Awas Jangan Sembarangan, ini Bahaya Mengoleskan Bawang Putih Pada Tubuh Anak

Komentar


Foto via theasiantparents.com

Lebih hati-hati dan teliti

Teliti dulu sebelum mencoba sebuah resep pengobatan tradisional untuk anak. Karena mengoleskan bawang putih ke tubuh anak bukanlah persoalan sepele. Sebelum mencoba segala resep yang baru bagi anda cek dulu keefektifan dan apa efek samping yang ditimbulkan.

Salah satu ramuan tradisional yang sering dipakai untuk mengobati demam anak adalah campuran bawang merah dengan minyak kayu putih.

Jika stok bawang merah sedang habis, bisakah diganti dengan mengoleskan bawang putih?

Mengadopsi resep tradisional sebagai obat untuk anak tak bisa sembarangan. Jika Parents adalah orang yang anti obat kimiawi, maka Anda perlu berpikir ulang lagi karena bahan tradisional yang berasal dari dapur sendiri pun juga memiliki efek yang tidak main-main.

Baca juga : Seakan-akan Mau Keluar, Gerakan Agresif Bayi dalam Perut Ibu ini Bikin Ngilu

Seperti yang dialami oleh ibu Rani yang mencoba mengoleskan campuran bawang putih dan minyak pada perut bayinya. Alih-alih sembuh, perut buah hatinya malah mengalami luka bakar hingga meninggalkan bekas hitam, sebagaimana dikutip dari theasiantparents.com

Apa yang menyebabkannya? Simak penjelasan dokter di bawah ini.

Risiko mengoleskan bawang putih pada kulit

Sebelum kita membahas risiko mengoleskan bawang putih ke tubuh anak, ada baiknya untuk mencari tahu dulu studi terkini tentang kandungannya.

Bawang putih telah diteliti oleh para ilmuwan mengandung zat yang dapat menangkal infeksi. Namun, manfaat yang didapat tak berlaku untuk semua orang termasuk anak-anak.

“Data yang ada tidak cukup untuk merekomendasikan dosis tertentu yang tepat untuk anak-anak,” kata Dr. Sunita Vohra, seorang profesor pediatri di Universitas of Alberta, Edmonton, Kanada.

Tinjauan data yang dikutip Science Daily tersebut mengungkapkan bahwa tablet bawang putih memang dapat membantu atasi infeksi saluran pernafasan bagian atas

Bawang putih yang dioleskan secara singkat ke kutil juga terbukti efektif setelah tiga sampai sembilan minggu pengobatan.

Baca juga : Berdosakah Ibu yang Tak Mau Menyusui Bayinya Karena Lebih Memilih Memberikan Susu Formula?

Beberapa penelitian dari Universitas Alberta itu menyatakan bahwa bahan masakan tersebut sama efektifnya dengan obat tetes telinga konvensional dalam hal mengobati rasa sakit yang terkait dengan infeksi telinga pada anak-anak. Namun, tidak diketahui berapa banyak dosisnya yang dapat menghilangkan rasa sakit.

Vohra menjelaskan bahwa efek buruk bawang putih yang dijelaskan dalam studi orang dewasa dan anak-anak pada umumnya bersifat minor. Namun, efek buruknya yang paling serius dikaitkan dengan penggunaan sebagai obat oles.

Tiga studi anak-anak melaporkan luka bakar tingkat dua ketika bawang putih mentah dan kasar langsung dioleskan ke kulit anak-anak sebagai pengobatan antipiretik atau antiviral. Vohra memperingatkan orang tua untuk tidak mengoleskannya secara langsung ke kulit.

Jadi, jika Ada saran dari orangtua untuk kasih anak bawang putih saat demam, langsung tolak saja ya, Parents. Selalu konsultasikan ke dokter jika ada efek samping yang terjadi ketika mencoba pengobatan tradisional.

Ingat prinsip sederhana bahwa jika anak Anda cocok, belum tentu anak orang lain juga cocok. Jangan sampai ego kita soal kecocokan metode pengobatan membuat yang lainnya celaka.

Mari lebih bijak menangani anak.

Top