Tak Diakui dan Ditelantarkan Ketiga Anaknya, Kakek 74 Tahun ini Tinggal Diatas Selokan

Komentar

diambil dari sekteviral

Naudzubillah...Jangan sampai kita jadi anak durhaka

Orangtua seharusnya kita hormati dan kita sayangi bukannya malah menyakitinya. Apalagi sampai mentelantarkannya, itu disebut sebagai anak yang durhaka. Jangan sampai kita jadi anak yang seperti itu ya.

Mengutip sekteviral, seperti kejadian yang dialami oleh  Udjan Susanto, pria 74 tahun yang ditemukan di atas got di depan SD Widuri Indah, Jakarta Barat. Dia ditelantarkan dalam keadaan sakit.

Udjan yang lemas tidur, buang air kecil dan besar di atas got tersebut. Dia ditemukan oleh aparat Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Aparat yang menemukan Udjan melaporkan hal tersebut kepada petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat untuk diselamatkan.

Baca Juga : Bapaknya Disuruh Mengemis Wanita yang Mengaku Anaknya ini Malah Sibuk Hitung Uang

Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Amir, menyampaikan laporan dari aparat kelurahan itu juga sudah masuk aplikasi Qlue.

“Ketika sampai di lokasi, lansia tersebut tiduran di atas saluran air (got) dengan kondisi sudah sakit dan sudah buang air kecil dan besar di celana,” kata Amir kepada Kompas.com, Jumat (8/12/2017).


kakek terlantar (instagram story)

Amir mengatakan, Udjan sudah empat hari tidur di depan SD Widuri Indah itu. Pihaknya mendapat informasi dari aparat kelurahan bahwa lansia tersebut masih memiliki anak. Namun, anaknya sudah tidak mengakui orangtuanya itu.

Petugas P3S sudah berupaya menemui anaknya untuk berdialog agar tidak menelantarkan orangtuanya. Namun, anaknya bersikeras tidak mengakui Udjan sebagai orangtua.

Baca Juga : Tidur Terlantar Dikelilingi Makanan Kisah Kakek Tak Bercelana Ini Mengiris Hati "Anak Durhaka Yang Tega Lakukan Ini"

Setelah itu, pihaknya langsung berkordinasi dengan pihak Ambulans Gawat Darurat (AGD) 112 Dinas Kesehatan untuk membantu memberikan pertolongan.

Petugas pun bersama-sama merujuk Udjan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.



“Menurut info yang kami dapat, lansia itu mempunyai tiga orang anak. Satu orang di Kelurahan Duri Utara itu, seorang di Depok dan seorang lagi tempat tinggalnya jauh,” ucap Amir.

Biasanya, Udjan tinggal bersama anaknya di Depok. Kemudian, ia mau ke rumah anak yang tinggal di Duri Utara, tetapi anaknya menolak dan tidak mengakuinya sebagai orangtua.

Alasannya, Udjan dianggap menyebalkan dan membuat malu anaknya karena sering membuat resah dan mengganggu orang lain.
Top