Benarkah di Fenomena Supermoon, Dimana Setiap Doa yang Dipanjatkan Pasti Dikabulkan?

Komentar

Foto via tribunnews.com, dan akun facebook 

Apa benar seperti yang banyak beredar saat ini?

Gerhana bulan total yang terjadi tepat pada hari ini, disebut istimewa dan langka. Dengan kejadian gerhana bulan total langka ini pun beredar fatwa jika bulan tawaaf mengelilingi Ka'bah dan semua doa yang kita panjaatkan saat malam hari pasti akan dikabulkan benarkah seperti itu?

Mari kita telusuri : 

Menjelang gerhana bulan total  31 Januari 2018 (dan juga di beberapa bulan purnama lainnya), beredar pesan melalui WhatsApp atau media sosial lainnya bahwa malam itu bulan akan mengelilingi (thawaf) Ka’bah. Kejadian yang sangat langka, tertulis dalam pesan itu, sembari ditutup dengan ajakan berdoa dan mengerjakan sholat tahajud.

Baca juga : Gerhana Bulan Total Terjadi Hari ini, Begini 11 Urutan Sholat Khusuf dan 10 Amalan Pelebur Dosa

Seperti pesan-pesan berantai yang isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak teruji kebenarannya, pesan bulan thawaf di atas Ka’bah ini terkesan bombastis, menakjubkan dan mengusik sisi keruhanian umat islam. Berikut adalah satu versi dari pesan berantai, pesan bohong, atau hoax tersebut:

Tadi malam saya dapat broadcast lagi di WA, dan isinya persis sama dengan BC yang pernah saya terima lebih dari seminggu yang lalu. Inilah isi BC tersebut :


Malam ini jam 3:25 pagi bulan akan mengelilingi Ka’bah dan langit akan berwarna biru muda, inilah sa’at penerima’an dan sa’at ini terjadi setiap 100 ribu tahun sekali,

Hari ini di malam hari siapa pun yang berdo’a akan diterima. Bulan akan melakukan Tawaaf di sekitar Ka’bah. Tolong sampaikan ini kepada semua orang. Rabbi minkulli zambi watubu illiahi.. 

jika kamu mengirim doa ini ke temanmu, Allah akan menyelesaikan semua masalahmu.

Tolong kirimkan ini ke Setiap orang dekat Kita sehingga mereka bisa mengetahui.. 👍👍

Mari kita kaji sedikit pesan tersebut:



Baca juga : Bolehkah Menolak Laki-Laki Berwajah Buruk Namun Agamanya Baik ?

Kebaikan dibalut kebohongan
Pesan bulan thawaf ini ditutup dengan ajakan kebajikan. Sebuah ajakan yang baik tentunya. Namun pesan ini dibuka dengan menampilkan narasi yang tidak bertanggungjawab jauh dari kebenaran (lihat pembahasan di bawah).

Alhasil, pesan ini berisi campuran antara kebenaran dan kebohongan, mencampur aduk yang haq dengan yang bathil. Allah tidak menyukai perbuatan semacam ini:


Dan janganlah kamu campur adukan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. (Al Baqarah[2]: 42)


Para ilmuwan dan orang awam sudah mengetahui bahwa bulan beredar mengelilingi bumi. Itu sudah kita pelajari sejak masa sekolah.

Para ahli astronomi malah sudah bisa menghitung peredaran bulan tersebut dengan sangat teliti sehingga mereka mampu memprediksi kapan bulan menutupi matahari atau kapan bayangan bumi menutupi bulan sehingga menyebabkan peristiwa gerhana.

Berbagai software planetarium bisa menampilkan posisi bulan persis sesuai kenyataan di lapangan.

Orang awam pun bisa melihat wajah bulan yang berubah setiap hari dengan jelas. Bulan purnama atau bulan sabit bisa disaksikan tanpa harus menggunakan peralatan canggih.



Tidak ada ilmuwan yang menyatakan bahwa bulan dalam 100,000 tahun sekali berhenti di atas Mekah dan mengelilingi Ka’bah.

Jika itu terjadi, dan melihat kenyataan bahwa pesan ini sudah beredar bertahun-tahun yang lalu, tentunya dunia sudah heboh dengan berita tersebut.

Mereka yang sedang umrah atau berada di Mekah akan bisa menyaksikan dan mendokumentasikan kejadian tersebut dan menyebarkan beritanya.

Berbagai foto dan video kejadian tersebut, jika benar, tentu akan sudah ada di tangan kita.

