Bersihkan Anak-anak dari Adiksi Pornografi, Berikut 8 Cara yang Harus Anda Lakukan

Komentar

Gambar diolah via nakita.grid.id

Peran Orang memberantas pornografi pada anak.

Semakin canggihnya teknologi dan maraknya kasus pornografi yang melibatkan anak membuat kita merasa was-was dengan tumbuh kembang anak-anak kita, hal ini membuat kita semakin protektif pada anak, sehingga anak akan merasa dikurung oleh orang tuanya sendiri.

Adiksi pornografi tidak mustahil dapat menimpa anak. kondisi ini merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mengalami ketergantungan terhadap konten pornografi mulai dari teks, foto, hingga videonya.

Apabila hal ini terjadi pada anak, orang tua harus segera bertindak agar dampaknya bisa segera ditangani.

Namun, penanganan masalah anak tidak selalu melibatkan pendidikan atau penanganan kesehatan.

Psikolog anak Elizabeth T. Santosa dalam bukunya yang berjudul Raising Kids in Digital Era (2014) seperti dilansir dari kumparan.com menyebutkan bahwa menangani anak yang mengalami adiksi pornografi dimulai dari respon orang tua yang tepat.

Damping anak agar tidak kecanduan pornografi (Foto: Thinstock) kumparan.com

Berikut adalah tips yang bisa dilakukan orang tua jika anaknya mengalami adiksi pornografi:

1. Jangan Menuruti Amarah
Mengetahui anak yang keranjingan konten pornografi memang mengecewakan.

Tapi, redam kekecawaan Anda sebagai orang tua jangan sampai menjadi amarah.

Jika orang tua marah 'membabi buta' dalam mengekspresikan kekecewaannya, maka hal itu sama saja menutup 'pintu' komunikasinya dengan anak.

Menahan amarah bukan berarti bersikap lunak kepada anak. Berbicara dengan anak membutuhkan momen yang tepat.

2. Mencari Waktu yang Tepat untuk Berbicara
Jangan pernah tanyakan masalah sensitif secara tiba-tiba apalagi dengan nada tinggi.

Carilah waktu yang tepat untuk Anda berbicara dari hati ke hati dengan anak.

Baca juga:  Ayah-Bunda Jangan Pernah Memposting 5 Hal ini Tentang Anak di Medsos, Berikut Penjelasannya

Ciptakan suasana yang nyaman dan privat. Jauhkan diri dari gangguan suara yang bising atau kehadiran orang lain yang justru membuat anak merasa tidak nyaman untuk berdiskusi.

Perhatikan juga psikologis anak apakah ia siap berbicara intens dengan topik bahasan yang sensitif.

3. Menerima Kenyataan
Meskipun kelihatannya sulit, namun ini adalah kenyataan yang harus Anda terima dan hadapi.

Tapi, saat ini bukan saatnya terus bersedih. Justru ini waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan anak.

Dengan penerimaan, Anda dapat menemukan cara terbaik untuk menangani kasus anak Anda.

Jangan sampai orang tua terkesan menutupi bahkan membela perilaku anak.

"Percayalah menerima kenyataan pahit ini adalah suatu langkah awal menuju perubahan yang lebih baik. Jangan memberikan nasihat di awal diskusi. Fokus pada masalah kecanduan terlebih dahulu," tulis Lizzie dalam bukunya.

4. Mencari Solusi Bersama
Perubahan positif akan lebih efektif jika timbul dari kesadaran diri anak sendiri.

Sebaiknya Anda lebih dahulu menjelaskan apa dampak negatif dari adiksi pornografi hinggan anak benar-benar memahaminya.

Setiap orang tua pada dasarnya mampu mendampingi anaknya untuk menghentikan perilaku kecanduan.

Kuncinya adalah konsistensi dan komitmen. Hanya saja, apabila dirasa sulit, sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan psikolog.

5. Menegaskan Kembali Peraturan
Setiap orang tua dan anak pasti memiliki koridor peraturan.

Pengalaman ini menjadi momen untuk menegaskan bahwa muatan pornografi sebaiknya dibuang dan dihapus.

Selain itu, Anda harus mengambil alih dan membatasi penggunaan perangkat video games dan akses internet yang menjadi sumber kecanduan anak. Anda berhak mengatur anak dengan tujuan untuk menjauhkannya dari dampak negatif pornografi.

6. Menerapkan Hukuman
Apabila aturan main telah disepakati bersama, maka terapkan juga konsekuensi bagi mereka yang melanggar peraturan.

Konsekuensi yang efektif adalah konsekuensi yang memberikan efek jera.

Tapi jangan sampai menggunakan hukuman fisik, ya.

Sebaiknya apabila anak melanggar, Anda dapat mengambilalih fasilitas yang dimiliki anak. Misalnya saja, jika anak ketahuan masih menonton pornografi di rumah teman atau warnet, Anda bisa memberikan konsekuensi berupa tidak mengizinkan mereka untuk pergi ke rumah teman atau warnet selama sebulan.

7. Memberi Penghargaan atas Perubahan Positif pada Anak
Jika anak bersungguh-sungguh dalam menerapkan aturan main, maka Anda dapat memberikan sebuah penghargaan seperti pelukan atau kalimat-kalimat positif untuk mereka.

Misalnya saja dengan mengatakan, "Papa bangga denganmu," atau "Mama yakin kita bisa lebih baik lagi ke depannya."

Dalam memerangi adiksi pornografi pada anak, Anda harus secara berkala mengevaluasi setiap perubahan yang terjadi pada anak.

Apabila dirasa positif, jangan ragu untuk memberikan mereka semangat dan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Hal itu dilakukan agar anak semangat dan optimis untuk berubah ke arah yang lebih baik.

8. Saling Berproses dan Mengontrol Diri
Perlu diingat bahwa kemungkinan anak untuk kembali terjerumus ke dalam adiksi pornografi bisa saja terjadi kembali.

Jadilah teman terbaik anak, sehingga mereka bisa bercerita kepada Anda apabila keinginan tersebut muncul kembali.

Ajarkan mereka langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari keinginan tersebut, misalnya saja dengan berolahraga

Nah demikian 8 cara menangani anak yang mengalami adiksi pornografi, semoga bermanfaat.
Top