Buah Hati Rewel Karena Biang Keringat! Jangan Panik, 7 Cara Alami ini Ampuh Mengatasinya

Komentar

Gambar diolah via luvizea.com

Jangan panik...

Bayi rewel dan nangis terus karena biang keringat, jangan lantas panik dan buru-buru kedokter. cara alami ini bisa anda lakukan untuk mengobati biang keringat pada bayi anda, dan terbukti efektif.

Biang keringat merupakan salah satu masalah yang kerap dialami oleh bayi baik yang berusia 0 bulan (baru lahir), 3 bulan, hingga usia 1 tahun.

Masalah ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit dada, wajah, kepala, atau leher disertai dengan rasa gatal dan panas yang tak tertahankan.

Biang keringat memang bukan merupakan masalah yang bisa menimbulkan risiko fatal, namun jika ia dibiarkan begitu saja tanpa perawatan, bayi Anda tentu akan terus rewel sepanjang hari karena gatal yang ditimbulkan oleh si biang keringat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Bunda dapat mencoba menerapkan beberapa cara mengatasi biang keringat pada bayi  berikut ini:


Gambar mengatasi biang keringat

Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi Untuk mengatasi biang keringat pada bayi, ada 2 cara yang sebetulnya bisa dipilih, yaitu cara alami menggunakan bahan-bahan tradisional dan cara pengobatan kimia.

Menyadari bahwa kulit bayi yang masih sangat rentan terhadap pengaruh luar, alangkah baiknya jika Anda untuk menggunakan cara-cara alami saja yang relatif lebih aman tanpa efek samping.

Adapun beberapa cara alami tersebut antara lain:

1. Menggunakan Tepung Kanji


Tepung kanji

Teknik penggunaan tepung kanji dalam mengatasi biang keringat pada bayi sudah diterapkan sejak dulu oleh nenek moyang kita.

Seperti diketahui bahwa tepung kanji memang bersifat dingin.

Bahan ini bila dibalurkan pada kulit bayi yang mempunyai biang keringat akan sangat membantu dalam meminimalkan rasa panas dan gatal.

Sebelum menggunakan cara ini, bayi disarankan untuk dimandikan terlebih dahulu, dikeringkan tubuhnya, baru kemudian dibaluri tepung kanji yang diberi sedikit air.

Baca juga: Belajar Dari Sakit Dek Alma, Kenali Gejala Sakit Gigi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

Usahakan agar saat membalurkan, bayi tidak sedang berkeringat dan dalam kondisi segar.

2. Menggunakan Daun Tembelekan Kenalkah Anda dengan tanaman tembelekan


tanaman tembelekan wikipedia.com

Ya, tanaman bernama latin Lantana Camara Linn yang wujudnya ditampilkan pada gambar di atas adalah salah satu bahan herbal yang juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi biang keringat pada bayi Anda.

Cara penggunaannya adalah dengan merebus segenggam daun tembelekan dalam 3 gelas air selama 15 menit.

Biarkan sampai hangat dan basuhkan pada kulit bayi yang ditumbuhi biang keringat, dan sudah terbukti manjur.

3. Menggunakan Daun Krokot


Daun krokot

Daun krokot adalah daun yang biasa digunakan orang Jawa sebagai lalapan.

Daun dari tanaman bernama latin Portulaca Oleracea ini banyak ditemukan dan tumbuh di sekitar pekarangan rumah. Sama seperti tembelekan, daun krokot juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi biang keringat pada bayi.

Caranya yaitu dengan merebusnya dalam 3 gelas air, mendidihkan airnya hingga tersisa 1,5 gelas, kemudian meminumkannya pada bayi setelah dingin.

Perlu diketahui bahwa air rebusan daun krokot ini aman dikonsumsi oleh bayi, jadi Anda tidak perlu khawatir.

4. Menggunakan Kacang Hijau


Kacang hijau

Mengatasi biang keringat pada bayi juga dapat dilakukan melalui pengobatan dalam menggunakan kacang hijau.

Caranya, tumbuklah 1 ons kacang hijau hingga halus, seduh dengan air panas, dinginkan sejenak, kemudian minumkan pada bayi Anda setiap 3 kali sehari.

5. Menggunakan Buah Timun


Mentimun via hellosehat.com

Mendinginkan kulit yang ditumbuhi biang keringat juga merupakan cara efektif untuk meredakan tangisan bayi yang disebabkan karena rasa gatal panas dan gatal karena biang keringat.

Gunakanlah buah timun yang sudah dihaluskan untuk membaluri seluruh kulit bayi yang ada biang keringatnya dan biarkan selama 5 menit agar airnya meresap, kemudian bersihkan.

