Orang Jaman Sekarang, Laki-Laki Baik Dikata Homo, yang Suka "Jajan" Dibilang Normal

Komentar


Foto via tribunstyle.com

Aneh, yang baik dibilang homo, yang suka jajan dibilang normal

Jika ada lelaki tak merespon jika wanita memberi kode, bisakah dikatakan homo? apa juga harus membullynya karena dibilang tak normal? Tapi kenapa jika yang suka "jajan" malah dibilang normal?

Ada satu peristiwa yang aneh terjadi belakangan ini dimana wanita lebih bringas dari pada lelaki, karena wanita ini memperkosa dan melecehkan pacar lelakinya.

Kejadian yang satu ini menarik berbagai tanggapan netizen, ada salah satu tanggapan netizen yang menarik perhatian. Dari semua tanggapan netizen, .

Baca juga : Taqy Ungkap Bobroknya Salma, Netizen Malah Balik Semprot Taqy dengan Kata Menohok

Sebelum mebahas itu sebagi berikut peristiwa wanita lecehkan pacar lelakinya:

PM, gadis remaja berusia 14 tahun, dilaporkan mencabuli BS, pacarnya yang berusia setahun lebih dewasa darinya. Kejadian tersebut terjadi di kosan PM, Jumat (21/10) sekitar pukul 19.00 WITA,

Kejadian berawal saat PM mengajak BS berkunjung ke kosannya di Kelurahan Malendeng. Karena ajakan tersebut berasal dari sang pacar, korban warga Kecamatan Paal Dua Manado ini mengiyakan. Mereka pun segera menuju ke kosan PM.

Saat berada dalam kamar, PM mulai menggerayangi tubuh korban. Sekujur tubuh pelajar SMP ini dieksploitasi pelaku. Merasa perbuatan tersebut tak pantas dilakukan, korban menolak dan memberikan perlawanan. Bukannya berhenti, pelaku semakin beringas.

Ia mulai berusaha membuka pakaian korban dan berhasil melucuti celana pacarnya. Korban yang berperawakan kecil tak berdaya saat pelaku mulai memainkan alat vit*lnya. Namun belum sempat melakukan hubungan int*m, BS berhasil melarikan diri.

Kejadian tersebut lantas dilaporkan BS kepada orang tuanya. Tak terima dengan perlakuan PM, orang tua korban pun melaporkan perbuatannya ke Mapolresta Manado.

Dari kejadian ini bisa dilihat kalau memang wanitanya sangat bringas, padahal kalau yang banyak terjadi pria yang lebih bringas seharusnya.

Pria itu juga menunjukkan respon yang tidak biasa. Ada yang menganggapnya tidak suka dengan wanita atau homo, ada juga yang berpikiran positif jika yang dilakukan pria ini karena tidak ingin berzina. Karena sekarang sedang ramai permasalahan LGBT para netizen pun ramai memeberi tanggapan,

Baca juga : Buat Suami: "Apa kalian tidak mikir ini saat mau selingkuh?", Bagikan Pada Semua Laki-Laki

@Indi Achmad netizen yang memberika tanggapan positif, yang menurutnya pria seperti ini langka dan susuh ditemukan.

"Laki laki langka itu,susah banget nemuin yang kaya begini.subhanallah" ujarnya

Menganggap lelaki baik yang tak mau berbuat zina.

Masih sama dengan Indi Acmad, @Rudy Termangu Hartono juga mengatakan kalau pria ini calon penghuni surga

"wah laki calon surga itu karna menolak ajakan zina." ujarnya mengenai kejadian itu.

Ada satu tanggapan netizen yang mengatakan bahwa lelaki ini tidak menyukai wanita atau  menyebutnya cowok homo, @Okii Idabagus: " cowoknya homo." ujarnya

Lalu @Jaenudin membalas tanggapan okki: "kalo ada cowok memperkosa, pasti disalahkan. tapi kalo ada cewek yg mencabuli cowok malah cowoknya yg dibilang homo."

Disaat cowok lebih baik tidak merespon apa yang dilakukan wanita seperti itu dianggap homo. 

Apalagi sekarang ini memang sedang ramai perbincangan tentang LGBT.  

Namun jika lekai-laki baik jangan dianggap homo, dibandingkan dengan laki-laki yang suka jajan di sana sini masih dianggap normal tapi bagaimana dosa besar nantinya.

Sebagaimana pembahasan LGBT dalam pandangan islam berikut ini: 

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, kami mengajak anda untuk memahami bahwa kecenderungan terhadap sejenis termasuk diantara penyakit mental. 