Baca juga : Besok Akan Terlihat, ini Beberapa Hal yang Harus Diwaspadai Saat "Supermoon" Muncul

Kenyataannya tidak demikian

Banyak teman-teman yang langsung mengucapkan “terima kasih” dan langsung ngasih tanda jempol tanpa dicerna dulu apa maksud BC ini. Apakah ini merupakan tanda-tanda kebanyakan dari kita udah pada malas berpikir? Yang penting ada kalimat “tawaf”, “kabah”, “do’a diterima”, dan kata-kata religius lainnya, langsung dianggap benar tanpa dipikir? 🙂

Saya pribadi sih meskipun berpendapat bahwa isi BC tersebut tidak logis, mikirnya simpel aja.

 Mending kita fokus berbuat baik saja untuk kemaslahatan umat. Mari kita jaga pikiran, ucapan, dan tindakan kita agar terhindar dari segala hal yang tidak diridhoi oleh-Nya…

Bila yang dimaksud adalah bulan purnama tepat berada tepat di atas Ka’bah maka itu lain lagi. Kapan waktunya bisa diprediksi dan dihitung.

Kejadiannya bukan saat purnama kemarin malam. Namun sekali lagi, bulan purnama di atas Ka’bah pun sebenarnya hanya lewat di atasnya saja, tidak mengelilingi atau thawaf di atas Ka’bah.

Mengenai langit yang menjadi biru saat purnama, hal ini merupakan hal biasa. Jika cuaca cerah, kita akan bisa melihat semburat kebiruan langit karena terangnya sinar bulan purnama.

Asal Muasal pesan Bulan Thawaf di atas Ka’bah

Penelusuran pada arsip-arsip internet menunjukkan bahwa pesan ini sudah beredar sejak tahun 2011-an di

Malaysia dengan versi yang senada atau mirip:



Bahkan ada yang mengaitkan sumbernya adalah salah satu Mufti dari Malaysia: Ismail Menk. Beliau sendiri telah membantah:



“Pernahkah anda menerima mesej mengenai bulan akan lakukan tawaf sekitar Kaabah? Semua itu palsu. Jangan terpedaya dengan mesej tersebut. Saya tampil beri penjelasan kerana nama saya turut disebut dalam mesej tersebut. Ia jelas, mesej itu bukan dari saya,” katanya yang dipetik daripada status Facebooknya

Jadi, berhati-hatilah dalam menyikapi pesan yang anda terima lewat media sosial. Yang isinya terkesan menghebohkan, hebat, atau menakjubkan belum tentu merupakan berita benar. Apalagi yang ditutup dengan ajakan untuk menyebarkan, seolah-olah anda akan melakukan kebajikan, biasanya itu tanda pesan bohong alias hoax.

Dan jika ingin mendapatkan berkah dan doa dikabulkan disaat fenomena gerhana bulan terjadi lakukan 10 amalan ini dan amalkan doa ini yang bisa menghapus dosa ditahun lalu :

Dari keterangan hadits yang Imam As-Syairazi sebutkan di atas, terdapat dua amalan yang dianjurkan bagi kita, yaitu shalat sunah gerhana dan bersedekah.

Dari keterangan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa amalan yang dapat dilakukan saat gerhana sebagai berikut:

1. Shalat gerhana.

2. Bersedekah.

3. Tobat dari maksiat.

4. Mengerjakan kebaikan.

5. Bersedekah.

6. Membebaskan budak (zaman sekarang tidak ada budak).

7. Kehati-hatian jangan sampai lalai.

8. Memperbanyak doa.

9. Memperbanyak istighfar.

10. Memperbanyak zikir.

Sebab terjadinya gerhana merupakan tanda dari kekuasaan Allah SWT yang ditunjukkan kepada umat manusia, dan agar manusia semakin takut.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari 1044)

“Tidaklah kami mengirim ayat-ayat itu selain untuk menakut-nakuti (hamba).” (al-Isra: 59)


Doa yang dibaca saat gerhana, bisa doa apa saja, karena tidak ada doa khusus saat terjadi gerhana.

Doa terus dipanjatkan, terutama setelah selesai salat tapi gerhana belum kunjung hilang.

Selain doa, juga dianjurkan untuk memperbanyak takbir.

Dalam keterangan lain, setelah selesai salat gerhana, lalu imam naik mimbar untuk berkutbah.

Selesai berkhutbah, dianjurkan untuk membaca doa ini;

"Allahumma inna nasaluka innaka ghoffaarr fa arsilis samaai 'alainaa midroro.

Allahumma inna na'uudzubika mina; dzunuubil latii tamna'u ghoitsas samaai wana'uudzubika minadz dzunuubil latii tudzilul a'izza watudallilul a'daa.

Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaati wal mukminiina wal mukminaati al ahyaai minhum wal amwaati. Innaka samii'un khoriibum mujiibud da'awaati wal qaadliyal hajat."

Hati-hati!

Semoga bermanfaat.

Semoga ada hikmahnya bagi kita semua…
Top