Penting Untuk Bunda Mengerti, 10 Tips Mendidik Anak Usia Pra Sekolah

Komentar


Usia pra sekolah adalah bagian dari usia emas yang sangat penting dalam perkembangan anak Anda.

Agar anak lebih siap untuk menghadapi masa sekolah nantinya, berikut tipsnya.


Seorang Ibu baru dapat merasa bahwa ia akan melakukan segala sesuatu yang salah. Bahkan tugas yang paling dasar, seperti menggendong, mengganti popok, menyusui, dan membawanya memberikan rasa takut. Ya, itulah yang disebut dengan reaksi klasik Ibu baru. Hal ini normal karena sang Ibu membawa tanggung jawab yang besar dan merasa letih atas pengalaman melahirkannya.

Usia pra sekolah adalah bagian dari usia emas yang sangat penting dalam perkembangan anak Anda.

Rutinitas dan pembelajaran yang mereka lakukan akan memberikan efek yang besar terhadap pembentukan karakter dan kebiasaan setelah mereka besar.

Berikut ini adalah beberapa tips yang sangat penting untuk mencapai hasil yang maksimal bagi anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun ini yang dikutip dari sayangianak.com.

PASTIKAN ANAK ANDA BERLATIH KEMANDIRIAN
Beberapa orang tua terkadang khawatir bahwa anaknya hanya mendengarkan gurunya dan melakukan hal yang sebaliknya di rumah, seperti menolak merapikan mainan, merengek untuk dipakaikan sepatu, dan tidak berani ke toilet sendiri. Padahal di sekolah ia melakukan semuanya sendiri. Maka, ketahuilah bahwa anak Anda sedang menguji batas kesabaran Anda karena dia percaya Anda akan mencintainya dan melakukan apapun yang ia inginkan. Jika hal itu terjadi, berikanlah pelukan jika anak Anda memintanya, namun tetap konsisten untuk mendukungnya melakukan hal-hal tersebut sendirian

BERIKAN TUGAS YANG LEBIH MENANTANG

Anak-anak mampu melakukan lebih dari yang Anda bayangkan. Tahukah Anda, sekolah yang baik membiarkan anak-anak menuangkan air dan menyiapkan makanan mereka sendiri, membuang bekas makanan di piring mereka, membersihkan meja, dan menyimpan tas mereka sendiri di loker? Karena itu, lakukanlah hal yang sama dan berikan tantangan baru ketika ia mampu menguasai satu keterampilan.

BERTAHANLAH UNTUK TIDAK MEMBANTUNYA DALAM HAL YANG BISA IA LAKUKAN
Membantu hal-hal yang bisa dia lakukan sendiri mungkin lebih cepat dan lebih mudah, namun tidak akan membantu untuk membuat anak Anda lebih mandiri. Jika Anda kuatir mereka tidak mampu melakukannya, cobalah beri bantuankecil namun tidak secara langsung, seperti menempatkan kemeja secara terbuka atau mengambilkan piring namun tidak menempatkannya di meja makan. Tanyakan terus dua pilihan, “Apa kamu mau Ibu bantu atau kamu BISA melakukannya sendiri?’ Kata BISA ini adalah penyemangat bagi mereka untuk melakukannya sendiri.

JANGAN MENGULANG APA YANG TELAH MEREKA LAKUKAN
Jika anak Anda merapikan tempat tidurnya, tahanlah diri Anda untuk merapikannya sesuai standar Anda. Jika dia berpakaian dalam padu padan yang tidak sesuai dengan standar Anda, berikan pujian seperlunya. Kecuali benar-benar diperlukan, tidak memperbaiki apa yang diselesaikan anak Anda akan sangat membantu menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan dirinya.

BIARKAN MEREKA MEMECAHKAN MASALAH SEDERHANA

Jika Anda melihat anak Anda mencoba merakit mainan atau mendapatkan sebuah buku dari rak yang dapat ia capai dengan berdiri di atas kursi kecil, stop keinginan Anda sejenak untuk membantunya. Asalkan mereka aman, memberikan anak-anak waktu untuk memecahkan hal-hal untuk diri mereka sendiri adalah saat pembangunan karakter. Sangatlah wajar untuk membuat semuanya sempurna. Tetapi jika kita lakukan, kita menipu anak-anak dari kesempatan untuk mengalami kesuksesan.

MENETAPKAN TUGAS
Memberikan tugas sederhana kepada anak prasekolah Anda akan membangun kepercayaan dan rasa mampu. Seorang anak yang dipercayakan untuk menyirami tanaman atau mengambil jemuran dari mesin pengering pakaian cenderung percaya bahwa dia juga bisa berpakaian sendiri atau menyiapkan makanan sendiri. Pastikan saja Anda menetapkan tugas dapat dikelola dan bahwa tugas tersebut sesuai usianya. Tujuannya adalah untuk membuat anak Anda merasa seperti mampu berkontribusi sebagai anggota keluarga.

BERIKAN RUTINITAS YANG BISA DIPREDIKSI

Anak bekerja sama di sekolah karena mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka. Anak-anak mengikuti rutinitas yang sama setiap hari, sehingga mereka dengan cepat belajar apa yang seharusnya mereka lakukan, dan bahkan tanpa perlu diingatkan. Lakukan dengan konsisten, maka anak Anda lebih kooperatif. Tentukan beberapa rutinitas dan berikan kepercayaan kepada mereka. Ketika kita datang dari luar rumah, misalnya, selalu lakukan ritual mencuci tangan atau tidak ada cerita sebelum tidur sampai semua anak-anak menggosok gigi. Akhirnya, mengikuti “aturan rumah” akan menjadi sifat kedua untuk anak Anda.

MERINGANKAN MASA PENOLAKAN
Jika anak Anda menolak untuk melakukan sesuatu, cobalah mengubahnya menjadi sebuah permainan. Humor dan permainan adalah dua alat besar yang dilupakan orang tua. Misalkan, ketika Anda harus membujuk dia untuk meletakkan sepatu di rak, cobalah untuk bermain toko sepatu.

PERINGATKAN PERPINDAHAN KEGIATAN
Jika anak Anda terlihat tidak siap atau menolak kegiatan berikutnya – seperti mematikan TV, berhenti bermain untuk makan, atau meninggalkan rumah teman – itu bisa jadi karena Anda tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu. Jika Anda ingin mereka masuk rumah setelah main sore pukul 16:30 am, ingatkan anak Anda pada pukul 08:15 bahwa dia memiliki waktu lima menit lagi untuk bermain, maka akan harus berhenti untuk merapikan dan menjauh dari mainan. Atur alarm untuk tahu kapan waktu pergantian aktivitas.

GUNAKAN STIKER IMBALAN DENGAN BIJAK
Jika anak Anda selalu bekerja untuk mendapatkan hadiah, ia tidak akan belajar alasan sebenarnya untuk melakukan hal-hal atas keinginan sendiri. Imbalan itu bagus untuk hal-hal yang baru mereka kuasai. Tapi, hindari memberikan imbalan untuk hal-hal sehari-hari, seperti berpakaian sendiri atau menyikat giginya.
Top