Sedang Gempar, Mulai Boikot Produk AS Sampai Tantangan Jusuf Kalla "boikot google"

Komentar

foto via merangkum.com dan radiotimes.com

Palestina saat ini sedang mengalami masa sulit... 

Keputusan Donald Trump yang tetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel

Sebagian masyarakat Indonesia pun ancam boikot Amerika, termasuk Windows, Linux, Google, Iphone, Facebook, Instagram

Jusuf Kalla pun angkat bicara dan tantang boikot "Google"....

Apakah berani ya kalau hal ini benar-benar terjadi dan bagaimana efeknya....?

Tak terima atas kebijakan Donald Trump, negara pembela Palestina akan boikot produk AS. 

Mengutip dreamers.id, kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem adalah Ibu Kota Israel membuat pergolakan hebat di berbagai negara khususnya dengan mayoritas muslim.

Aksi Bela Palestina dan boikot produk Amerika Serikat pun diserukan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla turut buka suara. Ia mengatakan kalau aksi boikot terhadap produk Amerika Serikat dan Israel akan sulit dilakukan. Menurutnya, masyarakat saat ini sangat tergantung dengan produk-produk negara tersebut.

Baca Juga : Donald Trump Dapat "Sindiran Pedas" Dari 7 Produk ini Atas Keputusannya Terhadap Yerussalem

"Paling gampang, berani enggak untuk memboikot iPhone. Jangan pakai Google, bisa enggak hidup tanpa itu," kata Kalla di kantor Wakil Presiden RI, seperti dikutip dari laman Kompas, Selasa (19/12).

Terlebih produk-produk Amerika Serikat merupakan produk yang mutakhir dengan teknologi tinggi. "Whats App. Enggak bisa hidup tanpa itu sekarang. Keluar rumah sekarang langsung mengantongi itu," lanjutnya.

Selain itu, Jusuf Kalla menghimbau agar mereka yang mengancam aksi boikot produk Amerika Serikat untuk berpikir rasional dan tak terbawa dengan emosi. "Jadi itu yang paling penting.

Kalau film kita bisa menghindari, kalau produk-produk itu susah. Produk high technology, perminyakan dan lainnys. Produk Amerika di Indonesia itu tinggal produk high technology. Jangan emosional," pungkasnya.



Selain Tantangan dari Jusuf kalla sebagian besar warga Indonesia termasuk MUI telah mengeluarkan fatwa untuk meboikot AS. Namun tidak seperti pendapat Jusuf Kalla.

"Mereka mendesak boikot lewat media sosial seperti Facebook, itu kan juga produk Amerika," kata Nur Iman Subono, dosen ilmu politik dari Universitas Indonesia, Senin (18/12).

Sementara itu, kata Nur Iman Subono, "pernyataan sikap dan sebagainya juga ditulis dengan menggunakan piranti lunak pemroses kata produk Amerika, dengan komputer yang menggunakan sistem operasi produk Amerika, dan mungki diposting di situs yang menggunakan sistem produk Amerika. Serta disebar-luaskan dengan aplikasi produk Amerika juga."

Belum lagi minuman ringan, makanan cepat saji, hiburan dan lain-lain, yang didominasi produk Amerika, dan sedikit banyak melibatkan kalangan Yahudi.

Jadi, "Kalau mau realistis, praktik boikot tidak bisa dilakukan. Ini hanya ujaran kekesalan, politis, dan emosional," tambah Nur Iman Subono.

Baca Juga : Kondisi Presiden Donald Trump Setelah Sampaikan Pidato Yerusalem Ibu Kota Israel

Nur Iman menuturkan, dalam era globalisasi, pembuatan produk melibatkan tidak hanya satu negara. Pemboikotan menurutnya bisa jadi salah sasaran.

"Seluruh produk tidak dibikin di satu tempat tapi disubkontrakkan ke berbagai negara, jadi semuanya terlibat," kata dia.

Lebih dari itu, Nur Iman menyebut Indonesia juga memiliki hubungan ekonomi dengan negara lain yang tidak dapat diputuskan begitu saja, terutama dalam konteks utang dan investasi.

"Saya kira ini tidak realistis," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Bhima Yudhistira, peneliti di Institute for Development of Economics and Finance, yang lebih bisa dilakukan Indonesia adalah langkah di sektor perdagangan, berupa retaliasi atau pembalasan atas sejumlah langkah perdagangan AS.

Pembalasan itu, kata Bhima, elegan karena, walaupun itu tak terkait Yerusalem didasarkan pada kebijakan AS yang selama ini merugikan Indonesia, yaitu penerapan bea masuk tinggi terhadap ekspor biodiesel.



"Indonesia dikenakan bea masuk yang besar. Ini momen politik yang tepat untuk memeriksa kembali dumping (pemberlakuan harga lebih rendah di luar daripada dalam negeri) dalam produk yang diekspor AS," ujarnya.

Baca Juga : Pidato Soal Yerusalem Ibukota Israel, Tiba-tiba Alami Kelu Lidah, Trump Kena Stroke?

Bhima menuturkan, AS secara rutin mengekspor sejumlah produk ke Indonesia, antara lain kedelai, biji gandum, susu, lada, kopi, dan tembakau.

Terhadap produk itu, kata Bhima, pemerintah dapat meniru executive order atau perintah sebagaimana yang dilakukan Presiden AS Donald Trump untuk memeriksa penyebab defisit necara perdagangan AS dan Indonesia.

Bhima berkata, Indonesia dapat menerapkan bea masuk yang tinggi pula terhadap produk-produk itu. Namun, kebijakan tersebut harus dipersiapkan secara matang, salah satunya dengan berkerja sama dengan negara lain yang dapat menjadi sumber impor cadangan.

"Retaliasi atau pembalasan ini sifatnya tidak emosional, tapi profesional dalam perdagangan," ujar Bhima.
Top