Kamu Itu Kalo Lagi Haid Suka Dijamah Jin, Agar Tidak Diganggu Amalkan Ini

Komentar


Perlu diketahui yah ukhti, fakor penyebab setan merasuki tubuhmu itu karena banyak melakukan ini saat sedang haid.

Tidak sedikit para wanita mengalami peristiwa kerasukan setan pada saat mereka sedang mengalami masa haid. Pada masa haid, jiwa seorang wanita menjadi labil. Oleh karenanya, kekurangan itu pasti dimanfaatkan oleh setan. 

Maka dari itu, perlu engkau ketahui di sini beberapa faktor penyebab setan merasuki tubuh seseorang, diantaranya seperti yang dikutip dari islampos.com:

1. Suka Berlama-lama Duduk di Depan Cermin untuk Berhias atau Lainnya

Perbuatan seperti ini mengandung unsur kekaguman terhadap diri sendiri, mengagumi keelokan paras, penampilan dan bentuk fisik sendiri tanpa menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan apa yang harus kita ucapkan ketika kita kagum terhadap keelokan diri kita, beliau bersabda:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku maka elokkan juga akhlak,” (Shahih; diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma silakan lihat Al-Jami’ hal. 280 hadits no. 1307).

2. Membuka Aurat

Terkadang seorang wanita yang suka menyendiri di kamar pribadi mereka dengan melepas seluruh pakaiannya atau duduk di depan cermin untuk memperhatikan wajah dan tubuhnya sendiri, tidak menyadari bahwasannya ada mata yang lain sedang memperhatikannya ketika ia melepaskan pakaiannya!

“Sesungguhnya setan dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

3. Melakukan Masturbasi

a. Karena ketika melakukannya ia melepaskan pakaiannya dan menampakkan auratnya.

b. Menyalurkan nafsu se ks dengan cara yang haram.

BACA JUGA Kok Bisa Kuburan Ibumu Berbau Harum Luar Biasa, Apa yang Diamalkan Ibumu?

4. Menyaksikan Por nografi dan Por noaksi

Seperti majalah-majalah atau video-video caboul dan parno. Apalagi sekarang ini banyak bermunculan majalah-majalah maupun video-video seperti itu, wal iyadzubillah.

5. Suka Berlama-lama di Kamar Mandi dan Terkadang Sambil Bernyanyi-nyanyi

Ini sering dilakukan oleh sebagian wanita. Setan sangat menyukai hal ini apalagi bila diiringi dengan suara merdu sehingga menarik perhatian mereka untuk menguasai dirinya.

6. Suka Menyendiri dan Menyepi

Menyendiri yang dimaksud di sini adalah menyendiri yang diisi dengan lamunan dan berkhayal tanpa diiringi aktivitas ibadah. Ini sering dilakukan oleh sebagian wanita untuk mengisi waktu kosongnya. Ingatlah bahwa setan suka bersama orang yang menyendiri, dengan dua orang setan akan menjauh. 

Di kala menyendiri ini sering terlintas pikiran-pikiran kotor dan keinginan-keinginan jahat dan buruk. Maka dari itu janganlah suka menyendiri yang tanpa disertai ibadah, seperti dzikir, tilawah Al-Qur’an, berdoa dan bersitighfar dan sejenisnya.

Agar Jin Tidak Menganggu Wanita yang Sedang Haid Amalkan Ini

  1. Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf. InsyaaAllah, ini pendapat yang lebih kuat. Penjelasan selengkapnya bisa anda pelajari di: Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran.
  2. Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya.
  3. Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dll.
  4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)
  5. Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.
  6. Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.
  7. Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.
  8. Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an.
Top