Ngerinya Sindrom "Sleep Apnea", yang Buat Penderitanya Lupa Cara Bernafas Saat Tidur

Komentar


Apa sebenarnya sindrom "Sleep Apnea" ini

Seorang gadis 3 tahun bernama Paula menderita sindrom mematikan yang membuat tubuhnya selalu berhenti bernafas saat tidur. Menurut dokter ia menderita sindrom "Sleep Apnea"

Ketahui apa itu sindrom "Sleep apnea" gejala dan cara pengobatannya

Pernahkah kalian membayangkan jika organ vital kita beristirahat saat kita tidur? Misalnya saja, kita berhenti bernapas? Wah, nggak kebayang kan?

Tapi ternyata kejadian tersebut benar-benar terjadi di Spanyol.

Baca juga : Tak Hanya Untuk Hipertensi, Mengkudu Juga Punya 2 Manfaat Istimewa Bagi Kesehatan

Gadis berusia 3 tahun bernama Paula menderita sindrom langka yang membuat tubuhnya selalu berhenti bernapas saat tidur, sebagaimana dikutip dari boombastis.

Tiap malam, kedua orangtua Paula dilanda kecemasan. Lantas, seperti apa sih sindrom yang diderita Paula?

Sehat seperti anak pada umumnya ketika tidak tidur



Penderita Sleep Apnea seperti Paula tetap bisa beraktivitas seperti anak-anak kecil pada umumnya.

Tiap harinya, Paula bermain dan juga pergi ke sekolah. Selama Paula sadar, Paula terlihat seperti anak yang sehat.

Namun, ketika sudah masuk waktunya tidur, ia tak bisa dibiarkan sendirian.

Hal itu karena gangguan napas yang biasa disebut Congenital Central Hypoventilation Syndrome (CHHS).

Karena gangguan tersebut, Paula harus selalu memakai ventilator setiap akan pergi tidur.

Jika tidak? Tentu saja nyawa Paula bisa melayang, sebab tubuhnya juga berhenti bernapas saat tidur.

Hanya sedikit yang tertolong



Kebanyakan bayi penderita Sleep Apnea tidak tertolong. Hal itu karena sindrom tersebut tidak terdeteksi.

Organ yang awalnya terlihat baik-baik saja, namun tidak berfungsi ketika bayi tersebut terlelap, sehingga penderita langsung kehilangan nyawa beberapa jam setelah kelahirannya.

Ada pun beberapa bayi yang selamat, mereka harus menggunakan ventilator selama tidur.

Baca juga : Sedang Mewabah di Masyarakat, ini 15 Gejala Difteri, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Ventilator tersebut terhubung dengan tenggorokannya untuk membantu pernapasan. Hingga kini, diperkirakan hanya ada sekitar 1.000 hingga 1.200 orang yang menderita Sleep Apnea.

Penderita butuh ventilator selama hidupnya



Hingga saat ini, belum ditemukan penyebab dan solusi bagi penderita sindrom Sleep Apnea.

Hal itu membuat tiap orang yang menderita sindrom langka ini harus bergantung pada alat bantu atau ventilator tiap tidur, seumur hidupnya.

Begitu juga dengan orangtua Paula yang tak pernah bisa tidur tenang, karena dihantui rasa khawatir jika alat bantu pernapasan putri mereka berhenti bekerja.

Usaha pengobatan untuk Sleep Apnea



Ada beberapa tingkatan Sleep Apnea. Untuk penderita sindrom kelas berat, memang belum ditemukan solusi untuk mengatasi masalah tidur tersebut.

Namun, untuk apnea ringan, penderita hanya perlu menghindari alkohol, obat penenang dan menghindari makan atau berolahraga sebelum tidur.

Baca juga : Tak Hanya Anak Kecil Dinas Kesehatan DKI Sampai Heran Difteri Juga Serang Orang Dewasa

Sedangkan untuk kasus yang lebih parah, tidak memiliki jalan lain kecuali menggunakan alat bantu selama tidur, alat yang memastikan udara dipompa melalui hidung dan mulut sepanjang malam.

Kita yang tiap harinya bisa tidur tanpa memikirkan apa pun sudah selayaknya banyak bersyukur. 

Karena di luar sana, ternyata masih ada orang-orang yang nyawanya dipertaruhkan hanya untuk tidur. Semoga kisah Paula bisa jadi cerminan kita untuk menghargai kesehatan kita.
Top