6. Menggunakan Lidah Buaya


Lidah buaya via familina.com

Selain menggunakan timun, Anda juga dapat menggunakan lidah buaya sebagai bahan pendingin biang keringat.

Lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi sehingga sangat cocok untuk mengatasi biang keringat bayi yang meradang.

Cara penggunaannya yaitu dengan membalurkan gel yang ada pada bagian dalam daun merata ke bagian kulit yang ditumbuhi biang keringat, biarkan 20 menit, kemudian mandikan bayi dengan air dingin.

Lakukan cara ini minimal 2 kali sehari selama seminggu untuk hasil optimal.

7. Menggunakan Minyak Telon

Mengatasi biang keringat pada bayi juga dapat dilakukan dengan membalurkan minyak telon atau minyak VCO.

Balurkan minyak tersebut ke kulit yang mengalami biang keringat setiap kali habis mandi hingga terdapat perubahan.

Usahakan agar jenis minyak yang digunakan adalah minyak telon yang punya kandungan minyak kelapa tinggi (60%).

Faktor Peningkat Risiko Biang Keringat pada Bayi.

Bayi terbilang cukup sering mengalami biang keringat, tapi selalu ada faktor-faktor yang dapat menaikkan potensi seorang bayi terkena biang keringat.

1. Terjebaknya keringat di balik kulit

Diakibatkan oleh terhambatnya kelenjar keringat tubuh sehingga keringat tidak dapat menguap.
Kulit kemudian akan mengalam ruam serta peradangan, dan berikut ini faktor yang memicu penghambatan pada kelenjar keringat di tubuh.

2. Kepanasan

Entah itu karena terlalu sering terpapar sinar matahari atau karena memang sirkulasi udara di kamar bayi yang buruk, bayi yang terlalu sering terkena panas akan lebih mudah mengalami biang keringat.

Itulah mengapa menjaga sirkulasi udara kamar bayi sangat penting dan dianjurkan untuk membuat kesejukannya tetap stabil sehingga si kecil dapat tidur dan istirahat dengan nyaman.

3. Pakaian

Pakaian yang terbuat dari bahan tebal begitu juga tak mudah menyerap keringat akan sangat membuat kulit bayi kita menderita.

Belum lagi jika sudah hawa di kamar panas, pakaian bayi pun sudah cukup tebal, dan bayi kita malah kita selimuti secara berlebihan.

Ini tak akan baik bagi kulitnya dan justru meningkatkan risiko biang keringat.

4. Belum berkembangnya kelenjar keringat.

Walau orang dewasa berkemungkinan mengalaminya, bayi adalah yang paling sering kita temui dengan masalah biang keringat dan ini tentu bukan tanpa alasan.

Bayi yang berada di dalam inkubator dalam proses dihangatkan serta bayi yang mengalami demam pun lebih tinggi potensi terkena biang keringat.

Ini dikarenakan belum adanya kelenjar keringat yang berkembang baik di dalam tubuh anak kita sehingga inilah yang menjadi alasan mengapa keringat bisa tidak keluar dan tertahan berada di balik kulit.

4. Sumbatan di pori-pori kulit.

Memandikan bayi kita secara rutin adalah salah satu cara mengatasi biang keringat karena pada dasarnya bila pori-pori kulit si kecil terkena debu atau kotoran, maka ini akan mudah tersumbat.

Akhirnya biang keringat bisa muncul yang berawal dari adanya rasa gatal dan bintik-bintik berwarna kemerahan. Pori kulit yang semakin banyak tersumbat, biang keringat yang timbul juga akan tak kalah banyak.


Cara Mencegah Biang Keringat 

Biang keringat dapat terjadi pada bayi mana pun.

Jika bayi Anda saat ini belum terserang masalah kulit ini, saya sarankan Anda untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencegah timbulnya biang keringat pada bayi Anda.

Adapun tindakan-tindakan pencegahan tersebut antara lain:

  • Menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat supaya keringat mudah keluar.


  • Usahakan sirkulasi udara di kamar bayi dapat tetap terjaga sehingga kelembaban udara dan suhu ruangan sesuai dengan kulit bayi.


  • Pilihlah jenis pakaian yang mudah menyerap keringat untuk bayi Anda.


  • Jagalah kebersihan kulit bayi dengan mandi teratur 2 kali sehari.

Nah, demikianlah beberapa cara alami mengatasi biang keringat pada bayi beserta tindakan pencegahannya. Silakan diterapkan supaya bayi Anda bebas dari masalah biang keringat dilansir wajibbaca.com dari berbagai sumber.

Adapun jika mungkin kondisi biang keringat tak juga sembuh, segeralah untuk menghubungi dokter Anda agar si bayi segera mendapatkan penanganan medis.

Ingat jangan biarkan bayi terus rewel karena masalah yang satu ini. Semoga bermanfaat.
Top