" Papa Gak Mau Punya Anak Aku, Pengennya Anak Hp Saja"

Komentar

foto via momonganak.org

Untuk para ayah main hp boleh, tapi peduliin anak dan keluarga yang paling utama..

Jangan korbankan keluarga hanya demi hal sepele ini....

Apakah suamimu seperti ini bun..!

Kamu para suami, main hp atau lainnya itu ada waktunya. Jangan hanya gara-gara ini kamu sampai lupa dengan keluarga. Apalagi sudah punya anak, nanti penyesalan yang akan kamu dapat.

Seperti dalam percakapa antara ibu dan anak ini yang tak dipedulikan oleh ayahnya karena sibuk dengan hpnya. Sebagaiman dikutip momonganak.org

“Ma… Aku gak mau pulang, Ma… Males ada Papa…” rengek anaknya.

“Gimana sih kamu ini? Papa kan jarang di rumah… Mumpung di rumah main sama papa…” kata ibunya sambil asyik memilih telur.

“Maa… Papa itu gak mau main sama aku… Papa itu asyik sama HP-nya aja. Papa gak mau punya anak aku.. Pengennya punya anak HP.

“Papa Itu gak mau nanti kalau meninggal didoain sama anak yang shalih… Maunya didoain sama HP yang shalih. Buktinya papa bukan ngajarin aku jadi anak shalih … Malah bangun tidur pegang HP, abis shalat pegang HP,” celotehnya sambil menggosok-gosok punggungnya di pegangan trolley.

Baca Juga : Sibuk Main Game, Pria ini Bahkan Tak Sadar Istri dan Anaknya Meninggal Dunia

“Mas.. .. berisik ah… Ngomong apaan sih…” kata ibunya.

“Maaa…maa… Gimana kita ganti aja papa-nya? Kan mama juga suka dicuekin papa kalau papa lagi mainan HP kan? Iya kaaan? Ganti Maa papanya…”

“Massss!” teriak ibunya. Diletakan telur yang telah dipilih. “Pulang kita!”

Sang ibu menarik anaknya…. Saya cuma bisa tahan nafas… Antara menahan tawa atas kepolosan anaknya, dan prihatin betapa depresinya anak itu…

Pak, letakanlah HP-mu ketika di rumah. Shalihkan anakmu, agar matimu didoakan anak yang shalih… HP-mu takkan mendoakanmu. Saya jamin itu.

Hasil Survei : 52% Ortu Lebih Peduli Main HP Daripada Anaknya. Apakah Bunda Termasuk Didalamnya??



Smartphone memang telah menjadi bagian penting dalam dunia yang serba canggih dan modern ini. Teknologi yang memudahkan aktivitas manusia ini memang sangat diperlukan, bukan hanya untuk menjalin komunikasi tapi juga memudahkan dalam dunia kerja.

Namun sayangnya, justru gadget semacam smartphone inilah yang hampir merusak komunikasi dan hubungan antara orangtua dan anak. Bahkan, tak jarang membuat nyawa anak melayang. Seperti kasus di China baru-baru ini, seorang bayi terlindas mobil hanya karena si ibu asyik bermain handphone.

Kisah tragis ini harusnya tak terjadi jika orang tua lebih bijak menggunakan smartphone-nya. Seperti dilansir dari lifehack.org, baru-baru ini survey membuktikan bahwa 52% orang tua mengaku bahwa mereka lebih banyak menghabiskan waktu main hape daripada memerhatikan anaknya. Ini hanya sebagian orang tua saja yang mengakuinya.

Baca Juga : Moms, Jangan Biarkan Anakmu Kecanduan Main Gadget! Belajarlah dari Kisah Shafraan

Sedangkan 28% lainnya mengaku bahwa sebagai orang tua, mereka tidak menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya karena bermain handphone terlalu lama setiap hari. Sayangnya, mereka semua seakan tak berdaya dan kemungkinan besar tidak akan melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah ini. Mereka lebih sayang gadget daripada anaknya sendiri.

