Tak Hanya Edison Wardana 5 Aksi Sulap Ini Berakhir Tragis, Hingga Ada yang Tewas Tertimpa Semen

Komentar


Tak hanya Demian Aditya, 5 atraksi sulap ini berakhir tak kalah tragis. Satu di antaranya, pesulap tewas tenggelam! OMG....

Aksi sulap Demian Aditya pada Rabu malam tadi menuai kontroversi.

Hal tersebut lantaran aksinya harus memakan korban.

Seorang stuntman bernama Edison harus menjadi korban dari aksi ekstrem Demian malam tadi.

Ternyata masih ada stuntman yang berada didalam peti tersebut.

Edison yang diketahui sebagai stuntman-nya pun harus mengalami kejadian nahas.

Menurut kabar yang beredar, kondisi paru-paru Edison bolong-bolong.

Bahkan paru-paru sebelah kirinya sudah dipotong.

Kondisinya bahkan cukup memprihatinkan.

Edison sempat mengalami koma akibat peristiwa tersebut.



Bicara masa kecelakaan saat aksi, malah ada 5 Pesulap yang menjadi korban kegagalan dari aksinya yang ekstrim.

1. Madame Delinsky


Madame DeLinsky merupakan seorang pesulap yang melakukan aksi berbahaya pada 1820 silam.

Ia berniat menyuguhkan aksi menangkap peluru yang ditembakkan oleh asistennya.

Sebanyak 6 asisten bertugas untuk menembak Madame DeLinsky di hadapan banyak penonton.

Sebelumnya, ia telah memperintahkan mereka untuk menembaknya menggunakan peluru kosong.

Sayangnya, seorang asisten diketahui tak melakukan hal yang diminta Madame Delinsky.

Alhasil, peluru asisten itu tepat mengenai perut Madame Delinsky, ia dinyatakan tewas 2 hari kemudian.

2. Vivian Hensley


Vivian Hensley berniat untuk melakukan trik sulap memotong-motong badan asistennya.

Seperti biasanya, asisten yang merupakan istrinya sendiri itu tiduran di sebuah kotak.

Sebelum beraksi, istrinya telah memberikan tanda pada Vivian bahwa ia belum siap.

Ia belum sempat mengganti kepalanya dengan kepala palsu sebagaimana dalam trik.

Namun, Vivian Hensley tak bisa mendengar suara istri karena gergaji mesinnya berisik.

Alhasil, ia pun memotong kepala sang istri hidup-hidup dan menjadi korban triknya sendiri.

3. Jeff Hooper


Jeff Hooper adalah pesulap muda yang masih berusia 24 tahun saat ia meregang nyawa.

Saat itu, Jeff memutuskan untuk latihan terlebih dahulu sebelum menampilkan triknya di depan publik.

Trik itu adalah dengan membelenggu dirinya di sebuah kotak berisi air dan ia berhasil keluar.

Awalnya, Jeff latihan di danau Winona, Indiana, dengan membelenggu diri.

Ia menceburkan diri sejauh 91 meter hingga berhasil meloloskan diri.

Jeff Hooper pun lalu berenang sambil berteriak memanggil asistennya untuk menjemput.

Sayangnya, kala itu ada angin kencang yang membuat sang asisten tak mendengar suara Jeff.

Alhasil, ia pun tewas tenggelam setelah tak dapat mencapai tepian danau.

4. Tommy Cooper


Tommy adalah pesulap sekaligus komedian yang terkenal pada abad ke-19 di Inggris.

Ia sering menambahkan beberapa adegan lucu saat melakukan trik sulap di depan penonton.

Tommy lalu mengisi acara variety yang ditonton secara langsung bernama "Live From Her Majesty's".

Tommy Cooper yang berada di atas panggung tiba-tiba terduduk dan tampak terengah-engah.

Namun, kru televisi dan penonton mengira hal itu termasuk aksi komedi Tommy.

Padahal, saat itu Tommy Cooper terkena serangan jantung dan terlambat untuk diselamatkan.

Ia menghembuskan nafas terakhirnya ketika sampai di rumah sakit.

5. Joseph Burrus


Pada 1922, Joseph Burrus berniat mempertunjukkan aksi meloloskan diri saat dikubur hidup-hidup.

Tepat pada malam Halloween, ia dikubur dalam peti mati plastik di bawah tanah.

Ia pun masuk di peti plastik yang terkunci dengan tangan dan kaki diborgol di kedalaman 2 meter.

Lalu secara perlahan di atas peti dituangkan semen basah seberat 7 ton.

Malangnya, ia tewas sebelum bisa meloloskan diri karena semennya menghancurkan peti mati dan menguburnya hidup-hidup.


6. Charles Rowen


Charles Rowen, atau dikenal sebagai “Karr the Magician” atau “Karr yang Misterius”, adalah seorang seniman escapologist asal Afrika Selatan. Trik yang sering ditampilkan oleh Charles adalah meloloskan diri dari jaket untuk menghindari bahaya pecahan gelas yang siap melukainya.

Pada tahun 1930, Karr tampil di Springfontein, Orange Free State, Afrika Selatan. Dia mencoba aksi yang sangat berbahaya di mana ia diikat di jaket pengekang sementara itu seorang pria melaju lurus ke arahnya menggunakan mobil. Mobil diberi jarak 200 meter, kemudian dinaikkan kecepatannya menjadi 72 kilometer per jam (45 mph).

Secara matematis, Karr hanya diberi waktu sekitar 10-15 detik (tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan pengemudi untuk sampai dengan kecepatan itu) untuk keluar dari jaket pengekang dan keluar dari jalur mobil tersebut. Namun dia terlalu lambat.

Kecelakaan pun tak terhindarkan terjadi di depan para penonton, termasuk anak-anak kecil. Sebelum meninggal, ia membebaskan sang pengemudi dari tindak pidan
Top