Tangis Haru Kisah Perjuangan Susi Driver Grabbike yang Bawa Anak Sambil Kerja

Komentar

Foto susi dan anak, via kumparan/adhim mughni

kisah pilu Susi driver grabbike

Tampak seorang anak kecil yang berada di dashboard motor bersama seorang perempuan menggunakan jaket grabbike . Dibalik ketegarannya ada sederet kisah pilu Susi sebagai tulang punggung keluarga.

Hari ini Susi Sugianti (30), driver Grabbike yang membawa anak sambil mengantar penumpang, mendapat orderan katering di dua wilayah berbeda.

Selain menjadi driver Grabbike, Susi memang membuka usaha katering.

Baca juga : Tak Kuat, Akhirnya Fredrich Yunadi Mundur, Tak Mau Bela Setnov

Dijadwalkan katering pertama diantar ke Cimone, Karawaci, Kota Tangerang. Sedangkan katering kedua ke Kedoya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pagi itu, Susi telah bersiap untuk berangkat pukul 09.00 WIB dari rumah kontrakan berukuran 5x6 meter, di Jalan Buaran Timur RW/RW 11/04 nomor 20, Desa Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Rumah sederhana yang ia huni bersama seorang anaknya, Zahra, yang masih berusia 2 tahun.



Sebagaimana dikutip dari kumparan, yang menemui Susi di kontrakannya, berkesempatan mengikuti Susi bekerja.

Dengan motor matic Honda Spacy warna biru, ia mengenakan setelan Grabbike lengkap: jaket hijau dan helm hijau bertuliskan Grab.

Di sisi kiri motor terlihat dua paket katering siap antar. Di depan kemudi, Zahra yang berpakaian lengan panjang lengkap dengan kerudung, sudah duduk manis di kursi rotannya. Zahra sempat rewel dan beberapa kali menangis saat Susi tengah bersiap.

"Kalau Zahra di jalan suka nangis, kadang tidur aja sih. Saat motor berhenti, dia rewel lagi," kata Susi di sela-sela persiapannya.

Setelah berbincang beberapa menit, Susi beranjak menuju lokasi pertama berjarak 15 kilometer yang ditempuh sekitar 45 menit.

Baca juga : Buat Vlog Tutorial Mengarit dengan Skill yang Warbiyasah, Netizen Pun Dibuat Ngakak Pria ini



Meski seorang perempuan, ia tidak kalah sigap bagai pembalap Valentino Rossi.

Susi meliak-liuk di setiap rute jalan, menyusul motor, menyalip mobil, dan kadang ia berhenti ketika dering telepon dari pelanggannya berbunyi.

Setibanya di lokasi, Susi memberikan pesanan kepada pelanggan dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

"Ini pesanannya Bu, terimakasih, mohon maaf ya," kata Susi kepada pelanggan.

Susi kemudian kembali melanjutkan perjalanannya ke lokasi kedua, dari Cimone-Karawaci-Kota Tangerang menuju ke Kedoya-Cengkareng-Jakarta Barat. Jaraknya cukup jauh, 23 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.

Baca juga : Ibu ini Punya Masalah, Bertanya Pada Warganet, Jawaban Warganet Malah Menjerumuskan

Susi masih terlihat tangguh. Meski demikian, ia sadar ada anaknya. Susi menyempatkan diri membelikan anaknya minum dan makanan di tengah perjalanan.



Sejam lebih berlalu, ia tiba di lokasi pelanggan kateringnya yang terakhir. Susi sempat mengatakan bahwa pelanggannya yang di Jakarta Barat sepertinya tidak akan memperpanjang langganannya.

"Ini belum tahu diperpanjang atau enggak langganan. Saya harap bisa pesan lagi," ujar Susi kepada kumparan.

Setelah selesai mengantarkan kateringnya, Susi mendapat orderan Grabbike di wilayah Jakarta, sekitar pukul 12.30 WIB.

Tim kumparan berpamitan dan Susi melanjutkan aktivitasnya menjadi driver Grabbike ditemani Zahra. Susi yang begitu tangguh, tak pernah mengeluh meski harus mencari nafkah seorang diri.
Top