Ayah yang Akan Menjadi Contoh Anak Laki-lakinya, 7 Hal ini Perlu Anda Contohkan Pada Anak

Komentar


Agar anak nantinya tidak menjadi pribadi yang lemah dan kurang percaya diri, Ayah yang harus memberikan 7 contoh ini, agar kelak anak menjadi pribadi yang tangguh.

Seiring pertumbuhan dan perkembangan semakin dewasa, pasti ia akan menemui banyak pengalaman dan pelajaran.

Jika seperti ini tentu orang yang paling dekat menjadi contoh yang paling baik.

Tidak lain orang tua, khusus untuk anak laki-laki tentu ayah yang menjadi contoh paling tepat.

Terdapat 7 hal yang perlu Anda perlihatkan pada anak laki-laki agar kelak ia dapat menyikapi segala permasalahan dengan lebih baik.

1. Anak perlu melihat Anda mencintai Ibunya.
Ketika Anda mencintai istri Anda sebagai ibu dari anak-anak, Anda memperlihatkan pada si kecil bagaimana cara memperlakukan ibunya, saudara perempuannya, dan semua wanita yang ia temui di hidupnya. Ini akan menjadi landasan sikap yang baik ketika ia menjalani sebuah hubungan kelak.

2. Anak perlu melihat Anda gagal, bukan suksesnya saja.
Guru terbaik adalah kegagalan. Kegagalan yang terbaik adalah yang dapat dipelajari dan memberi contoh bagi orang lain. Ketika si kecil melihat Anda gagal dan berhasil menangani kegagalan itu dengan baik, ia akan melihat bahwa tidak masalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya. Tidak lantas putus asa dan menyalahkan keadaan, melainkan belajar dari kegagalan tersebut hingga nanti tak akan salah langkah. Anak laki-laki yang tidak takut gagal akan tumbuh menjadi laki-laki yang dapat menerima dan menaklukan tantangan besar dalam hidupnya.

3. Anak perlu melihat caramu memimpin.
Mungkin Anda tidak menjadi pimpinan di kantor atau di komunitas yang Anda ikuti namun Anda tetap seorang pemimpin dalam keluarga. Si kecil perlu melihat bagaimana cara memimpin yang sesungguhnya di rumah. Ia perlu melihat bagaimana Anda memimpin dengan cara yang bijaksana. Ketika anak melihat kebijaksanaan dari cara Anda memimpin, ia akan memahami lebih baik tentang kepemimpinan dan akan mampu dengan efektif memimpin teman-teman sebayanya.

4. Anak membutuhkan kehadiran Anda dalam kehidupannya.
Saat Anda dapat menjalankan seluruh peran yang Anda miliki, itu menandakan Anda orang yang bisa diandalkan. Namun terkadang, urusan anak reingkali Anda serahkan pada pasangan Anda padahal ia sangat membutuhkan Anda hadir di kehidupannya. Bukan hanya saat ia ingin bermain atau mengadu saat dimarahi ibunya, namun anak membutuhkan ada di setiap aktivitas yang dijalaninya. Mulai dari pendidikan, kehidupan sosial, agama dan dalam seluruh kehidupannya bukan hanya sebagai pelengkap sosok Ibu. Kehadiran Anda dalam kehidupannya akan memberikan dukungan yang ia butuhkan, terutaa kasih sayang.

5. Anak butuh Anda mencintainya dalam segala kondisi.
Terkadang Anda memiliki impian hidup yang tidak atau belum dapat Anda wujudkan sehingga secara tidak sadar Anda mengarahkan anak untuk mewujudkan impian Anda. Padahal anak tidak menyukainya atau tidak mampu menjadi sosok yang Anda impikan. Tidak peduli apa pilihan yang diambil anak Anda, ia tetap membutuhkan cinta seorang ayah, sekalipun pilihannya berbeda dengan keinginan Anda. Cinta dan arahan dari Anda akan menjadi landasan rasa percaya dan rasa pemenerimaan yang mebangun hubungan diantara Anda dan anak. Hal ini juga akan membangun harga dirinya.

6. Anak membutuhkan penegasan.
“Ayah menyayangimu, nak”, “Ayah bangga padamu”, “Kamu hebat”, “Kamu salah, tapi Ayah tahu kamu tidak akan mengulanginya” atau ungkapan cinta lainnya perlu Anda utarakan pada anak Anda. Hal ini akan menjadi dorongan dan sebuah bukti bahwa Anda peduli dan  bahagia memilikinya.

7. Anak perlu Anda mendisiplinkannya dalam urusan percintaan.
Anda perlu menjelaskan hal ini agar anak mengerti batasan dan harapan dalam mencintai. Ketika anak dewasa, ia tentu akan membuat kesalahan seperti yang Anda lakukan saat masih anak-anak atau yang Anda lakukan saat ini. Tapi ia juga harus mengetahui segala hal yang dilakukannya memiliki konsekuensi dan ia perlu mempertimbangkannya sebelum bertindak. Ini akan mempersiapkannya untuk menjadi seorang yang mampu berpikir dan mengevaluasi pilihan yang diambil saat ia dewasa.
Top