Mereka tahu bahwa kebiasaan kecanduan gadget ini sangat merugikan, tapi mereka seakan tak bisa melepaskan handphone-nya begitu saja. Padahal, seperempat dari orang dewasa ini menginginkan anak-anaknya tidak kecanduan main hape seperti mereka. Bagaimana bisa?

Hal ini sangat memprihatinkan, apalagi menurut survey yang dilakukan pada anak-anak, 32% anak merasa diri mereka tidak lebih penting daripada gadget yang dipegang orang tua. Mereka tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan dari orangtua. Padahal, pendidikan pertama anak berasal dari orang tua. Dari siapa lagi perhatian yang bisa didapat oleh anak selain dari orang tuanya sendiri?

Sangat disayangkan jika orang tua saat ini ternyata lebih mementingkan menghabiskan waktu dengan gadget daripada anaknya sendiri.

Jika Orang Tua Kecanduan Gadget, Anak Terkena Imbasnya, Lo!



Anda pasti pernah kesal karena omongan Anda tidak didengarkan atau diabaikan oleh lawan bicara, karena mereka sibuk mengecek ponsel.

Sadarkah Anda, anak pun merasa demikian ketika Anda tidak mengacuhkan mereka karena gadget. Ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan dalam diri anak, namun bisa berimbas lebih jauh yakni menimbulkan gangguan perilaku anak.

Kebanyakan orang tua berusaha menjauhkan anak dari gadget, mencegah agar mereka tidak kecanduan. Namun mereka sering lupa, mereka sendiri pengguna gadget yang sangat aktif, bahkan sampai di tahap mencandu.

Hal itu terungkap dalam penelitian Universitas Negeri Pennsylvania terhadap 168 ibu dan 165 ayah dengan anak berusia di bawah 5 tahun, pada kurun 2014-2016. Untuk mengetahui seberapa jauh penggunaan gawai dalam keseharian mereka, orang tua diminta memberi jawaban iya atau tidak pada pernyataan sebagai berikut:

– “Ketika ponsel saya berbunyi karena ada pesan baru masuk, saya tidak tahan untuk langsung mengeceknya.”

– “Saya sering memikirkan tentang panggilan telepon atau pesan yang mungkin saya terima di ponsel saat tidak memegang ponsel.”

– “Saya merasa terlalu sering menggunakan ponsel.”

Teknologi memang memegang peran penting dalam membantu menjalankan aktivitas, namun jangan sampai teknologi itu sendiri yang mengendalikan kehidupan kamu hingga kamu mengabaikan orang-orang di sekitarmu. Please be smart and wise parents ya Ladies. (katalogibu)

Baca Juga : Komunikasi Memang Penting Bu, Tapi Lihat, ini yang Akan Terjadi Jika Ibu Menyusui Bayimu Sambil Main HP

Hasilnya, lebih dari separuh responden mengiakan ketiga pertanyaan di atas. Rata-rata ayah dan ibu mempunyai dua jenis gawai, yang mengganggu interaksi dengan anak setidaknya tiga kali sehari.

Entah karena sibuk membalas pesan atau membuka media sosial di ponsel, menonton televisi, atau sibuk dengan laptop, orang tua pernah mengabaikan perkataan atau keinginan anak.

Di sisi lain, mari kita tengok hasil penelitian tentang dampak penggunaan gawai oleh orang tua terhadap anak yang digagas perusahaan peranti lunak AVG Technologies yang berkantor di Eropa, Israel, Amerika Utara, dan Brasil.

Dalam studi  terhadap 6 ribu anak berusia 8-13 tahun dari Brasil, Australia, Kanada, Prancis, Inggris, Jerman, Republik Ceko hingga AS pada 2015 lalu, 32 persen anak merasa diri mereka tidak penting, ketika ayah dan ibu terlalu fokus ke ponsel.

Anak-anak mengeluhkan harus bersaing dengan teknologi demi menarik perhatian orang tua. Lebih lanjut lagi, 54 persen anak berpikir orang tua mereka menghabiskan terlalu banyak waktu dengan ponsel.
Top