Berikut 7 Alasan Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Shalat Subuh Berjamaah Demi Masa Depan Anak

Komentar


Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.

Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

Mengapa Anak Laki-Laki Harus Dididik Shalat Subuh Berjamaah di Masjid?

Didiklah anak laki-laki untuk shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu subuh itu waktu penuh berkah, jangan sampai anak laki-laki kehilangan keberkahannya karena tak pernah dididik shalat subuh berjamaah di masjid.

Ada riwayat, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.

Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.

Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.

Inilah 7 alasan Ayah Bunda harus mendidik anak laki-laki shalat subuh berjamaah di masjid.

1. Mendapat ganjaran shalat sepanjang malam

“Barangsiapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti orang yang shalat sepanjang malam.” (HR Muslim)

2. Dibebaskan dari sifat orang munafik

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Shubuh dan Isya.” (HR Bukhari)

3. Mendapat cahaya terang pada hari kiamat

“Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud)

4. Berpeluang mendapat pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya matahari.

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR Tirmidzi)

5. Melancarkan rezeki anak

Rasulullah menasihati Fathimah, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

6. Menyelamatkan anak dari api neraka

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR Muslim)

7. Mendapat perlindungan Allah

“Barangsiapa melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” (HR Ibnu Majah)


Berikut  tips Gerakan Shalat Subuh Berjamaah untuk anak terutama pada usia yang memang diperintahkan untuk shalat yakni 7 tahun.

Begini caranya:

1. Biasakan anak-anak tidur tidak terlalu malam ( jam 21.00 atau maksimal 21.30 lah) setelah melewati aktivitas belajar di rumah atau bercengkerama dengan keluarga. Begadang atau terlalu malam tidur bisa membuat ia berat untuk bangun lebih awal yakni jam 04.00

2. Jika dia benar-benar tidak mau berangkat ke masjid jangan dipaksa, berikan alternatif yakni melaksanakan shalat subuh di rumah bersama Bundanya atau saudara perempuannya, yang penting saat matanya sudah membuka jangan biarkan ia tertidur kembali apalagi azan subuh sudah menggema.

3. Lakukan GSB secara bertahap. Mungkin awalnya seminggu sekali kemudian 3 hari sekali, hingga ia bisa dengan kesadaran sendiri melakukannya setiap hari. Tetap lakukan komunikasi dengan ananda secara nyaman.

4. Suling, alias subuh keliling tapi tetap dengan memperhatikan jarak. Jika di kampung atau kompleks perumahan ada beberapa masjid, cobalah bergilir melakukan GSB nya agar lebih variatif, berkesan dan tidak bosan.

5. Benar-benar libatkan sang ayah. Laki-laki amat diperintahkan salat berjamaah di masjid. Ini artinya ayah memiliki peran penting dalam mengajak anak terutama anak lelakinya ke sana. Tumbuhkan kedekatan secara psikologis atau kenyamanan antara ayah dan anak sehingga sang anak bergembira jika diajak ke masjid dan boleh jadi menunggu-nunggu momen itu. Tidak hanya di salat subuh tapi juga shalat lainnya. Agak sulit mengajak anak beraktivitas GSB jika ayah pun tidak ke masjid.

6. Libatkan teman-teman bermainnya. Ajak ramai-ramai berangkat ke masjid dengan janjian sebelumnya. Di kampung dulu biasanya ajakan salat subuh di mushola dengan cara menyambangi dari pintu ke pintu.

7. Jangan lupa beri apresiasi anak jika dia bisa konsisten salat subuh di masjid tapi tidak perlu diberitahu di awal, beri hadiah dadakan agar terkesan kejutan.

Yang jelas dampak super positif dari GSB adalah kebiasaan bangun pagi dan menyiapkan segala aktivitas waktu pagi lebih nyaman jauh dari buru-buru. Ke sekolah misalnya lebih segar dan terhindar dari keterlambatan
Top