Pria Ini Meninggal, Terpaksa Harus Gunakan Backhoe Untuk Menurunkan Ke Liang Lahad

Komentar


Kisah hidup pemuda ini pernah menjadi perbincangan banyak orang.

Kamsah mengaku baru menyadari kondisi anaknya yang kritis pada pagi hari ketika bangun tidur untuk sholat Subuh.

" Saya bangun jam 5 pagi, dan melihat dia tidak bergerak bahkan setelah namanya dipanggil-panggil. Jadi saya buru-buru menyuruh adiknya untuk menjemput asisten medis klinik sekitar sini," ucap Kamsah.

Seperti yang dikutip dari dream.co.id, " Asisten medis tiba 30 menit kemudian dan mengatakan Faizal sudah meninggal," lanjut Kamsah di Tanah Perkuburan Mengabang Telipot.

Sebelumnya, bungsu dari lima bersaudara tersebut telah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua bulan sejak September lalu.



Faisal beberapa kali masuk rumah sakit.

Karena berat tubuhnya, pihak keluarga terpaksa minta bantuan Angkatan Pertahanan Sipil Malaysia untuk membawanya ke HSNZ menggunakan truk.

" Sejak anak saya pulang dari rumah sakit, dia kurang selera makan dan hanya minum susu enam kali sehari," kata Kamsah yang setiap hari berjualan kue di desa tersebut.

Jenazah Faizal dibawa dari rumahnya di Kampung Tanjung Gelam, Mengabang Telipot, Kuala Nerus untuk dimakamkan setelah sholat Zuhur. Pria gemuk dengan tinggi badan 165 sentimeter itu diturunkan ke dalam liang lahat dengan bantuan alat berat back hoe.

Kisah hidup pemuda ini pernah menjadi perbincangan banyak orang.
Top