Akan Terlihat di Indonesia 31 Januari Nanti, ini Mitos Mengenai "Supermoon"

Komentar

foto via suarabekasi.id

Siap-siap kamera yang bagus....

Supermoon dapat disaksikan di Indonesia

Fenomena alami yang begitu indah ini akan dapat disaksikan di Indonesia. Tapi dibalik indahnya "Supermoon, ada mitos yang selalu banyak dipercaya orang.

Banyak orang percaya bahwa menghilangnya bulan adalah pertanda buruk.

Berikut beberapa mitos yang dipercayai masyarakat tentang hilangnya bulan (gerhana bulan) sebagaimana dikutip grid.id

Melolong ke Bulan

Suku yang berada di benua Amerika ini menganggap gerhana sebagai sesuatu yang baik.

Ada satu mitos yang dipercayai oleh suku Inca ketika terjadinya gerhana bulan. Yaitu ada seekor Jaguar yang menyerang dan memakan bulan.

Baca Juga : Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian Nanti Malam, atau Anda Baru Bisa Menyaksikan Th 2035

Hal ini menjelaskan mengapa bulan akan berwarna merah darah ketika gerhana bulan total terjadi.

Suku Inca takut, setelah Jaguar itu selesai memakan bulan, ia akan turun ke Bumi dan memakan seluruh orang. Untuk mencegah itu terjadi, suku Inca akan memaksa anjing-anjing peliharaan mereka untuk menggonggong supaya si Jaguar takut.

Raja Pengganti

Suku Mesopotamia kuno juga menganggap gerhana bulan sebagai serangan terhadap bulan. Mereka menghubungkan apa yang terjadi di langit dengan kejadian yang ada di Bumi.


foto via kumparan.com

Dan karena seorang Raja merepresentasikan suku Mesopotamia, warganya menganggap gerhana bulan sebagai bentuk serangan terhadap rajanya. Jadi untuk mencegah hal buruk terjadi pada sang raja, mereka akan mencari raja pengganti.

Si raja pengganti ini tidak akan menjadi orang yang memerintah seluruh Mesopotamia. Namun ia akan diperlakukan layaknya raja ketika gerhana bulan total terjadi.

Baca Juga : Fenomena Langka, Gerhana Bulan Terpendek Selama 500 Tahun

Dan seperti yang bisa ditebak, setelah gerhana bulan selesai, si raja pengganti akan menghilang secara misterius. Kemungkinan ia meninggal karena diracuni..

Menyembuhkan Bulan

Mitos yang dimiliki oleh suku Hupa mempunyai akhir yang menyenangkan, berbeda daripada suku-suku lainnya.

Hupa adalah suku asli Amerika dari California bagian utara. Suku Hupa percaya, bulan punya 20 istri dan banyak sekali binatang peliharaan. Kebanyakan binatang peliharaan itu adalah ular dan singa.

Dan ketika bulan tidak membawakan cukup makanan untuk para binatang peliharaannya itu, mereka akan menyerang si bulan dan membuatnya berdarah.


foto via tribunnews.com

Gerhana akan berhenti setelah para istri bulan datang melindungi bulan, mengumpulkan kembali darah si bulan dan menyelamatkan nyawanya. Sedangkan bagi suku Luiseno dari California bagian selatan, gerhana adalah sinyal bahwa bulan sedang sakit.

Jadi tugas utama warga suku Luiseno adalah menyanyi puji-pujian dan doa supaya bulan kembali sehat.

Mitos modern

Ada sebuah mitos yang berasal dari suku Batammaliba di Togo dan Benin di Afrika. Menurut mereka, bulan dan matahari berkelahi ketika gerhana terjadi, dan orang-orang menyuruh mereka untuk berhenti.

Mereka menganggap sudah saatnya untuk menghentikan semua perseteruan dan meredam amarah, kemudian rukun kembali. Jadi gimana, sudah siap menyambut Gerhana Bulan Total di Indonesia pada 31 Januari mendatang? (*)
Top