Makan Di Restoran Pizza Ternama 'PH', Gadis ini Temukan Hal Menjijikkan di Piringnya

Komentar


Kebanyakan orang berfikir jika makan di restoran terkenal biasanya akan terjamin kualitas dari segi pelayanan dan hidangan yang di berikan.

Anggapan anda seperti itu mungkin bisa saja salah bisa saja benar, tetapi apa yang dialami wanita ini ternyata mengecewakan.

Pasalnya unggahan yang bagikan di sosial media ini viral karena kejadian yang dialaminya.

Berdasarkan uraian dalam unggahan tersebut, dikatakan bahwa seorang pelanggan telah memesan pizza dan spageti di sebuah restoran pizza ternama sebut saja PH, seperti yang dikutip dari style.tribunnews.com.

Namun, saat makanan disajikan, dan sudah dimakan separuhnya, pelanggan tersebut menemukan bahwa ada 'bahan khusus' di piring, dan itu adalah lalat mati.

Tak hanya lalat, dalam video tersebut juga terdapat hewan-hewan kecil lainnya yang berbentuk menyerupai belatung.

Dari video singkat ini, belatung itu masih hidup, belatung tersebut terlihat riang menggeliat di piring.

Akun Facebook Beverly Michelle mengunggah pengalaman tersebut dan menjadi viral.

Berikut ini kronologi yang di kutip dari TribunStyle.com lansir dari laman Facebooknya.

"Kemarin sore, kira-kira pukul 16.30 WITA atau 04.30 PM saya masuk & memesan makanan di salah satu restoran favorite saya yaitu P**ZA H*T.

Saya memesan menu baru Grilled Steak Pizza ukuran personal, Beef Spaghetti dan Orange Juice. Sembari menunggu teman saya datang.

Setelah teman saya datang dan memesan Chicken Rice dan Lipton Ice Tea makanan pesanan saya datang.

Kami berdua yang sudah sangat kelaparan-pun dengan lahapnya memakan Pizza & Spaghetti tersebut sepiring berdua sambil menunggu pesanan teman saya yang belum datang.

Suap demi suap, sepertinya normal saja sampai pada potongan pizza terakhir yang saya campur kedalam piring spaghetti ternyata ada lalat mati yang ukurannya lumayan besar.
Saya dan teman saya berhenti sejenak, bercanda mengenai lalat tersebut sambil mengeluarkan lalatnya dari piring, memindahkan ke piring pizza yang sudah kosong dan tetap masih melanjutkan makan. Karna dalam pikiran kami yang sedang kelaparan "it's just a dead fly, get over it"

Makanan hampir habis, mungkin 3/4 sendok lagi piring spaghetti tadi pasti habis bersih, tiba-tiba "Ka Ichel... Co lia kwa..." kata teman saya

Kami berdua melihat lebih jelas, di samping lalat yang kami pisahkan tadi ternyata ada banyak ulat / belatung / cacing atau apalah namanya (silahkan liat videonya) yang masih riang-gembira menari di atas sepenggal spaghetti dan lalat yang kami pisahkan tadi.

Kami berhenti makan dan mulai memfoto lalat dan teman-temannya tersebut, karna tidak terlalu jelas maka kami mengambil video singkat agar ulat-ulat tersebut terlihat masih sangat-teramat hidup.

Kemudian kami memanggil seorang pramusaji yang sedang berada di dekat kami "Cewe co lia kwa ini"

Pramusaji tersebut langsung datang dan melihat lebih dekat apa yang kami maksud. Secara otomatis dia mengeluarkan kata "Maaf" dan langsung membawa piring pizza tersebut & memanggil managernya.

Dua tiga menit berselang Shift Manager Agus S (kalau tidak salah eja, terpampang agak kurang jelas di name tag-nya) datang dan langsung memohon maaf kepada kami berdua.

Dia mulai bertanya kronologi kejadian dan kami pun menjelaskan sembari menunjukan video singkat yang saya rekam dalam telepon genggam saya.

Beberapa kali di ulang akhirnya dilihatnya dengan jelas tarian gembira ulat-ulat tersebut beserta satu lalat yang sudah mati.

Dia memohon maaf, kali ini dari pihak management, dan mulai berdalih "mungkin lalatnya masuk waktu makanan sedang di antar waitress ke meja, karna di dalam dapur kami ada PES (i don't know wth that thing is) dan tidak mungkin ada lalat di dapur" katanya.

Dia bertanya: "Jadi bagaimana? Apa mau makanannya di ganti dengan yang baru? Bla bla bla"
Kami berdua yang sudah terlanjur jijik langsung menolak dan bertanya apa kebijakan restoran jika hal seperti ini terjadi.

Si Manager kembali ke dapur, katanya mau bertanya ke management. Karna masih penasaran saya bongkar sisa makanan tadi karna masih ada beberapa potong daging dari pizza yang masih lumayan utuh, dan ya benar seperti perkiraan saya ulatnya keluar dari dalam daging toping pizza (daging grilled steak).

Beberapa menit kemudian dia kembali dan berkata bahwa makanan yang kami pesan tadi tagihannya akan di tanggung pihak mereka (GRATIS), saya langsung memperlihatkan daging ber-ulat tadi, dia memohon maaf lagi dan minta izin untuk membawa masuk piring tersebut (ini alasan kenapa tidak ada foto/video lainnya).

Teman saya yang sudah terlanjur kehilangan selera makan langsung menolak makanan pesanannya yang dari tadi akhirnya datang (Chicken Rice).

Lalu kami bertanya kepada Si Manager:

Kami: "Pak gimana kalau nanti sehabis kami pulang dari sini kami sakit? Muntaber, cacingan, atau bahkan Difteri, apa pihak P**ZA H*T mau tanggung jawab?"

Manager: "Yah gak bisa mbak, kalo mbaknya keluar dari sini terus makan / minum di tempat lain kan pihak kami gak tahu, jadi udah diluar tanggung jawab kami."

Kami: "3 hari dari sekarang kalo nanti muncul gejala / sakit gimana?"

Manager: "Yah gak bisa mbak"

Kami: "Kalau begitu hari ini, sampai entar malam kalo kami sakit masih bisa gak balik kesini buat minta tanggung jawab?"

Manager: "Sekali lagi gak bisa mbak, kalo udah keluar dari sini di luar tanggung jawab kami"

Kami: "Oh yaudah deh pak, makasih ya untuk kebijakannya"

BACA JUGA  Tengah Malam Dapat Orderan Minta Dibelikan Air Mineral Botol, Driver Ojek Ini Cuma Bisa Ngelus Dada


Ok. Jadi intinya saya dan teman saya makan makhluk hidup yang di dalamnya ada makhluk hidup juga!

Kami pun keluar dari dari P**ZA H*T langsung ke toilet terdekat & mencoba memuntahkan semua yang kami makan tadi, saya sendiri muntah cukup banyak.

Dengan keadaan panik kami berdua langsung mencari obat cacing di toko obat terdekat dalam Mall, kami meminum Vermoran Mebendazole 500mg yang katanya obat cacing untuk dewasa."

Ia pun menyertakan beberapa bukti terkait "penampakan" bahan tambahan dalam makanan yang ia dapat hari itu.



Mohon kami kami tidak bisa menyertakan video yang di bagikan di sosial media, karena sudah di hapus dari sumbernya.

Top