menghormati.

Terutama suami memberi penghormatan yang tinggi terhadap kerja keras istri shalelah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan setia kepada pasangannya, yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Kehidupan suami istri yang baik saling pengertian, dan mau berterima kasih, sehingga akan menjadikan rumah tangga kompak dan istimewa.

Masing-masing suami istri menjalankan kewajiban, tugas dan haknya, menuju kea rah membangun rumah tangga bahagia.

Dan bagi suami tidak akan mendatangkan bahaya jika berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan tidur larut malam saat semua keluarga sudah terlelap, lalu sehari-hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.

Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya.

Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya, diantaranya:

  • Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya.
  • Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya.
  • Apabila memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu.
  • Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatninya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama.

Nah begitulah seharusnya yang dilakukan seorang suami kepada istri. semoga keluarga kita semua diberikan keberkahan oleh Allah SWT. amin.

Semoga bermanfaat.
Top