Niat Ingin Menakut-nakuti Malah Kebablasan, Ngotot Minta Cerai Suami Tusuk Istri Dengan Pisau

Komentar


Peristiwa berdarah mengguncang warga Dusun Kasikon, Desa Wadung, Pakisaji, malang, jatim.

Wiwin Sri Wahyuni, 36, warga sekitar bersimbah darah setelah dianiaya oleh Suwandi, 47, suaminya. Ibu dua anak ini, ditusuk dengan sebilah pisau.

Untungnya, tusukan benda tajam itu hanya mengenai tangan serta kakinya. Tetangga yang mendengar teriakan minta tolong, berhasil mengamankan Suwandi. Oleh perangkat desa, ia dibawa ke Mapolsek Pakisaji untuk menghindari amuk massa.

Sementara Wiwin, panggilan korban dilarikan ke Puskesmas Wagir. “Barang bukti yang kami amankan adalah sebilah pisau dan pakaian yang terdapat bercak darah. Kasusnya, kami limpahkan ke UPPA Polres Malang,” kata Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan.

Dijelaskan dia, Suwandi dengan korban, sudah menikah sejak 16 tahun lalu. Mereka dikaruniai dua anak perempuan. Sebelumnya mereka hidup bahagia, namun karena masalah ekonomi, dua tahun lalu memutuskan untuk pisah ranjang.

Wiwin memilih tinggal di Dusun Kasikon, Desa Wadung bersama dengan dua anaknya. Sedangkan tersangka yang bekerja sebagai pengayuh becak di sekitar Pasar Kebalen, memilih mengontrak rumah di Jalan Cerme, Desa Kendalpayak, Pakisaji.

Kejadian Itu terjadi pada Hari selasa, 26 Desember 2017.

Selama pisah ranjang ini, korban selalu minta suaminya untuk segera menceraikannya. Namun Suwandi yang mengaku masih cinta, menolak permintaan itu. Sekitar pukul 06.30, tersangka mendatangi rumah istrinya, mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.

Korban saat itu berada di dapur untuk masak. Finka Desi Rahmasari , 16, anak pertamanya ada di kamar, sedangkan Devi Nurwanti, 15, anak keduanya menjemur pakaian. Begitu tiba, tersangka langsung menghampiri korban dan menanyakan kelanjutan rumah tangganya.

Namun korban menolak dan tetap ingin bercerai. Terpancing emosi, Suwandi mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Seketika, pisau itu ditusukkan ke arah tubuh istrinya berulang kali. Beruntung korban sigap dan berhasil menghindar, hingga mengenai kaki dan tangannya.

Ibu dua anak ini berteriak minta tolong. Kedua anaknya yang mendengar lantas berdatangan untuk menolong. Termasuk tetangga dan warga sekitar yang langsung menangkap tersangka. “Saya tidak ada niatan untuk membunuh. Hanya menakut-nakuti saja tapi malah kebablasan,” sesal Suwandi.

Ia mengakui, pisau itu memang dibawa dari rumah kontrakannya. “Saya terbawa emosi. Sebab uang warisan sudah dihabiskannya. Begitu habis, tiba-tiba minta bercerai. Sebetulnya saya ingin membangun rumah tangga lagi dengannya,” ungkapnya.

Belajar dari kisah ini untuk selalu berpikir dengan dingin dan selesaikan secara kekeluargaan bila ada masalah.
Top