Hindari 10 Kebiasaan Pola Asuh Anak, Penyebab Rusaknya Moral Anak

Komentar

Foto ilustrasi kerusakan moral anak, via tribunstyle.com

Salah satu faktor rusaknya akhidah dan akhlak anak

Maksud hati ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tapi justru faktor penyebab rusaknya moral anak

Kesalahan orang tua zaman now yang tanpa disadari kesalahan ini banyak dilakukannya. dan lebih baik menghindari sikap-sikap yang malah membuat rusak akhidah dan akhlak anak.

Setiap orangtua tentu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Baca juga : Curhat Ibunda Zahfran, Beberkan Rahasianya Mendidik Anak jadi Jujur

Tapi, terkadang kita sebagai orangtua tidak menyadari pola pengasuhan yang kita lakukan sebenarnya keliru dan berdampak negatif bagi anak.

Ketahui apa saja kesalahan pola asuh yang sering dilakukan orangtua zaman now, menurut para psikolog, yang dilansir dari tribunstyle.com :

1. Memberi banyak pilihan

Kebanyakan orangtua mengira anak-anak seharusnya punya pilihan tak terbatas, padahal kenyataannya hal ini bisa membuat anak kewalahan dengan begitu banyaknya pilihan.

2. Banyak memuji

Tak sedikit anak-anak yang sudah kecanduan pujian. Mereka malas melakukan sesuatu kecuali ada imbalannya.

3. Berusaha membuat anak gembira

Seorang anak seharusnya dibiarkan untuk belajar bagaimana membuat dirinya gembria. Sebagai orangtua kita tidak bisa memaksa anak untuk bahagia.

4. Terlalu dimanjakan

Berusaha memenuhi setiap permintaan anak dipercaya orangtua akan membuat anak bahagia. Padahal, pola asuh seperti ini akan membuat anak sulit merasa puas dan membuat mereka suka memaksa.

Sebagian orangtua juga mengira anak-anak harus distimulasi setiap waktu agar tidak merasa bosan. Kebiasaan seperti ini justru dapat membuat anak kurang kreatif dan tidak tahu cara menghilangkan rasa bosan.

Baca juga : Miris, Fakta Keterlibatan Ibu yang Dukung Pembuatan Video Syur Bocah dan Perempuan Dewasa

5. Membuat anak sibuk

Orangtua kebanyakan mengira bahwa "aktivitas" akan menjauhkan anak dari masalah. Faktanya, anak yang terlalu sibuk selain kelelahan juga bisa membuatnya jadi korban bullying.

6. Kepintaran dianggap paling penting

Membangga-banggakan prestasi akademik anak dapat membuat anak menjadi arogan dan merasa orang lain lebih bodoh. Kondisi ini justru membuat anak dijauhi teman-temannya.

7. Menyembunyikan topik sensitif seperti s*ks

Kebanyakan orangtua takut membicarakan soal s*ks dan percaya bahwa menghindari diskusi ini dengan anak-anak mereka bisa membuat anak terhindar dari perilaku s*ksual tidak pantas. Padahal, topik tentang pendidikan s*ks bisa dimulai sejak dini, disesuaikan dengan pemahaman anak.

8. Terlalu sering mengkritik

Anak yang orangtuanya terlalu sering mengritik akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri atau menuntut kesempurnaan dalam segala hal. Saat ia melakukan kesalahan, mereka merasa tidak berguna dan marah.

9. Membebaskan anak nonton tv atau main gadget

Batasi waktu Anda menatap layar elektronik, entah itu televisi, ponsel, atau gadget lain. Bahkan, seharusnya anak tidak diperkenalkan dengan gadget sebelum mereka berusia di atas dua tahun.

Baca juga : Kurang Rawat Kebersihan Kamar Tidur, Gadis ini Ditemukan Tewas Saat Tidur

10. Terlalu melindungi anak

Naluri orangtua adalah melindungi anak, tetapi bukan berarti anak harus "dipagari" dari kesusahan. Pola asuh seperti ini dapat membuat anak kurang bersyukur dan menghargai sesuatu. Terkadang anak juga perlu belajar menghadapi kehilangan atau masalah.
Top