Bukan Hanya Cinta Penelope, Seharusnya Kitapun Sama! Allah Menyukai Orang Yang Bertaubat

Komentar

Gambar diolah via liputan6.com

Bertaubatlah sebelum terlambat...

Sebagai manusia kita suka lupa atau salah. Namun ingatlah, manusia yang baik itu bukan yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang baik itu mereka yang segera sadar, memohon ampun kepada Allah atas kesalahannya seraya tidak mengulanginya. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Hal baik yang bisa kita contoh dari taubatnya Cinta penelope.

Cinta Penelope juga rela meninggalkan aktivitas duniawinya agar lebih dekat dengan Tuhan. Sebagai bukti, penyanyi yang dulu identik dengan pakaian seksi itu sudah tak lagi mengambil tawaran DJ atau disc jockey lagi.

"Enggak membatasi, cuma memilih saja. Mungkin aku enggak bisa nge-DJ lagi, nyanyi juga enggak kayak dulu yang pop enggak bisa terima," ujar Cinta Penelope saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Cinta Penelope juga berniat menghapus dosanya di masa lampau.


Gambar cinta penelope berhijrah liputan6.com

Ujian yang datang setelah ia berhijrah pun akan dilalui Cinta Penelope dengan ikhlas, termasuk jatuh miskin agar bersih dari dosa.

"Aku memutuskan untuk berhijab. Mama bilang, jangan takut, Allah pasti kasih jalan. Di situ juga aku merasa kuat. Jika Allah ingin membuka aibku atau memiskinkan hartaku, asal itu bisa menghapus dosaku, aku ikhlas," kata artis 33 tahun tersebut.

Usai menutup aurat, Cinta Penelope berniat untuk menjaga lisan, perbuatan dan menambah ilmu agamanya.

"Mungkin ini (kenakan hijab) untuk memulai menjaga aurat. Ke depannya mungkin bisa menjaga lisanku, gimana perilaku aku. Mungkin aku bisa banyak bergabung dengan majelis-majelis (ilmu), biar aku bisa memperdalam agamaku," Cinta Penelope mengakhiri.

Terlepas contoh baik yang diberikan oleh Cinta penelope, kita harus tau apa sebenarnya taubat itu menurut ajaran islam.

Lalu apa sebernarnya taubat itu?


Gambar via islamidia.com

Tobat merupakan awal pertama bagi kita untuk menyucikan diri. Ya, membersihkan jiwa, bathin dan hati dari segala kerak noda dosa yang melekat ditubuh. Dalam tazkiyatun nufus, untuk pembersihan jiwa tobatlah jalan awal bagi mereka. Hati yang sudah berkerak dengan noda dosa sangat susah masuk sinar nur, hidayah, dan hikmat dalam hati jiwa sanubarinya.

Baca juga: Menahan Bersin Bisa Berakibat Fatal. ini Penjelasan Medis dan Islam

Taubat memiliki arti: berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan.

Taubat adalah amalan yang sangat dicintai Allah Subhanhu Wa Ta'ala:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Taubat hukumnya wajib atas setiap mukmin:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.” (QS. At-Tahrim : 8)

Taubat bisa mendatangkan kemenangan:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

Dan keberuntungan akan dicapai manusia tatkala dirinya merasa sangat butuh kepada-Nya hingga Allah Subhanhu Wa Ta'ala menyelamatkan jiwa yang terperosok mengikuti hawa nafsunya itu.

Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Saudaraku yang berbuat dosa, jangalah kalian berputus asa terhadap rahmat Rabb mu karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah Subhanhu Wa Ta'ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Subhanhu Wa Ta'ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim).

Betapa banyak orang yang bertaubat atas dosa-dosanya yang besar dan Allah menerima taubat mereka. Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ( ) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ( ) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesembahan lainnya dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang.”(QS. Al-Furqan : 68-70)

Taubat yang nasuhah (serius) tidak terlepas dari 5 syarat:

  1.  Ikhlas karena Allah Subhanhu Wa Ta'ala yaitu berniat semata-mata mengharap wajah Allah, pahala atas taubatnya serta berharap selamat dari siksaan-Nya.
  2. Menyesali kemaksiatan yang ia lakukan, merasa sedih dan berjanji untuk tidak mengulanginya.
  3. Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin. Jika perbutan tersebut melanggar hak-hak Allah maka segera tinggalkan. Karena perbuatan tersebut haram dilakukan sehingga wajib ditinggalkan. Adapun jika berkaitan dengan hak-hak makhluk maka bergegaslah meminta maaf baik dengan mengembalikan haknya atau meminta kelapangan hatinya agar mau memaafkan.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut di waktu-waktu mendatang.
  5. Hendaknya taubat dilakukan sebelum ditutupnya pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat. Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman,


وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

“Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’” (QS. An-Nisa : 18)

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,

“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.” (HR Muslim)

Ya Allah berilah kami taufik agar senantisa bertaubat dengan sungguh-sungguh dan terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.

Syarat Taubat Diterima

Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:

  • Menyesal, 
  • Berhenti dari dosa, dan 
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan.

Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya.

Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main.

Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini dilansir wajibbaca.com dari berbagai sumber. semoga bermanfaat
Top