Dan Allah Ta’ala memberi ujian kepada manusia, salah satunya dalam bentuk penyakit, sebagaimana dikutip dari konsultasisyariah.com

Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah: 155)

Ibnu Katsir menyebutkan keterangan sebagian ahli tafsir, bahwa diantara makna kekurangan jiwa adalah mengalami sakit. Dan puncaknya dalam bentuk hilangnya nyawa, artinya mati. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/467).

Dan bentuk penyakit ada 2:

[1] Peyakit fisik, seperti difabel atau sakit fisik lainnya

[2] Penyakit mental, seperti kelainan akal, ideot, telat mikir, termasuk diantaranya memiliki kecenderungan terhadap manusia sejenis.

Kedua, setelah kita memahami bahwa LGBT termasuk penyakit, sebagai manusia yang normal, tentu dia akan sedih. Karena dia menyadari, dirinya tidak normal. Bukan malah dibanggakan. Tidak ada manusia normal yang bangga dengan penyakitnya.

Ada waria, semakin dibuat-buat jadi banci, lalu meniru gaya wanita tak bermoral, ini membanggakan kondisi abnormal. 

Mentalnya tidak normal, dan jiwanya juga tidak normal. Makanya para waria adalah manusia yang cacat jiwa, cacat mental.

Dengan demikian, bagi siapapun yang mengalami kondisi LGBT, jangan sampai dibanggakan. Anda bangga dengan kondisi LGBT, justru menunjukkan bahwa anda sangat tidak normal.

Anda bisa perhatikan, LGBT yang membuat komunitas untuk memperjuangkan agar dilegalkan, adalah manusia yang cacat mental dan jiwanya. 

Baca juga : Beginilah Suami Yang Lupa Daratan, Suami Janji Tidak Selingkuh Lagi Tapi Istri Bawa Banyak Bukti

Mereka memperjuangkan agar penyakitnya dilegalkan. Manusia seperti ini tidak akan pernah berjuang untuk menyembuhkan penyakitnya.

Ketiga, Orang yang mengalami musibah fisik, merasakan sakit dan dia bersabar, dia akan mendapatkan pahala dan akan menghapuskan dosa-dosanya. 

Seperti itu pula orang yang mengalami musibah mental. Jika dia bisa bersabar, dia akan mendapatkan pahala dan musibah itu akan menjadi kafarah bagi dosa-dosanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka denagn musibah. Siapa yang ridha dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang marah dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan murka Allah.” (HR. Ahmad 23623, Tirmidzi 2396 dan dishahihkan al-Albani).

Sesungguhnya ujian yang Allah berikan kepada para hamba, hakikatnya didasari kecintaan Allah kepada hamba-Nya. 

Karena seorang hamba akan bisa mendapatkan derajat yang lebih tinggi, ketika mereka mendapatkan ujian dan mampu bersabar terhadap ujian tersebut.

Namun ada dua sikap manusia yang berbeda. Ada yang memahami musibah  itu dengan baik, sehingga dia bisa ridha terhadap ujian yang Allah berikan. 

Dia berkeyakinan bahwa ujian ini adalah sumber pahala baginya. Sehingga sama sekali dia tidak merasa telah didzalimi oleh Allah. 

Di saat itulah, Allah akan memberikan keridhaan dan pahala yang besar kepadanya.

Sebaliknya, ada orang yang menyikapi musibah itu dengan cara yang salah. Dia menganggap sakit ini adalah kezaliman dan ketidakadilan. 

Mengapa dia sakit, sementara orang lain tidak sakit. Mereka dia tidak bisa mendapatkan kenikmatan hidup, sementara tetangganya bisa mendapatkan banyak kenikmatan. 

Dia marah dan tidak sabar dengan musibahnya. Sebagai hukumannya, Allah justru murka kepadanya.

Anda resah, anda sedih, dan anda bersabar, itu akan menjadi kafarah dosa,

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah ada suatu musibahpun yang menimpa seorang muslim, baik keletihan atau sakit atau kesedihan atau kegelisahan atau gangguan atau gundah gulana bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah akan menjadikan hal itu sebab untuk menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641 dan Muslim 2245)

Jangan sampai anda punya pikiran bahwa semua orang yang punya kecenderungan LGBT itu dilaknat… karena tidak semua LGBT melampiaskan kecenderungannya. 

Benar dia punya kecenderungan terhadap sejenis, tapi itu kelainan di luar kemampuannya.

Keempat, apa yang anda lakukan, insyaaAllah sudah benar. Berusaha untuk menghiasi diri dengan sunah, dengan hal-hal yang bermanfaat…


Kami juga sarankan agar anda berkonsultasi ke psikiater yang amanah, barangkali bisa membantu anda untuk mencari solusi untuk terapi.

Top